Detak Jantung Tidak Beraturan Bisa Disebabkan Aritmia, Ini Penanganannya di RS Mandaya Puri

Detak Jantung Tidak Beraturan Bisa Disebabkan Aritmia, Ini Penanganannya di RS Mandaya Puri

Detak jantung tidak beraturan, yang dalam dunia medis dikenal sebagai aritmia, adalah kondisi ketika denyut jantung tidak berdetak dengan pola yang normal. Gangguan ini bisa terjadi karena masalah pada bagian tertentu di jantung, sehingga detaknya menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur sama sekali.

Dalam kondisi normal, jantung berdetak secara teratur dan terkoordinasi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika terjadi gangguan pada sistem kerja jantung atau aliran darah yang dipompanya, irama detak jantung dapat terganggu. Padahal, irama jantung yang normal sangat penting karena jantung berperan menyalurkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh melalui darah yang dipompanya.

Di RS Mandaya Royal Puri, kondisi ini bisa ditangani dengan ablasi jantung, baik 2D, 3D, atau Pulsed Field Ablation (PFA), tergantung dari jenis aritmia yang diderita oleh pasien. Tindakan ablasi jantung di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan aritmia, yaitu dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA.

Konsultasi dokter

Gejala detak jantung tidak beraturan (aritmia)

Detak jantung tidak beraturan dapat menimbulkan berbagai keluhan, antara lain:

  • Jantung berdebar atau terasa berdetak tidak normal
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Sesak napas
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada
  • Tubuh terasa lemas dan mudah lelah.

Pada sebagian orang, detak jantung tidak beraturan dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala apa pun, sehingga sering tidak disadari.

Konsultasi dokter

Penyebab detak jantung tidak beraturan

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan detak jantung tidak beraturan meliputi:

  • Penyakit jantung koroner
  • Gangguan pada jaringan jantung, baik karena faktor keturunan maupun kondisi yang muncul kemudian
  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan pada otot jantung (kardiomiopati)
  • Gangguan pada katup jantung
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah
  • Kerusakan jantung akibat serangan jantung
  • Proses pemulihan setelah operasi jantung
  • Kondisi medis lain yang memengaruhi kerja jantung.

Konsultasi dokter

Apa saja komplikasi akibat detak jantung tidak beraturan?

Jika tidak ditangani, detak jantung tidak beraturan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Melemahnya otot jantung (kardiomiopati)
  • Henti jantung
  • Stroke.

Teknologi ablasi jantung untuk tangani detak jantung tidak beraturan di RS Mandaya Puri

Berikut ini adalah teknologi ablasi jantung di RS Mandaya Royal Puri:

  • Ablasi Jantung 2D & 3D

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan layanan ablasi jantung dengan teknologi 2D (konvensional) serta ablasi jantung 3D untuk menangani gangguan irama jantung. Pada metode ablasi 2D dan 3D, area pemicu aritmia ditangani secara bertahap karena masih menggunakan kateter single point, sehingga setiap titik kelainan diperbaiki satu per satu dengan durasi sekitar 3-4 jam. 

Ablasi jantung 2D dan 3D memanfaatkan energi panas yang dikenal sebagai radiofrequency ablation (RFA) maupun energi dingin atau cryoablation. Pemilihan jenis energi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah di area selangkangan, kemudian diarahkan menuju jantung. Setelah mencapai lokasi yang dituju, energi panas atau dingin dihantarkan untuk membentuk luka kecil yang berfungsi menghambat jalur irama jantung yang tidak normal.

“Dengan adanya ablasi jantung 3D, tentunya sangat mengarahkan kita sebagai dokter dan operator untuk mencari (mapping) lokasi atau sumber kelainan irama jantung, dengan lebih precise, dengan lebih tepat,” kata dr. Sebastian.

“Kateter ablasi ini memberikan salah satu jawaban dari penanganan pasien aritmia, karena memberikan harapan yang sangat baik. Sekitar 93-95% benar-benar sembuh total, tanpa ada rekurensi atau tanpa ada kekambuhan kembali,” lanjutnya.

  • Ablasi Jantung Metode PFA

Berbeda dengan ablasi jantung 2D dan 3D yang menggunakan energi panas atau dingin, Mandaya Royal Hospital Puri juga menghadirkan ablasi jantung metode PFA yang dirancang khusus untuk menangani aritmia tipe atrial fibrilasi (AFib) dengan berbagai keunggulan. Secara umum, tahapan awal prosedur PFA serupa dengan ablasi konvensional, yaitu kateter dimasukkan melalui selangkangan hingga mencapai jantung.

Perbedaan utama terletak pada jenis kateter dan energi yang digunakan. Pada metode PFA, dokter menggunakan kateter multipoint atau multipolar yang mampu menghantarkan energi ke beberapa titik secara bersamaan. Energi yang digunakan bukan panas atau dingin, melainkan energi listrik, sehingga proses tindakan menjadi jauh lebih efisien dan singkat dibandingkan ablasi jantung 2D dan 3D.

“Pada PFA, kateter yang digunakan adalah kateter multipolar, sehingga bisa dapat sekaligus menghantarkan energi pada waktu yang bersamaan,” jelas dr. Sebastian.

“Karena dia menghantarkan tenaga ablasi dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga tindakan yang kita lakukan untuk ablasi atrial fibrilasi bisa lebih singkat. Pada RFA 3D tindakan bisa 3-4 jam, pada tindakan dengan menggunakan PFA bisa kurang dari 2 jam,” tegasnya.

Selain durasi tindakan yang lebih singkat, ablasi jantung metode PFA juga dikenal memiliki tingkat keberhasilan jangka panjang yang lebih tinggi dalam menangani aritmia atrial fibrilasi, jika dibandingkan dengan metode ablasi jantung lainnya.

Konsultasi dokter

Profil dan jadwal praktek dr. Sebastian di RS Mandaya Puri

Pusat Aritmia Jantung Mandaya didukung oleh dr. Sebastian, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi aritmia yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai gangguan irama jantung, termasuk atrial fibrilasi (AFib). Dalam praktiknya, beliau mengaplikasikan teknologi ablasi jantung terkini, yaitu Pulsed Field Ablation (PFA), serta menyediakan tindakan ablasi jantung 2D dan 3D untuk penanganan jenis aritmia lainnya sesuai indikasi medis.

Dengan keahlian khusus di bidang gangguan irama jantung, dr. Sebastian memegang peran strategis dalam memberikan penanganan aritmia yang menyeluruh dan terintegrasi di RS Mandaya Royal Puri. Latar belakang pendidikannya dimulai dari pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah di FKUI/RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Kompetensinya semakin lengkap setelah meraih gelar konsultan aritmia dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia.

Selain menguasai ablasi jantung metode PFA sebagai teknologi terbaru, dr. Sebastian juga berpengalaman dalam melakukan ablasi jantung dengan pemetaan 3D serta pemasangan alat pacu jantung. Salah satu pencapaiannya adalah keberhasilan pemasangan Micra, alat pacu jantung terkecil di dunia, pada pasien di RS Mandaya Royal Puri. Untuk memastikan fungsi alat pacu jantung tetap optimal, beliau juga menyediakan layanan reprogramming pacemaker, yaitu evaluasi dan pengaturan ulang alat pacu jantung sesuai dengan kebutuhan klinis pasien.

dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes