Apakah Bisa Hidup Sehat dengan Satu Ginjal?

Apakah Bisa Hidup Sehat dengan Satu Ginjal?

Keputusan untuk mendonorkan ginjal kepada anggota keluarga atau orang terdekat yang membutuhkan transplantasi ginjal sering kali dilandasi oleh rasa kepedulian yang besar, namun tidak jarang juga diiringi dengan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran. Salah satu yang paling sering muncul adalah: apakah bisa hidup sehat dengan satu ginjal? 

Kekhawatiran ini wajar, terutama terkait efek samping donor ginjal hidup serta bagaimana kualitas hidup setelah hanya memiliki satu ginjal. Melalui artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap untuk membantu menjawab rasa penasaran sekaligus memberikan gambaran yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan penting tersebut.

Konsultasi dokter

Apakah bisa hidup sehat dengan satu ginjal bagi pendonor?

Tahukah Anda bahwa manusia sebenarnya hanya membutuhkan satu ginjal untuk bisa hidup? Berbeda dengan organ lain yang umumnya hanya satu dan sangat penting, ginjal memang ada dua, tetapi kita tetap bisa hidup sehat meski hanya memiliki satu ginjal. Inilah alasan mengapa sebagian orang memilih untuk mendonorkan salah satu ginjalnya kepada anggota keluarga atau kerabat lainnya yang membutuhkan.

Hidup dengan satu ginjal ternyata bukan hal yang jarang terjadi. Sekitar satu dari 1.000 bayi lahir hanya dengan satu ginjal, dan ada juga yang lahir dengan dua ginjal tetapi hanya satu yang berfungsi. Menariknya, banyak orang dengan satu ginjal tetap bisa menjalani hidup dengan normal dan sehat, bahkan tanpa menyadari kondisi tersebut.

Tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Saat hanya memiliki satu ginjal, ginjal yang tersisa biasanya akan bekerja lebih keras untuk menggantikan fungsi ginjal yang tidak ada. Ginjal tersebut tetap mampu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, menyaring zat sisa dari darah, serta membantu mengatur tekanan darah.

Hal yang sama juga berlaku bagi orang yang awalnya memiliki dua ginjal, lalu memutuskan untuk mendonorkan satu ginjalnya. Pada umumnya, hidup dengan satu ginjal tidak menimbulkan efek samping yang serius. Bahkan, banyak pendonor mengatakan mereka tidak merasakan perbedaan berarti antara memiliki dua ginjal dan hanya satu ginjal.

Konsultasi dokter

Baca juga: Seperti Apa Proses Transplantasi Ginjal? Ini Tahapan dan Hasilnya

Apakah ada efek samping dari hidup dengan satu ginjal?

Meskipun pada umumnya hidup dengan satu ginjal tidak menimbulkan efek samping yang serius, tetap penting untuk menjaga kesehatan ginjal dengan baik. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Jika Anda mendonorkan ginjal, dokter biasanya akan menjadwalkan kontrol rutin untuk memastikan ginjal yang tersisa berfungsi dengan baik, yaitu pada:

  • 3 bulan setelah donor
  • 6 bulan setelah donor
  • 1 tahun setelah donor
  • 2 tahun setelah donor

Pada setiap kontrol tersebut, Anda akan menjalani pemeriksaan darah dan urine untuk memastikan fungsi ginjal tetap normal serta mendeteksi jika ada masalah sejak dini.

Selain itu, pendonor ginjal juga disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya secara umum ke dokter. Beberapa hal yang perlu dipantau antara lain:

  • Tekanan darah
  • Berat badan
  • Tanda-tanda penyakit yang dapat memengaruhi ginjal, seperti diabetes atau batu ginjal

Dengan menjaga pola hidup sehat dan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami keluhan atau memiliki pertanyaan, Anda tetap bisa menjalani hidup yang aktif dan berkualitas meski hanya dengan satu ginjal, tanpa efek samping yang berarti.

Konsultasi dokter

Baca juga: Rumah Sakit Transplantasi Ginjal di Indonesia, RS Mandaya Royal Puri

Syarat donasi ginjal yang penting diketahui

Seorang donor ginjal hidup dapat berasal dari berbagai hubungan, antara lain:

  • Memiliki hubungan biologis dengan resepien (penerima ginjal), seperti orang tua, saudara kandung, anak, atau kerabat lain seperti paman, bibi, sepupu, keponakan.
  • Memiliki hubungan emosional dengan penerima, seperti pasangan, teman, atau keluarga melalui pernikahan (ipar).
  • Dalam beberapa kasus, orang yang tidak dikenal (donor altruistik) yang secara sukarela ingin mendonorkan ginjal kepada pasien yang membutuhkan transplantasi.

Sementara, berikut ini adalah syarat menjadi donor ginjal hidup:

  • Berusia minimal 21 tahun (usia di atas ini akan dipertimbangkan secara individual)
  • Tidak memiliki kanker, penyakit jantung, HIV atau AIDS, diabetes, hepatitis B atau C yang aktif, dan penyakit ginjal.

Dengan memenuhi kriteria tersebut, seseorang dapat dipertimbangkan sebagai donor ginjal hidup yang aman.

Cara menjaga kesehatan ginjal bagi pendonor

Kondisi kesehatan ginjal yang tersisa sangat menentukan seberapa baik ginjal tersebut dapat bekerja dalam jangka panjang. Jika Anda hanya memiliki satu ginjal, maka fungsi ginjal tersebut menjadi sangat penting. Bila terjadi gangguan hingga ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik, dampaknya bisa sangat serius karena tidak ada “cadangan” ginjal lain.

Bahkan masalah yang terlihat ringan, seperti batu ginjal, bisa menjadi kondisi darurat jika sampai mengganggu fungsi ginjal untuk sementara waktu.

Pada dasarnya, apa pun yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan juga baik untuk kesehatan ginjal. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Rutin berolahraga
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk lemak sehat, protein, buah, dan sayuran
  • Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi
  • Berhenti merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menggunakan obat anti nyeri jenis NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) seperlunya saja.

Perbedaan utama antara memiliki dua ginjal dan satu ginjal adalah jumlah “penyaring” dalam tubuh menjadi setengahnya. Artinya, ginjal yang tersisa harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal dengan sebaik mungkin agar tetap dapat berfungsi optimal.

Konsultasi dokter

Baca juga: Perbedaan Cuci Darah dan Transplantasi Ginjal

Tim dokter transplantasi ginjal RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri adalah rumah sakit swasta yang sudah mengantongi izin resmi untuk melakukan transplantasi ginjal pada pasien yang membutuhkan tindakan tersebut. 

Tidak hanya dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi canggih untuk melakukannya, RS Mandaya Royal Puri pun didukung oleh deretan tim dokter yang tidak hanya ahli namun juga berpengalaman dalam melakukan prosedur transplantasi ginjal.

Berikut ini adalah tim dokter transplantasi ginjal RS Mandaya Royal Puri:

1. Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM

Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi ginjal dan hipertensi (nefrologi). Ia berpengalaman dalam menangani berbagai masalah ginjal, seperti penyakit ginjal kronis, gagal ginjal akut, hingga komplikasi akibat hipertensi dan diabetes. Selain itu, beliau juga berperan dalam terapi dialisis (hemodialisis), evaluasi kelayakan transplantasi ginjal, serta pemantauan pasien pasca transplantasi, termasuk pengaturan obat imunosupresif.

Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 18.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 12.00 – 14.00 WIB.

2. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD adalah dokter spesialis urologi senior dengan pengalaman luas di bidang bedah urologi, baik di dalam maupun luar negeri. Ia memiliki keahlian dalam berbagai prosedur seperti operasi ginjal, prostat, varikokel, PCNL, hingga transplantasi ginjal. Selain itu, ia juga menguasai teknik laparoskopi, yaitu metode operasi minimal invasif dengan sayatan kecil yang membantu mempercepat pemulihan pasien. Keahlian ini didukung oleh pelatihan yang pernah dijalaninya di Belanda.

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

3. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dikenal sebagai dokter urologi yang berpengalaman dalam menangani kasus-kasus kompleks, termasuk transplantasi ginjal. Dengan pengalaman panjang di bidang bedah urologi, ia menjadi salah satu dokter rujukan untuk tindakan transplantasi ginjal di Indonesia. Keahliannya meliputi berbagai prosedur bedah yang membutuhkan ketelitian tinggi serta pemahaman mendalam tentang ginjal dan saluran kemih.

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

4. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS adalah dokter spesialis urologi yang juga berpengalaman dalam tindakan transplantasi ginjal. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro dan melanjutkan spesialisasi urologi di Universitas Indonesia. Dalam praktiknya, ia menangani berbagai prosedur seperti operasi saluran kemih, prostat, ginjal, varikokel, biopsi prostat, hingga pemeriksaan uroflowmetri. Ia juga memiliki sertifikasi internasional di bidang bedah robotik dan laparoskopi serta aktif dalam organisasi profesi urologi.

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 13.30 – 16.00 WIB
  • Rabu: 13.30 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 12.30 – 15.00 WIB.

5. dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH

dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH merupakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi yang menjadi bagian dari tim transplantasi ginjal di RS Mandaya Royal Puri. Ia menempuh pendidikan dokter dan spesialis penyakit dalam di Universitas Indonesia. Dalam perannya, ia bertanggung jawab memantau kondisi ginjal pasien, mengatur terapi imunosupresif, serta menangani kemungkinan komplikasi setelah transplantasi, seperti infeksi atau penurunan fungsi ginjal. Ia juga aktif dalam organisasi profesi seperti Pernefri dan PDPDI.

dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 12.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 10.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes