Kontraktur Dupuytren: Kondisi yang Membuat Jari Tangan Menekuk dan Sulit Diluruskan

Kontraktur Dupuytren: Kondisi yang Membuat Jari Tangan Menekuk dan Sulit Diluruskan

Kontraktur Dupuytren adalah kondisi ketika jaringan di bawah kulit telapak tangan dan jari-jari menebal serta mengencang, sehingga jari perlahan menekuk ke arah telapak tangan dan sulit diluruskan. 

Kondisi yang juga dikenal sebagai penyakit Dupuytren ini terjadi ketika muncul benjolan kecil pada jaringan ikat atau fasia, yaitu jaringan di bawah kulit yang membantu menopang telapak tangan dan jari. Seiring waktu, benjolan tersebut dapat membentuk jaringan seperti tali yang menarik jari ke arah telapak tangan.

Pertumbuhan jaringan pada kontraktur Dupuytren bersifat jinak (bukan kanker). Gejalanya biasanya berkembang secara perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, mulai dari munculnya benjolan kecil hingga jari semakin sulit diluruskan. Penanganannya bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien, mulai dari terapi non operasi hingga tindakan operasi jika diperlukan.

Konsultasi dokter

Gejala kontraktur Dupuytren yang perlu dikenali

Gejala kontraktur Dupuytren biasanya berkembang secara bertahap. Berikut beberapa tanda yang dapat muncul:

  • Muncul benjolan kecil di telapak tangan, biasanya di dekat pangkal jari manis atau kelingking.
  • Terbentuk jaringan menebal menyerupai tali yang memanjang dari telapak tangan hingga jari-jari.
  • Seiring waktu, jari semakin menekuk ke arah telapak tangan dan menyerupai cakar sehingga sulit diluruskan.
  • Bentuk tangan tampak melengkung akibat tarikan jaringan yang mengencang.
  • Pada kondisi yang lebih berat, jari tertarik hingga menempel pada telapak tangan.
  • Kulit telapak tangan tampak berlekuk atau berkerut.
  • Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan nyeri yang berarti.

Baca juga: Tangan Sakit? Kenali 7 Penyebab dan Dokter Ortopedi yang Bisa Menanganinya

Penyebab dan faktor risiko kontraktur Dupuytren

Penyebab pasti kontraktur Dupuytren belum diketahui. Namun, kondisi ini cenderung diturunkan dalam keluarga. 

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kontraktur Dupuytren, di antaranya:

  • Usia: Kondisi ini paling sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.
  • Jenis kelamin: Pria lebih berisiko mengalami kontraktur Dupuytren dibandingkan wanita. Pada pria, gejalanya juga dapat lebih berat dan berkembang lebih cepat.
  • Keturunan: Orang dengan garis keturunan Eropa Utara memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
  • Riwayat keluarga: Seseorang lebih berisiko mengalami kontraktur Dupuytren jika ada anggota keluarganya yang memiliki kondisi serupa.
  • Pekerjaan: Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kontraktur Dupuytren dan pekerjaan yang melibatkan penggunaan alat bergetar.
  • Diabetes: Orang yang mengalami diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kontraktur Dupuytren.
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol: Beberapa penelitian mengaitkan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dengan peningkatan risiko kontraktur Dupuytren.

Apakah kontraktur Dupuytren berbahaya jika didiamkan tanpa penanganan?

Kontraktur Dupuytren umumnya tidak mengancam jiwa karena penebalan jaringan yang terjadi bersifat jinak atau bukan kanker. Namun, jika terus berkembang tanpa penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti:

  • Jari semakin menekuk ke arah telapak tangan dan sulit diluruskan sepenuhnya.
  • Gerakan jari menjadi terbatas sehingga mengganggu fungsi tangan.
  • Aktivitas sehari-hari, seperti menggenggam benda, memakai sarung tangan, atau memasukkan tangan ke saku, menjadi lebih sulit.
  • Pada kondisi yang lebih berat, tindakan medis mungkin diperlukan untuk membantu meluruskan jari dan memperbaiki fungsi tangan.

Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan gangguan yang dialami. Jika jari mulai sulit diluruskan atau kondisi mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penanganan yang tepat.

Penanganan kontraktur Dupuytren: apakah harus selalu dioperasi?

Penanganan kontraktur Dupuytren bergantung pada tingkat keparahan gejala dan seberapa besar kondisi ini mengganggu fungsi tangan. Operasi tidak selalu diperlukan, terutama jika gejalanya masih ringan. Berikut beberapa pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan dokter:

  • Terapi fisik: Latihan peregangan dan gerakan tertentu dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan rentang gerak jari.
  • Penggunaan penyangga atau bidai: Alat ini membantu menjaga posisi jari. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan anjuran tenaga medis.
  • Terapi ultrasonik atau panas: Terapi ini menggunakan gelombang suara atau panas untuk membantu meningkatkan kelenturan jaringan, meskipun manfaatnya untuk kontraktur Dupuytren masih terbatas.
  • Suntikan kortikosteroid: Obat ini dapat membantu mengurangi benjolan pada kondisi tertentu, tetapi tidak selalu memperbaiki kontraktur yang sudah terbentuk.
  • Terapi radiasi: Radiasi digunakan pada kasus tertentu, terutama pada tahap awal. Namun, bukti efektivitasnya masih terbatas dan penggunaannya perlu dipertimbangkan oleh dokter.
  • Needle aponeurotomy: Prosedur ini menggunakan jarum untuk memutus jaringan menebal yang menarik jari ke arah telapak tangan sehingga jari dapat lebih mudah diluruskan.
  • Suntikan kolagenase: Enzim disuntikkan ke jaringan yang menebal untuk memecah jaringan tersebut. Setelahnya, dokter akan membantu meluruskan jari.
  • Operasi: Tindakan operasi dapat dipertimbangkan jika jari semakin menekuk dan kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu prosedurnya adalah fasciectomy, yaitu pengangkatan sebagian atau seluruh jaringan fasia yang mengalami penebalan.

Tidak semua pasien memerlukan tindakan invasif. Dokter akan menentukan pilihan penanganan berdasarkan kondisi tangan, tingkat keterbatasan gerak, serta manfaat dan risiko setiap prosedur. Jika kontraktur mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Ahli Trigger Finger (Jari Kaku dan Nyeri) di Jakarta Barat dan Tangerang

Rekomendasi dokter ortopedi untuk menangani kontraktur Dupuytren

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K merupakan dokter spesialis ortopedi konsultan bedah tangan dan bedah mikro yang memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan pada sistem gerak, termasuk masalah pada tangan dan jari. Keahlian ini relevan untuk membantu mengevaluasi keluhan seperti jari yang sulit diluruskan, jaringan telapak tangan yang menebal, maupun keterbatasan gerak akibat kontraktur Dupuytren.

Penanganan kontraktur Dupuytren perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter dapat menentukan apakah pasien cukup menjalani pemantauan atau memerlukan tindakan medis untuk membantu mengurangi tarikan jaringan dan memperbaiki fungsi jari.

Dalam tindakan tertentu pada tangan, salah satu teknik yang dapat digunakan oleh dr. Jecky adalah WALANT (Wide Awake Local Anesthesia No Tourniquet). Teknik ini menggunakan anestesi lokal tanpa tourniquet atau alat untuk menekan aliran darah. Pasien tetap sadar selama prosedur sehingga, pada tindakan tertentu, dokter dapat menilai pergerakan tangan dan jari secara langsung. Namun, penggunaan teknik WALANT bergantung pada jenis tindakan dan kondisi medis pasien.

Untuk mengetahui pilihan penanganan yang sesuai, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi yang menangani masalah tangan. Pemeriksaan membantu dokter menilai tingkat kontraktur dan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

  1. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik berikut:
  • Senin: 08.00–12.00 WIB
  • Selasa: 08.00–12.00 WIB
  • Rabu: 13.00–17.00 WIB
  • Kamis: 13.00–17.00 WIB
  • Jumat: 08.00–12.00 WIB
  • Sabtu: 17.00–20.00 WIB.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Dupuytren Contracture. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16941-dupuytrens-contracture). Diakses 28 Oktober 2026.
  2. Better Health Channel. Dupuytren’s contracture. (https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/dupuytrens-contracture). Diakses 28 Oktober 2026.
  3. Mayo Clinic. Dupuytren’s contracture – Symptoms and causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dupuytrens-contracture/symptoms-causes/syc-20371943). Diakses 28 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes