fbpx

5 Jenis Cedera Akibat Padel yang Perlu Diwaspadai

5 Jenis Cedera Akibat Padel yang Perlu Diwaspadai

Padel merupakan olahraga raket yang semakin populer karena seru dan bisa dimainkan oleh berbagai usia. Meski terlihat ringan, gerakan cepat, ayunan berulang, serta perubahan arah mendadak dalam permainan padel dapat memberikan tekanan berlebih pada otot dan sendi. Jika tidak diimbangi dengan teknik yang tepat dan kondisi fisik yang baik, risiko cedera pun bisa meningkat.

Ada beberapa jenis cedera akibat padel yang perlu diwaspadai oleh para pemain, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Mulai dari tendinitis akibat penggunaan otot berulang, tennis elbow (lateral epicondylitis), golfer’s elbow (medial epicondylitis), hingga pergelangan tangan yang keseleo, cedera-cedera ini dapat mengganggu performa dan aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.

Jika Anda mengalami cedera-cedera ini, Anda bisa datang ke RS Mandaya Royal Puri. Kami memiliki tim dokter yang sudah berpengalaman dalam menangani kasus-kasus cedera akibat padel. 

Konsultasi dokter

Jenis cedera akibat padel yang perlu diwaspadai

Berikut ini adalah beberapa jenis cedera akibat padel yang perlu Anda waspadai:

1. Tendinitis

Tendinitis adalah peradangan pada jaringan tebal dan berserat yang berfungsi menghubungkan otot dengan tulang. Jaringan ini disebut tendon. Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri dan rasa sakit saat ditekan, terutama di sekitar sendi.

Tendinitis dapat terjadi pada tendon mana saja, tetapi paling sering muncul di area bahu, siku, pergelangan tangan, lutut, dan tumit. Sebagian besar kasus tendinitis dapat ditangani dengan istirahat, fisioterapi, serta obat pereda nyeri. Namun, jika peradangan berlangsung lama, tendon bisa robek dan dalam kondisi tertentu memerlukan tindakan operasi.

2. Tennis elbow (lateral epicondylitis)

Tennis elbow atau lateral epicondylitis adalah kondisi nyeri pada siku akibat penggunaan berlebihan. Sesuai namanya, cedera ini sering terjadi pada pemain tenis atau olahraga raket lainnya, tetapi juga bisa dialami oleh orang yang melakukan aktivitas berulang dengan tangan dan lengan.

Tennis elbow terjadi akibat kerusakan atau robekan kecil pada tendon yang menghubungkan otot lengan bawah dengan bagian luar siku. Gerakan yang dilakukan berulang-ulang dapat menyebabkan tendon dan otot mengalami kelelahan, sehingga muncul nyeri dan rasa tidak nyaman di bagian luar siku.

Penanganan tennis elbow cukup beragam dan biasanya melibatkan kerja sama tim medis, seperti dokter, fisioterapis, atau terapis okupasi. Pada kasus tertentu, tindakan operasi dapat menjadi pilihan bila terapi lain tidak memberikan hasil optimal.

Baca juga: Suka Main Padel? Waspadai Padel Elbow, RS Mandaya Puri Punya Dokter yang Ahli Menanganinya

3. Golfer’s elbow (medial epicondylitis)

Golfer’s elbow adalah kondisi yang menyebabkan nyeri pada bagian dalam siku, tepat di tempat tendon otot lengan bawah menempel pada tulang. Rasa nyeri ini bisa menjalar hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan.

Cedera ini mirip dengan tennis elbow, tetapi letak nyerinya berada di sisi dalam siku. Meski sering dikaitkan dengan olahraga golf, kondisi ini juga dapat dialami oleh pemain tenis atau siapa saja yang sering menggunakan pergelangan tangan dan jari secara berulang.

Dengan istirahat yang cukup dan penanganan yang tepat, golfer’s elbow umumnya dapat pulih dengan baik sehingga penderitanya dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

4. Pergelangan tangan keseleo

Pergelangan tangan keseleo adalah cedera pada kapsul dan ligamen yang mengelilingi sendi pergelangan tangan. Cedera ini biasanya terjadi akibat benturan atau trauma, misalnya terjatuh dengan posisi tangan menopang tubuh. Namun, keseleo juga bisa terjadi akibat penggunaan pergelangan tangan secara berulang, seperti pada atlet olahraga raket.

Gejala yang sering muncul antara lain nyeri, rasa sakit saat ditekan, bengkak, dan pergelangan tangan terasa kaku. Nyeri biasanya bertambah saat pergelangan tangan digerakkan, digunakan untuk menggenggam benda berat, atau saat melakukan gerakan memutar.

5. Dislokasi bahu

Dislokasi bahu adalah cedera ketika tulang lengan atas keluar dari posisi sendi bahu yang berbentuk seperti mangkuk. Bahu merupakan sendi yang paling fleksibel di tubuh manusia, sehingga lebih rentan mengalami dislokasi.

Jika Anda mencurigai adanya dislokasi bahu, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Sebagian besar penderita dapat kembali menggunakan bahunya secara normal dalam beberapa minggu. Namun, bahu yang pernah mengalami dislokasi berisiko lebih mudah mengalami kejadian serupa di kemudian hari.

Konsultasi dokter

Dokter ahli cedera padel di RS Mandaya Royal Puri, dr. Jecky

Untuk menangani cedera padel yang berdampak pada bagian ekstremitas atas (anggota gerak bagian atas tubuh), RS Mandaya Royal Puri punya dokter yang ahli menanganinya, yaitu dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

Tidak hanya ahli, beliau pun sudah menangani banyak pasien yang datang dengan keluhan cedera akibat padel. 

dr. Jecky adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani berbagai masalah pada jari, tangan, siku, hingga bahu. Beliau berpengalaman dalam melakukan prosedur penyambungan jari yang terputus akibat cedera berat (amputasi traumatik), serta menangani kelainan bawaan seperti sindaktili dan polidaktili.

Tindakan-tindakan tersebut dilakukan dengan teknik bedah mikro (microsurgery), yaitu prosedur operasi yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi serta keahlian khusus untuk memastikan fungsi dan struktur jaringan dapat kembali optimal.

dr. Jecky menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan (S2) di Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin dan menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di institusi yang sama.

Untuk memperkuat kompetensi klinisnya, dr. Jecky mengikuti berbagai pelatihan lanjutan, salah satunya Comprehensive Course in Musculoskeletal Pain Intervention and Regeneration di Precursor Universitas Padjadjaran, Bandung. Beliau juga telah lulus Ujian Sertifikasi Nasional bidang Fisiologi Olahraga dan meraih gelar AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis).

Selain itu, dr. Jecky menuntaskan pendidikan subspesialis/konsultan Hand, Upper Limb, and Microsurgery di RSUD dr. Soetomo bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Surabaya. Pengalaman dan keahliannya semakin lengkap dengan diraihnya sertifikasi internasional dari World Institute of Pain (WIP) sebagai Certified Interventional Pain Sonologist (CIPS) yang diperoleh di Budapest, Hungaria.

Jadwal praktek dr. Jecky, dokter ortopedi di RS Mandaya Royal Puri

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 12.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 12.00 WIB
  • Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes