Tumor rahim jinak, seperti miom dan adenomiosis, kerap menimbulkan keluhan yang mengganggu kualitas hidup wanita, mulai dari nyeri perut, perdarahan berlebih, hingga gangguan kesuburan. Kini, penanganannya tidak selalu harus melalui operasi terbuka.
Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) yang memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan tumor rahim secara presisi. Prosedur ini dilakukan tanpa sayatan, tanpa pembedahan, serta tanpa menimbulkan perdarahan, sehingga pasien dapat menjalani terapi dengan lebih nyaman dan risiko komplikasi yang minimal.
Contents
Apa itu teknologi HIFU?
HIFU merupakan metode terapi non-invasif yang memanfaatkan gelombang suara berintensitas tinggi untuk menghasilkan panas pada titik tertentu sehingga jaringan miom dapat dihancurkan secara tepat sasaran.
Menurut dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan ahli HIFU di RS Mandaya Royal Puri: “HIFU adalah teknologi non-invasif yang menggunakan gelombang suara intensitas tinggi untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan miom tanpa sayatan, tanpa radiasi, dan tanpa pengangkatan rahim.”
Jika dibandingkan dengan tindakan operasi konvensional, prosedur ini tidak memerlukan pembedahan, tidak menimbulkan luka di permukaan kulit, dan tidak melibatkan paparan radiasi. Selain itu, rahim tidak perlu diangkat sehingga menjadi pilihan tepat bagi pasien yang masih berencana untuk memiliki keturunan.
Bagaimana prosedur HIFU dilakukan?

Prosedur HIFU untuk mengatasi miom rahim dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur dan terkontrol dengan teknologi pencitraan canggih. Berikut alur tindakan HIFU secara umum:
- Pasien diposisikan tengkurap (prone position) di atas meja khusus yang dirancang untuk prosedur HIFU.
- Perangkat HIFU kemudian memancarkan gelombang ultrasound dari bagian bawah tubuh pasien menuju area target.
- Dokter mengidentifikasi serta memetakan lokasi miom menggunakan sistem imaging yang terintegrasi langsung dengan mesin HIFU.
- Gelombang ultrasound berintensitas tinggi difokuskan secara akurat ke jaringan miom untuk memanaskan dan menghancurkannya secara bertahap tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
- Selama prosedur berlangsung, pasien diberikan anestesi ringan (sedasi) agar tetap merasa nyaman, tetap sadar, dan dapat berkomunikasi dengan tim medis.
- Setelah tindakan selesai, tidak terdapat luka sayatan maupun bekas operasi pada tubuh pasien.
- Umumnya pasien diperbolehkan pulang pada hari yang sama atau sekitar satu hari setelah prosedur, dengan waktu pemulihan yang jauh lebih singkat dibandingkan operasi konvensional.
Secara keseluruhan, tindakan ini dirancang untuk memberikan hasil yang optimal dengan risiko minimal, sekaligus memastikan kenyamanan pasien tetap terjaga sepanjang proses terapi.
Keunggulan HIFU untuk mengatasi miom
Teknologi HIFU menawarkan berbagai manfaat dalam penanganan miom rahim, di antaranya:
- Tidak memerlukan sayatan pada tubuh
- Rasa nyeri yang relatif minimal
- Tanpa paparan radiasi
- Rahim tetap dipertahankan
- Risiko perdarahan sangat kecil
- Proses pemulihan berlangsung lebih singkat
- Pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat
“Metode ini aman karena meminimalkan perdarahan dan pasien bisa lebih cepat pulih serta kembali beraktivitas,” tegas dr. Gracia.
Melalui metode non-invasif ini, pasien tidak perlu menghadapi risiko yang umumnya muncul pada operasi terbuka, seperti infeksi pada luka operasi maupun perdarahan dalam jumlah besar.
FAQ tentang HIFU untuk menangani tumor rahim
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan terkait penggunaan teknologi HIFU untuk penanganan tumor rahim seperti miom:
1. Apakah prosedur HIFU menimbulkan rasa sakit?
HIFU untuk miom rahim umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan dianggap sebagai alternatif non-invasif dengan tingkat nyeri rendah dibandingkan operasi, serta biasanya dilakukan dengan sedasi ringan untuk menjaga kenyamanan pasien.
Meskipun tidak sepenuhnya tanpa rasa sakit, sebagian besar ketidaknyamanan yang dirasakan berupa kram panggul sementara atau, dalam kasus yang jarang terjadi, luka bakar pada kulit atau iritasi saraf, yang umumnya mereda dalam beberapa hari.
2. Apakah HIFU bisa dilakukan untuk wanita yang ingin hamil?
HIFU aman dan bisa dilakukan untuk wanita yang ingin hamil, karena teknologi ini tidak mengharuskan dokter mengangkat rahim pasien.
“Ternyata di ChongQing itu sudah lebih dari 10 tahun menggunakan mesin penghancur miom ini untuk HIFU-nya, dan sudah sangat banyak pasien yang berhasil miomnya dihancurkan tanpa sayatan. Dan yang pasti, banyak juga pasien yang bahkan sudah bisa hamil, karena efek awalnya miomnya menghambat jalan lahir sampai sulit untuk hamil. Tapi setelah mereka menggunakan mesin HIFU ini, mereka bisa lebih cepat untuk mendapatkan keturunan,” tegas dr. Gracia.
3. Berapa lama masa pemulihan setelah prosedur HIFU?
Masa pemulihan tindakan HIFU untuk tumor rahim seperti miom umumnya berlangsung singkat. Sebagian besar pasien dapat langsung pulang pada hari yang sama setelah prosedur dan kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu 1–2 hari.
Sementara itu, proses penyusutan jaringan mioma secara optimal biasanya berlangsung bertahap dalam kurun waktu sekitar 3–6 bulan.
4. Berapa harga tindakan HIFU untuk tumor rahim di RS Mandaya Royal Puri?
Biaya operasi miom di RS Mandaya Royal Puri adalah mulai dari Rp90.000.000 (Rp90 juta).
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

