Vertigo parah dapat menimbulkan sensasi pusing berputar yang intens, disertai mual, gangguan keseimbangan, hingga sulit beraktivitas secara normal. Pada sebagian kasus, vertigo disebabkan oleh adanya tekanan pembuluh darah terhadap saraf vestibular (saraf ke-8) di otak sehingga memerlukan penanganan medis yang lebih lanjut. Kini, kondisi vertigo parah tersebut dapat diatasi melalui tindakan Microvascular Decompression (MVD) yang dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy) di RS Mandaya Royal Puri, sebagai solusi untuk mengurangi tekanan pada saraf dan membantu pasien kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.
Contents
Operasi MVD oleh Dr. Joy untuk atasi vertigo parah
MVD untuk vertigo adalah prosedur bedah saraf untuk mengatasi vertigo parah yang disebabkan oleh tekanan pembuluh darah pada saraf vestibular (saraf ke-8) di otak.
Tindakan ini dilakukan dengan cara meletakkan bantalan (biasanya Teflon) di antara saraf dan pembuluh darah tersebut, seringkali berhasil menyembuhkan vertigo kronis dan tinnitus (telinga berdenging) dengan hasil jangka panjang, berbeda dengan pengobatan vertigo umum yang hanya meredakan gejala.
Operasi MVD biasanya dilakukan untuk kasus vertigo persisten yang tidak responsif terhadap pengobatan lain, seringkali disertai tinnitus.
Tahapan prosedur MVD
Berikut ini adalah rangkaian tahapan MVD yang dilakukan untuk menangani keluhan vertigo parah, mulai dari sebelum hingga setelah operasi:
1. Tahap sebelum operasi
Sebelum menjalani tindakan MVD, pasien akan melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh untuk memastikan kondisi tubuhnya cukup aman dan stabil menjalani operasi besar dengan pembiusan total. Setelah anestesi bekerja dan pasien tertidur, sebagian kecil rambut di area belakang telinga pada sisi yang mengalami keluhan akan dicukur, dengan ukuran sekitar 2,5 x 7,5 cm. Kepala pasien kemudian diposisikan secara khusus dan dipasang alat penyangga agar tetap stabil selama prosedur berlangsung.
2. Tahap selama operasi
Pada tahap ini, dokter bedah saraf akan membuat lubang kecil pada tulang tengkorak di belakang telinga, umumnya seukuran koin. Lapisan pelindung otak (dura) selanjutnya dibuka untuk memberikan akses ke area saraf. Dengan bantuan mikroskop bedah, dokter akan mengidentifikasi saraf kranial, terutama akar saraf trigeminal yang terhubung dengan batang otak (pons). Di area tersebut, biasanya ditemukan pembuluh darah yang menekan saraf dan menjadi penyebab munculnya gejala.
3. Tahap setelah operasi
Setelah prosedur MVD selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk pemantauan tanda-tanda vital hingga efek anestesi benar-benar hilang. Selanjutnya, pasien umumnya dirawat di ruang ICU selama satu malam untuk observasi intensif. Pada fase awal pemulihan, keluhan seperti mual atau sakit kepala dapat dirasakan, namun biasanya dapat dikendalikan dengan pemberian obat.
Apabila kondisi pasien sudah stabil, perawatan dilanjutkan di ruang rawat biasa. Pasien akan didorong untuk mulai melakukan aktivitas ringan secara bertahap, seperti duduk atau berjalan perlahan. Dalam banyak kasus, pasien sudah dapat pulang dalam waktu sekitar 1–2 hari setelah operasi, disertai dengan panduan perawatan lanjutan yang perlu dilakukan di rumah.
Profil dan keahlian Dr. Joy, Dokter Bedah Saraf Ahli MVD

Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F.N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang dikenal luas sebagai Dr. Joy, mengawali pendidikan kedokterannya di salah satu universitas ternama di Indonesia. Sejak masa studi, beliau telah menunjukkan ketertarikan yang kuat pada bidang bedah saraf, khususnya subspesialisasi neurovaskular. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter di dalam negeri, Dr. Joy melanjutkan pendidikan spesialis bedah saraf di Finlandia, di mana beliau menimba ilmu langsung dari para pakar bedah saraf dunia serta aktif terlibat dalam berbagai penelitian mutakhir terkait aneurisma dan tumor otak.
Prestasi akademik Dr. Joy semakin menonjol dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di Finlandia dalam waktu yang sangat singkat, yakni 18 bulan 12 hari. Atas pencapaian tersebut, beliau meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Dokter yang Lulus S3 Kedokteran Tercepat”.
Saat ini, Dr. Joy dikenal sebagai salah satu dokter spesialis bedah saraf unggulan di Indonesia yang berpengalaman menangani berbagai kasus saraf kompleks, mulai dari aneurisma otak, perdarahan otak, tumor otak, hingga kanker otak. Dengan dukungan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman internasional, serta pendekatan medis yang komprehensif dan berbasis teknologi, Dr. Joy telah memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Jadwal praktek Dr. Joy (Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS) di RS Mandaya Royal Puri adalah sebagai berikut:
- Senin: by appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: by appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

