Saraf terjepit bagian leher adalah kondisi ketika saraf di tulang leher mengalami tekanan akibat bantalan tulang yang menonjol, pergeseran tulang, atau proses degeneratif seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan nyeri leher yang menjalar ke bahu dan lengan, kesemutan, kebas, hingga kelemahan otot yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan saraf terjepit leher memerlukan evaluasi dan terapi yang tepat dari dokter ahli saraf agar keluhan tidak semakin berat dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.
RS Mandaya Royal Puri menghadirkan Pusat Saraf Terjepit Bagian Leher NERVIOM, layanan terintegrasi khusus untuk menangani masalah saraf leher dengan pendekatan modern dan komprehensif. Pusat unggulan ini didukung oleh tim dokter ahli saraf terjepit bagian leher di Jakarta Barat dan Tangerang yang berpengalaman, yaitu dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS, dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS, dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T., hingga dr. Nurul Fadli, Sp.N. Dengan kehadiran para dokter ahli saraf terjepit bagian leher di Jakarta Barat dan Tangerang, RS Mandaya Royal Puri berkomitmen memberikan penanganan yang tepat, aman, dan sesuai kebutuhan setiap pasien.
Contents
Dokter ahli saraf terjepit bagian leher di Jakarta Barat dan Tangerang, RS Mandaya Puri
Berikut ini adalah dokter-dokter ahli saraf terjepit bagian leher di Jakarta Barat dan Tangerang yang berpraktek di RS Mandaya Puri:
1. dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit, terutama pada area leher dan tulang belakang. Keahlian beliau juga mencakup tindakan bedah tumor saraf, penanganan gangguan pembuluh darah otak, serta berbagai penyakit otak lainnya, termasuk meningitis.
Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dr. Christian menguasai beragam teknik bedah saraf modern, mulai dari prosedur arthrospine hingga Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) untuk menangani saraf terjepit dengan tingkat kompleksitas tinggi.
dr. Christian Ariono Sp.BS, FICS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
2. dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf yang fokus pada penanganan saraf terjepit dengan teknik minimal invasif. Beliau menguasai berbagai prosedur modern, seperti Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD), ACDF, hingga microdiscectomy.
Pendekatan minimal invasif ini bertujuan untuk mengurangi nyeri secara optimal dengan trauma jaringan yang lebih minimal, sehingga membantu mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien setelah tindakan.
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Puri pada:
- Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.
3. dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T.

dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. merupakan dokter spesialis neurologi dengan subspesialisasi epilepsi dan neurofisiologi klinis. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai jenis gangguan kejang dan epilepsi, baik pada pasien anak maupun dewasa.
Dengan kompetensi di bidang neurofisiologi, dr. Luh Ari Indrawati menjadi pilihan bagi pasien yang memerlukan penanganan menyeluruh terhadap gangguan sistem saraf pusat, khususnya epilepsi.
dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Kamis: 17.30 – 20.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 18.00 WIB.
4. dr. Nurul Fadli, Sp.N

dr. Nurul Fadli, Sp.N adalah dokter spesialis saraf yang berpraktik di wilayah Jakarta Barat dan dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri. Beliau memiliki keahlian dalam pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan elektroensefalografi (EEG), yang berperan penting dalam menilai fungsi saraf dan aktivitas listrik otak.
Melalui pemeriksaan EMG dan EEG, dr. Nurul Fadli membantu menegakkan diagnosis berbagai kondisi, mulai dari saraf terjepit, epilepsi, hingga gangguan neuromuskular seperti myasthenia gravis, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan terarah.
dr. Nurul Fadli, Sp.N bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 18.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 18.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.
Fasilitas dan teknologi di Pusat Penanganan Saraf Terjepit Bagian Leher NERVIOM RS Mandaya
Pusat Penanganan Saraf Terjepit di Leher NERVIOM RS Mandaya Puri dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan teknologi canggih, antara lain:
1. Radiofrequency (RF) Cervical
Radiofrequency (RF) Cervical merupakan prosedur minimal invasif yang bertujuan meredakan nyeri akibat saraf terjepit di area leher. Tindakan ini memanfaatkan energi gelombang radio untuk menonaktifkan sementara saraf pemicu nyeri tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. RF Cervical dilakukan tanpa operasi besar, dengan waktu pemulihan yang relatif singkat, sehingga cocok bagi pasien dengan nyeri leher kronis yang belum memerlukan tindakan bedah terbuka.
2. Endoscopic Spine Surgery
Endoscopic Spine Surgery adalah teknik operasi tulang belakang modern yang menggunakan pendekatan endoskopi melalui dua sayatan kecil. Metode ini memungkinkan dokter melihat area saraf terjepit secara lebih jelas dan akurat, sekaligus meminimalkan cedera pada jaringan otot. Dibandingkan operasi konvensional, BESS memberikan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta masa rawat inap dan pemulihan yang lebih singkat.
3. Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression
Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression merupakan tindakan endoskopi tulang belakang yang dilakukan melalui satu sayatan kecil. Prosedur ini bertujuan mengurangi tekanan pada saraf akibat penyempitan saluran saraf atau penonjolan bantalan tulang belakang. Dengan teknik monoportal, tindakan menjadi lebih minimal invasif, perdarahan sangat minim, dan proses pemulihan berlangsung lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih awal.
4. ACDF (Anterior Cervical Discectomy and Fusion)
ACDF adalah prosedur operasi untuk menangani saraf terjepit di leher dengan mengangkat bantalan leher (diskus) yang bermasalah melalui bagian depan leher. Setelah diskus diangkat, tulang leher akan disatukan (fusion) guna menjaga kestabilan tulang belakang. Tindakan ini terbukti efektif dalam meredakan nyeri, kesemutan, hingga kelemahan yang disebabkan oleh penekanan saraf berat.
5. Disc Replacement
Disc Replacement atau penggantian bantalan leher merupakan metode operasi modern sebagai alternatif dari prosedur fusi. Pada tindakan ini, diskus yang rusak diganti dengan bantalan buatan sehingga pergerakan leher tetap terjaga secara alami. Selain membantu mengurangi nyeri akibat saraf terjepit, Disc Replacement juga bertujuan mempertahankan fleksibilitas leher agar pasien dapat bergerak lebih nyaman setelah operasi.
6. Stabilisasi Posterior & Laminektomi
Stabilisasi Posterior dan Laminektomi adalah tindakan bedah yang dilakukan melalui bagian belakang tulang belakang untuk menangani kasus saraf terjepit yang kompleks. Laminektomi dilakukan dengan mengangkat sebagian tulang guna memperluas ruang bagi saraf, sedangkan stabilisasi posterior bertujuan menjaga kekuatan dan kestabilan tulang belakang menggunakan sistem penyangga khusus. Prosedur ini umumnya direkomendasikan pada kasus saraf terjepit berat, penyempitan saluran saraf, atau kondisi tulang belakang yang tidak stabil.
Teknologi neuro mapping IONM untuk operasi saraf terjepit leher yang lebih aman
Teknologi Intraoperative Neuro Monitoring (IONM) merupakan sistem pemantauan saraf yang digunakan selama operasi saraf terjepit di bagian leher untuk menjaga fungsi saraf tetap aman. Selama prosedur berlangsung, IONM bekerja dengan memantau aktivitas dan respons saraf secara real-time, sehingga jalur saraf penting yang berperan dalam fungsi gerak dan sensasi dapat teridentifikasi dengan jelas. Dengan dukungan teknologi ini, dokter bedah dapat melakukan tindakan secara lebih presisi dan menghindari area saraf yang berisiko mengalami cedera.
Di RS Mandaya Royal Puri, proses neuro mapping selama operasi saraf terjepit leher dilakukan langsung oleh dokter spesialis saraf, yaitu dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. dan dr. Nurul Fadli, Sp.N. Keduanya bertugas memantau kondisi saraf pasien sepanjang operasi berlangsung. Bagi pasien, penggunaan IONM memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena setiap perubahan fungsi saraf dapat terdeteksi sejak dini. Jika ditemukan tanda gangguan, tim medis dapat segera melakukan penyesuaian tindakan, sehingga risiko komplikasi seperti kelemahan anggota gerak, kesemutan berkepanjangan, atau gangguan saraf lainnya dapat ditekan secara optimal.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

