fbpx

Mengenal Gangguan Sensorik pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

gangguan sensorik pada anak

Selain gangguan motorik anak, masalah sensorik juga bisa terjadi dan mulai teridentifikasi pada usia anak-anak. Gangguan sensorik, atau sensory processing disorder, adalah sebuah kondisi ketika otak memiliki masalah dalam memproses rangsangan yang diterima oleh indra-indra sensoris, seperti penglihatan, sentuhan, hingga suara. 

Anak yang mengalami kondisi ini umumnya jadi terlalu sensitif atau sama sekali tidak peka terhadap rangsangan dari luar sehingga cenderung mencari stimulasi tambahan. 

Apa saja dampaknya bagi kehidupan anak dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa itu gangguan sensorik pada anak?

Gangguan sensorik (sensory processing disorder) adalah salah satu kondisi saraf pada anak yang menyebabkan otak anak memproses rangsangan sensoris dari luar dengan cara yang berbeda. Rangsangan sensorik ini dapat meliputi suara, cahaya, sentuhan atau peraba, perasa, hingga bau atau aroma.

Akibatnya, anak yang mengalami gangguan sensorik cenderung sangat sensitif terhadap cahaya, suara, atau sesuatu yang mengenai kulitnya. Menggunakan baju bahkan bisa menjadi sangat tidak nyaman bagi anak dengan gangguan ini karena bahan pakaian yang menempel di kulit.

Walau lebih umum ditemukan pada anak, orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini.

Konsultasi dokter

Gejala gangguan sensorik pada anak

Gejala paling khas dan umum terjadi pada anak yang mengalami gangguan sensorik adalah reaksi berlebihan terhadap rangsangan yang bagi kebanyakan orang terasa biasa. Mereka cenderung terlalu sensitif terhadap berbagai rangsangan dari luar, seperti cahaya, suara, dan sentuhan.

Akibatnya, rangsangan sekecil apa pun dapat mengganggu mereka dan menyebabkan anak jadi lebih sulit fokus dan mudah terdistraksi.

Meski demikian, bentuk gangguan sensorik anak juga dapat berupa hiposensitif. Artinya, anak cenderung tidak peka terhadap rangsangan dari luar.

Beberapa gejala gangguan sensorik pada anak yang perlu dicurigai jika mengalami hipersensitif, antara lain:

  • Bereaksi berlebihan terhadap rangsangan suara, cahaya, atau sentuhan yang tampak biasa
  • Menjadi rewel saat berada di ruangan atau lingkungan yang bising
  • Toleransi nyeri yang rendah
  • Sering menutup mata atau telinga pada rangsangan yang cenderung tidak mengganggu bagi kebanyakan orang
  • Picky eater terutama untuk makanan dengan tekstur tertentu
  • Tampak kikuk
  • Merasa sentuhan lembut dapat melukai
  • Menolak dipeluk atau sentuhan yang tiba-tiba
  • Sulit mengendalikan emosi
  • Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekitar 
  • Sulit menjaga fokus

Sementara itu, pada anak yang mengalami sensory processing disorder tipe hiposensitif akan cenderung berusaha mencari stimulus tambahan. Beberapa gejalanya, antara lain:

  • Toleransi nyeri biasanya cukup tinggi karena cenderung kurang peka dalam sensor atau sensasi nyeri
  • Sering menyentuh benda
  • Memasukkan benda-benda ke mulut
  • Sering menabrakkan diri ke orang, benda-benda di sekitar, atau bahkan dinding
  • Cenderung memberi pelukan 
  • Tidak memahami konsep ruang pribadi (personal space)
  • Sering bergoyang atau terus bergerak ke sana kemari

Baca juga: 14 Dokter Anak Jakarta Barat yang Praktik Setiap Hari 

Penyebab gangguan sensorik

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan sensorik. Akan tetapi, para peneliti meyakini bahwa ini berhubungan dengan adanya masalah pada jalur otak yang mengantarkan rangsangan sensorik.

Anak yang mengalami autisme umumnya juga mengalami masalah sensorik.

Selain autisme, gangguan sensorik juga dapat terjadi pada anak yang mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  • ADHD
  • Skizofrenia
  • Cedera kepala
  • Gangguan tidur
  • Keterlambatan tumbuh kembang

Cara mengatasi gangguan sensorik pada anak

Apabila Anda curiga anak mengalami masalah sensorik, cobalah konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau konsultan tumbuh kembang bila perlu. 

Gangguan sensorik pada si kecil tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, gejala yang muncul bisa diminimalisir dengan beberapa jenis terapi, seperti:

1. Terapi sensori integrasi

Terapi utama dalam mengatasi gangguan sensorik pada anak disebut dengan terapi sensori integrasi. Tujuan terapi ini adalah untuk membuat anak dapat bermain dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka dapat belajar cara merespons dan berfungsi dengan tepat.

2. Terapi okupasi

Terapi okupasi bertujuan untuk membantu anak dalam menjalankan tugas sehari-hari, seperti memakai baju atau mengancing. Bagi anak dengan masalah sensorik, hal ini cukup rumit karena sensasi bahan pakaian yang menempel di kulit bisa mengganggu.

3. Fisioterapi

Fisioterapi untuk gangguan sensorik pada anak dapat dilakukan dengan cara diet sensori.

Diet sensori dilakukan dengan menggunakan berbagai aktivitas untuk membuat anak menjadi lebih tenang terhadap rangsangan tertentu. Ini dapat dilakukan dengan secara bertahap memaparkan anak pada rangsangan tertentu sehingga menjadi lebih nyaman ketika berhadapan dengan stimulus-stimulus tertentu.

Baca juga: Layanan Tumbuh Kembang Anak di Mandaya Royal Hospital Puri 

Seorang anak yang mengalami gangguan sensorik akan mengalami kesulitan dalam memproses rangsangan yang melibatkan pancaindranya (melihat, mengecap, meraba, mendengar, membau). Padahal indra-indra tersebut juga dapat menginformasikan kita tentang rasa aman.

Kesulitannya ini bisa membuat anak yang mengalami masalah sensorik jadi kurang peka akan bahaya sehingga berisiko membahayakan keselamatannya. Selain itu, gangguan sensorik anak juga dapat berdampak pada perilakunya sebagai respons dari rasa tidak nyaman yang muncul. Ini dapat membuat anak mengalami kesulitan, khususnya dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki kecurigaan anak mengalami masalah sensorik, segera konsultasikan pada dokter spesialis anak. Nantinya, bekerja sama dengan terapis, dokter anak dan terapis okupasi atau fisioterapis bisa membuat rencana penanganan yang tepat untuk meredakan gejala gangguan sensorik pada anak.

Konsultasi dokter

Anda dapat mengunjungi Children’s Clinic di Mandaya Royal Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sekaligus melakukan terapi dengan para terapis terbaik dan berpengalaman yang kami miliki.

Hubungi kami melalui Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store untuk membuat janji temu, memantau antrean, dan konsultasi yang lebih nyaman.

Lihat juga: Kenali Gejala dan Ciri Anak ADHD oleh dr. Kresno Mulyadi, Sp.KJ

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes