Lutut terasa baik-baik saja saat berjalan di permukaan datar, tetapi mulai nyeri ketika menaiki tangga? Kondisi ini cukup sering terjadi karena aktivitas seperti naik tangga melibatkan kerja otot yang berbeda dan membuat lutut bergerak dalam posisi menekuk sambil menopang berat tubuh melawan gravitasi. Saat menaiki tangga, sendi lutut bahkan dapat menerima tekanan sekitar tiga hingga enam kali berat badan.
Tekanan tambahan tersebut sebenarnya tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Namun, jika Anda terlalu sering naik tangga, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau melakukan gerakan yang kurang tepat, lutut bisa terasa nyeri saat beraktivitas. Rasa ngilu atau nyeri sesaat tidak selalu menandakan masalah serius, sehingga Anda tetap bisa bergerak sesuai kemampuan tubuh.
Meski begitu, nyeri lutut tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sendi atau otot di sekitarnya. Memperkuat otot yang menopang lutut dapat membantu meningkatkan stabilitas sendi dan mengurangi beban saat beraktivitas. Karena itu, penting untuk mengenali penyebab lutut sakit saat naik tangga maupun ketika melakukan gerakan sehari-hari lainnya.
Contents
Penyebab lutut sakit saat naik tangga atau berdiri dari duduk
Berikut adalah beberapa penyebab lutut sakit saat naik tangga atau berdiri dari duduk:
1. Patellofemoral pain syndrome (sindrom nyeri patellofemoral)
Sindrom nyeri patellofemoral adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit di bagian depan lutut, tepatnya di sekitar atau belakang tempurung lutut (patela). Kondisi ini juga dikenal sebagai runner’s knee karena cukup sering dialami oleh pelari maupun orang yang melakukan olahraga dengan banyak gerakan berlari dan melompat.
Nyeri biasanya semakin terasa saat berlari, naik atau turun tangga, jongkok, maupun duduk terlalu lama dengan posisi lutut menekuk. Keluhan dapat muncul secara bertahap dan menyerang salah satu atau kedua lutut. Pada sebagian kasus, istirahat dan kompres es dapat membantu meredakan nyeri, tetapi kondisi tertentu mungkin membutuhkan fisioterapi.
Gejala sindrom nyeri patellofemoral meliputi:
- Nyeri tumpul atau rasa ngilu di bagian depan lutut.
- Lutut terasa sakit saat naik atau turun tangga.
- Nyeri ketika berlari, melompat, jongkok, atau berlutut.
- Lutut terasa sakit setelah duduk lama dengan posisi menekuk.
- Muncul sensasi berbunyi seperti berderak atau berkeretak pada lutut.
2. Robekan meniskus (meniscus tear)
Robekan meniskus merupakan salah satu jenis cedera tulang rawan yang cukup umum terjadi pada lutut. Meniskus adalah bantalan tulang rawan yang terletak di antara tulang-tulang pembentuk sendi lutut. Bagian ini berfungsi melindungi tulang dan membantu meredam tekanan saat lutut bergerak.
Robekan meniskus biasanya terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba, misalnya saat berolahraga. Namun, cedera ini juga bisa muncul akibat gerakan yang lebih ringan, seperti memutar lutut ketika sedang berdiri atau mengubah posisi tubuh.
Gejala robekan meniskus dapat berupa:
- Nyeri atau rasa sakit saat lutut disentuh.
- Lutut terasa kaku atau mengalami pembengkakan. Pembengkakan terkadang baru muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah cedera.
- Kesulitan menekuk, meluruskan, atau menggerakkan lutut.
- Lutut terasa tidak stabil atau seperti akan lemas ketika digunakan untuk berdiri.
- Muncul sensasi berbunyi seperti berderak atau klik saat lutut digerakkan.
Gejala robekan meniskus terkadang menyerupai keseleo pada lutut sehingga pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Osteoarthritis lutut (pengapuran sendi lutut)
Osteoarthritis lutut merupakan kondisi ketika tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi lutut mengalami perubahan dan kerusakan secara bertahap. Seiring waktu, bantalan tersebut dapat semakin menipis sehingga jarak antartulang berkurang. Akibatnya, tulang bisa saling bergesekan saat lutut digerakkan dan memicu iritasi serta peradangan pada sendi.
Gejala osteoarthritis lutut yang dapat muncul antara lain:
- Lutut terasa kaku sehingga sulit ditekuk atau diluruskan.
- Terdengar bunyi berderak atau berkeretak saat lutut digerakkan.
- Nyeri lutut yang semakin terasa setelah beraktivitas.
- Lutut terasa lemah atau seperti akan tertekuk saat digunakan untuk berdiri.
- Nyeri lutut yang memburuk ketika terjadi perubahan cuaca.
4. Cedera ligamen lutut
Ligamen merupakan jaringan kuat yang menghubungkan tulang-tulang pada sendi lutut sekaligus menjaga kestabilannya. Gerakan memutar atau mengubah arah secara tiba-tiba saat berolahraga dapat menyebabkan ligamen mengalami peregangan berlebihan, keseleo, bahkan robekan. Cedera ini dapat terjadi pada salah satu ligamen utama lutut, seperti ACL, MCL, LCL, atau PCL.
Gejala cedera ligamen lutut meliputi:
- Nyeri tajam pada lutut tepat saat cedera terjadi.
- Terdengar atau terasa bunyi seperti pop ketika lutut mengalami cedera.
- Pembengkakan yang muncul dalam beberapa jam pertama.
- Ruang gerak lutut menjadi terbatas.
- Kesulitan berjalan atau menopang berat badan menggunakan lutut yang cedera.
- Lutut terasa tidak stabil.
- Lutut terasa seperti akan lemas atau tertekuk saat digunakan.
- Rasa nyeri atau pegal pada lutut.
5. Ketidakseimbangan otot
Ketidakseimbangan otot dapat memengaruhi cara lutut menopang tubuh saat bergerak, termasuk ketika menaiki tangga. Dalam aktivitas sehari-hari, banyak orang lebih mengandalkan otot paha depan (quadriceps) dibandingkan otot bokong (gluteus) dan paha belakang (hamstring). Padahal, otot bokong dan paha belakang juga berperan membantu menopang gerakan tubuh. Jika kedua kelompok otot tersebut kurang aktif atau lemah, tekanan pada bagian depan lutut dapat meningkat dan memicu nyeri.
Memperkuat otot bokong dan paha belakang dapat membantu tubuh mengaktifkan otot-otot tersebut secara lebih optimal saat menaiki tangga. Dengan begitu, beban pada bagian depan lutut dapat berkurang.
Gejala ketidakseimbangan otot yang berkaitan dengan nyeri lutut meliputi:
- Lutut terasa sakit saat menaiki tangga.
- Otot paha depan terasa kencang atau kaku.
- Otot paha belakang terasa kencang atau kaku.
Baca juga: 10 Jenis Cedera Lutut dan Pengobatannya
Kapan nyeri lutut saat naik tangga dan berdiri dari duduk perlu diperiksakan ke dokter?
Tidak semua nyeri lutut saat naik tangga membutuhkan penanganan medis darurat. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Segera konsultasikan kondisi lutut ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala berikut:
- Nyeri lutut berlangsung lebih dari 2–3 minggu.
- Lutut mengalami pembengkakan setelah beraktivitas.
- Lutut terus terasa sakit setiap kali menuruni tangga.
- Lutut terasa tidak stabil, lemas, atau seperti akan tertekuk.
- Lutut terasa terkunci, sulit digerakkan, atau tidak bisa diluruskan sepenuhnya.
- Kesulitan berdiri atau berjalan karena lutut tidak kuat menopang berat badan.
- Nyeri lutut sampai mengganggu kualitas tidur.
Baca juga: 7 Penyebab Lutut Sakit Saat Ditekuk
Pusat Ortopedi Mandaya, didukung tim ortopedi ahli lutut hingga teknologi robot
Nyeri lutut yang muncul saat naik tangga, berjalan, atau berdiri dari posisi duduk sebaiknya tidak diabaikan. Untuk membantu menemukan penyebabnya, Pusat Ortopedi Mandaya Royal Hospital Puri didukung tim dokter spesialis ortopedi konsultan panggul dan lutut (Hip & Knee) yang berpengalaman menangani berbagai gangguan sendi lutut, mulai dari osteoarthritis, cedera ligamen, hingga kerusakan tulang rawan.
Pasien juga dapat menjalani pemeriksaan dan mendapatkan rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing, mulai dari terapi konservatif hingga tindakan operasi jika diperlukan. Mandaya turut dilengkapi teknologi robotik CORI untuk membantu prosedur penggantian sendi lutut dengan perencanaan dan presisi yang lebih terarah.
Dokter spesialis ortopedi konsultan panggul dan lutut di Mandaya meliputi:
- dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) Hip & Knee
- dr. Ardi Setiawan, Sp.OT (K) Hip & Knee
- dr. Rahendra Pratama, Sp.OT (K) Hip & Knee
- dr. William Chandra, Sp.OT (K) Hip & Knee.
Salah satu keunggulan Pusat Ortopedi Mandaya adalah ketersediaan dokter spesialis ortopedi konsultan panggul dan lutut yang praktik setiap hari, sehingga pasien memiliki pilihan jadwal konsultasi sepanjang minggu untuk memeriksakan keluhan lututnya.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri


Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Hinge Health. Why Does My Knee Hurt When Climbing Stairs? (https://www.hingehealth.com/resources/articles/pain-in-knee-when-climbing-stairs/). Diakses pada 4 November 2026.
- Mayo Clinic. Patellofemoral Pain Syndrome: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/patellofemoral-pain-syndrome/symptoms-causes/syc-20350792). Diakses pada 4 November 2026.
- NHS. Meniscus Tear. (https://www.nhs.uk/conditions/meniscus-tear/). Diakses pada 4 November 2026.
- Performance Orthopaedics. Why Does My Knee Hurt When Going Up and Down Stairs? (https://www.performanceortho.com/why-does-my-knee-hurt-when-going-up-and-down-stairs/). Diakses pada 4 November 2026.

