Miom rahim adalah tumor jinak yang tumbuh pada dinding atau otot rahim dan paling sering dialami oleh wanita usia subur. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti nyeri perut bagian bawah, menstruasi berlebihan, perut terasa penuh, hingga gangguan kesuburan. Dalam penanganannya, terdapat beberapa pilihan pengobatan miom rahim, mulai dari pemberian obat-obatan untuk mengontrol gejala, tindakan minimal invasif, hingga prosedur operasi. Dokter akan menentukan metode terapi yang paling sesuai berdasarkan ukuran, jumlah, lokasi miom, serta kondisi kesehatan dan rencana kehamilan pasien.
Sebagai salah satu rumah sakit yang menghadirkan teknologi medis modern, RS Mandaya Royal Puri menyediakan solusi pengobatan miom rahim tanpa operasi melalui teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU). Metode ini memungkinkan penghancuran jaringan miom tanpa sayatan dan tanpa pengangkatan rahim. Penanganan HIFU di RS Mandaya Royal Puri juga didukung oleh tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang telah menjalani pelatihan intensif teknologi HIFU di China, sehingga pasien mendapatkan terapi yang aman, terarah, dan sesuai standar internasional.

Contents
Pilihan pengobatan miom rahim
Berikut ini adalah pilihan pengobatan miom rahim:
1. Pengobatan dengan obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat membantu mengurangi gejala miom, antara lain:
- Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen untuk membantu mengurangi rasa sakit.
- Suplemen zat besi jika pasien mengalami anemia akibat perdarahan berlebihan.
- Alat kontrasepsi (KB) seperti pil KB, suntik KB, cincin vagina, atau IUD untuk membantu mengurangi perdarahan dan kram saat menstruasi.
- Obat hormon tertentu (GnRH agonist) yang dapat mengecilkan ukuran miom sementara, biasanya digunakan sebelum operasi agar tindakan lebih mudah dilakukan. Namun, efeknya bersifat sementara dan miom bisa tumbuh kembali setelah obat dihentikan.
- Obat minum khusus seperti elagolix atau asam traneksamat yang membantu mengurangi perdarahan menstruasi yang berat.
Sebelum mengonsumsi obat apa pun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar penggunaannya aman dan sesuai kondisi kesehatan.
2. Tindakan operasi pengangkatan Miom
Jika gejala cukup berat atau ukuran miom besar, dokter mungkin menyarankan tindakan operasi. Jenis operasi tergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi miom, serta rencana kehamilan pasien di masa depan.
Miomektomi adalah operasi untuk mengangkat miom tanpa mengangkat rahim, sehingga pasien masih bisa hamil di kemudian hari. Jenisnya meliputi:
- Histeroskopi: Miom diangkat melalui vagina tanpa sayatan di perut.
- Laparoskopi: Miom diangkat melalui beberapa sayatan kecil di perut.
- Laparotomi: Miom diangkat melalui satu sayatan lebih besar di perut.

3. Pengangkatan rahim (histerektomi)
Jika pasien tidak berencana hamil lagi dan mengalami perdarahan sangat berat atau miom berukuran besar, dokter mungkin menyarankan histerektomi, yaitu operasi pengangkatan rahim.
Tindakan ini merupakan cara untuk menghilangkan miom secara permanen karena setelah rahim diangkat, miom tidak dapat tumbuh kembali. Namun, prosedur ini membuat pasien tidak bisa hamil lagi.
4. Prosedur non-operasi atau minimal invasif
Selain operasi, ada juga pilihan tindakan tanpa operasi besar, seperti:
- Embolisasi Miom Rahim: Dokter memasukkan selang kecil ke pembuluh darah yang menuju miom, lalu menyuntikkan partikel kecil untuk menghentikan aliran darah ke miom. Tanpa aliran darah, miom akan mengecil.
- Radiofrequency Ablation (RFA): Menggunakan energi panas untuk menghancurkan jaringan miom. Biasanya efektif untuk miom berukuran kecil dan dilakukan pada wanita yang belum menopause.
Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pilihan pengobatan terbaik harus didiskusikan bersama dokter. Dengan memahami berbagai pilihan terapi yang tersedia, pasien dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana kesehatannya.

Mengenal teknologi HIFU di RS Mandaya Puri, atasi miom rahim tanpa operasi

HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) adalah metode terapi modern yang bersifat non-invasif, yaitu tanpa tindakan pembedahan. Teknologi ini memanfaatkan gelombang suara berintensitas tinggi yang difokuskan ke titik tertentu untuk menghasilkan panas, sehingga jaringan miom dapat dihancurkan secara tepat dan terarah.
Menurut dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi ahli HIFU di RS Mandaya Royal Puri: “HIFU adalah teknologi non-invasif yang menggunakan gelombang suara intensitas tinggi untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan miom tanpa sayatan, tanpa radiasi, dan tanpa pengangkatan rahim.”
Dibandingkan operasi konvensional, prosedur HIFU tidak memerlukan sayatan, tidak menimbulkan luka pada kulit, serta tidak menggunakan radiasi. Rahim pun tetap dipertahankan, sehingga terapi ini menjadi pilihan yang sesuai bagi pasien yang masih ingin merencanakan kehamilan di masa depan.
Bagaimana prosedur HIFU dilakukan?
Tindakan HIFU dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan dipandu oleh teknologi pencitraan (imaging) canggih untuk memastikan ketepatan terapi. Berikut gambaran umum prosesnya:
- Pasien diminta berbaring dalam posisi tengkurap (prone position) di atas meja khusus untuk prosedur HIFU.
- Alat HIFU akan memancarkan gelombang ultrasound dari bagian bawah tubuh menuju lokasi miom.
- Dokter terlebih dahulu menentukan dan memetakan posisi miom melalui sistem imaging yang terintegrasi dengan mesin.
- Gelombang ultrasound berintensitas tinggi kemudian difokuskan secara presisi ke jaringan miom untuk memanaskan dan menghancurkannya secara bertahap tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
- Selama prosedur, pasien diberikan sedasi ringan agar tetap nyaman, namun tetap sadar dan dapat berkomunikasi dengan tim medis.
- Setelah tindakan selesai, tidak terdapat luka sayatan maupun bekas operasi pada tubuh.
- Umumnya pasien dapat pulang pada hari yang sama atau dalam waktu sekitar satu hari, dengan masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi terbuka.
Secara keseluruhan, prosedur ini dirancang agar efektif, minim risiko, dan tetap mengutamakan kenyamanan pasien selama proses terapi berlangsung.

Keunggulan HIFU untuk mengatasi miom
Sebagai teknologi non-bedah, HIFU memiliki berbagai kelebihan dalam penanganan miom rahim, antara lain:
- Tanpa sayatan
- Nyeri lebih minimal
- Tidak menggunakan radiasi
- Rahim tetap terjaga
- Risiko perdarahan sangat rendah
- Waktu pemulihan lebih singkat
- Pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat
“Metode ini aman karena meminimalkan perdarahan dan pasien bisa lebih cepat pulih serta kembali beraktivitas,” tegas dr. Gracia.
Dengan pendekatan non-invasif ini, pasien dapat menghindari risiko yang kerap terjadi pada operasi terbuka, seperti infeksi luka operasi maupun perdarahan dalam jumlah besar.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri dan berkonsultasi tentang HIFU, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

