Menjamurnya lapangan padel di berbagai kota besar di Indonesia menjadi salah satu bukti meningkatnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga ini. Tak lagi sekadar tren, padel kini menjadi pilihan gaya hidup aktif yang mempertemukan olahraga, rekreasi, dan interaksi sosial dalam satu permainan. Namun, di balik popularitasnya, ada risiko cedera yang perlu diperhatikan. Gerakan cepat, perubahan arah secara tiba-tiba, hingga pukulan berulang dapat membebani otot dan persendian, terutama jika tidak diimbangi dengan kondisi fisik yang prima serta teknik bermain yang tepat.
dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, menjelaskan jenis cedera akibat padel yang umum terjadi dan bagaimana cara mencegahnya.
Contents
Cedera akibat padel dan cara menghindarinya: penjelasan dari dr. Andre Sp.KFR
Salah satu cedera yang perlu diwaspadai adalah cedera bahu, khususnya pada otot dan tendon rotator cuff, yang berfungsi menjaga stabilitas sekaligus membantu pergerakan sendi bahu. Cedera ini dapat terjadi akibat gerakan overhead yang berulang, seperti saat melakukan smash, bandeja, atau vibora.

dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Mandaya Royal Puri, menjelaskan bahwa gerakan berulang dan teknik yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko cedera pada pemain padel.
“Cedera ini dapat terjadi akibat gerakan overhead yang berulang, seperti saat melakukan smash, bandeja, atau vibora. Apabila dilakukan dengan teknik yang kurang tepat, intensitas berlebihan, atau kondisi otot yang belum siap, gerakan tersebut dapat menyebabkan peradangan tendon (tendinopathy) hingga robekan tendon rotator cuff,” katanya.
Untuk membantu mengurangi risiko cedera, dr. Andre menyarankan untuk melakukan pemanasan dinamis selama 10–15 menit sebelum bermain, rutin melatih kekuatan otot bahu dan tulang belikat, serta meningkatkan intensitas latihan secara bertahap. Apabila nyeri bahu terus berulang, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai kelemahan saat mengangkat lengan, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
“Perlu diingat, bermain padel secara rutin bukan berarti otot bahu sudah cukup kuat. Padahal, gerakan memukul bola berulang justru dapat meningkatkan risiko cedera apabila tidak diimbangi dengan latihan penguatan yang tepat. Latihan penguatan khusus diperlukan untuk mengurangi risiko cedera,” tegas dr. Andre.
Baca juga: Penjelasan Cedera Lutut Padel oleh dr. William Chandra Sp.OT dari RS Mandaya Puri
Fasilitas rehabilitasi di RS Mandaya Royal Puri

Jika Anda mengalami cedera akibat olahraga, termasuk padel, atau membutuhkan pemulihan setelah operasi maupun stroke, RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan rehabilitasi medik dengan dukungan fasilitas modern untuk membantu memulihkan fungsi gerak dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Berikut sejumlah fasilitas rehabilitasi medik yang tersedia:
- Waiting Lounge Rehabilitation Center: Ruang tunggu nyaman bagi pasien dan keluarga sebelum maupun sesudah terapi.
- Hydrotherapy Pool: Kolam terapi air untuk membantu melatih kekuatan otot, fleksibilitas sendi, dan keseimbangan tubuh.
- Indoor Exercise Track: Lintasan latihan dalam ruangan untuk melatih kemampuan berjalan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh.
- Ergocycle dan Treadmill: Peralatan latihan untuk mendukung kebugaran, daya tahan jantung dan paru, serta koordinasi gerak.
- Examination Room: Ruang pemeriksaan untuk mengevaluasi kondisi pasien dan memantau perkembangan terapi.
- Therapy Room: Ruang untuk menjalankan fisioterapi, terapi okupasi, dan tindakan rehabilitasi lainnya sesuai kebutuhan pasien.
- Virtual Reality: Teknologi Oculus–Rewellio untuk mendukung latihan gerak, ketangkasan, dan pengelolaan nyeri pada pasien stroke.
- Rehabilitasi di ICU: Layanan rehabilitasi selama perawatan intensif dengan dukungan Philips Cough Assist, Tilting Table, dan MOTOmed Letto2 Leg/Arm Cycle.
- Comprehensive Monitored Cardiovascular Training: Latihan kardio menggunakan lintasan dalam ruangan, ergocycle, dan treadmill dengan pemantauan kardiovaskular melalui Polar OH1 dan Teams.
Baca juga: Tendinitis Akibat Padel, Kenali Gejala dan Pengobatannya Ini
Advanced Laser & Shockwave Rehab Center Mandaya Puri: Fasilitas Rehabilitasi Medik dengan Teknologi Modern

Jika Anda mengalami cedera olahraga, nyeri otot dan sendi, atau membutuhkan pemulihan setelah aktivitas fisik yang berat, Advanced Laser & Shockwave Rehab Center Mandaya menyediakan berbagai teknologi rehabilitasi untuk membantu meredakan nyeri dan mendukung pemulihan fungsi tubuh sesuai kebutuhan medis pasien.
Berikut teknologi dan fasilitas yang tersedia beserta fungsinya:
- Low Level Laser Therapy (LLLT): Terapi laser berintensitas rendah untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan serta mendukung pemulihan jaringan.
- High Intensity Laser Therapy (HILT): Terapi laser berintensitas tinggi untuk membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi serta rentang gerak pada gangguan otot, tulang, dan sendi.
- Shockwave Therapy: Terapi gelombang kejut untuk membantu mengurangi nyeri dan merangsang proses pemulihan jaringan, seperti tendon dan ligamen.
- Diathermy: Terapi yang menggunakan energi untuk menghasilkan panas pada jaringan tubuh, membantu merilekskan otot dan meningkatkan sirkulasi darah di area terapi.
- Cryotherapy: Terapi suhu dingin yang dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan setelah cedera atau aktivitas fisik yang berat.
Baca juga: Pergelangan Tangan Keseleo Akibat Padel, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya
Dokter rehab medik di Mandaya Royal Hospital Puri
Tidak hanya memiliki fasilitas rehab medik yang komprehensif, Mandaya Royal Hospital Puri juga didukung oleh tim dokter spesialis rehab medik yang berpengalaman, yaitu:
1. dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR

Salah satu dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi yang dapat Anda temui di RS Mandaya Royal Puri adalah dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR.
dr. Andre menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Atma Jaya, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia.
Beliau memiliki kompetensi dalam berbagai layanan rehabilitasi medik, di antaranya:
- Elektroterapi
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Rehabilitasi pascastroke.
dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal berikut:
- Senin: 08.30–15.30 WIB
- Selasa: 08.30–15.30 WIB
- Rabu: 08.30–15.30 WIB
- Kamis: 08.30–15.30 WIB
- Jumat: 08.30–15.30 WIB
- Sabtu: 14.30–19.00 WIB.
2. dr. Eugene Nathania, Sp.KFR

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR merupakan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik yang menempuh pendidikan dokter umum serta spesialis di Universitas Indonesia.
Beliau memiliki keahlian dalam berbagai bidang rehabilitasi, seperti rehabilitasi obstetri, manual therapy, taping, hingga dry needling. Selain itu, dr. Eugene juga menangani berbagai keluhan nyeri muskuloskeletal serta membantu pasien mengembalikan fungsi gerak dan mobilitas tubuh.
Jadwal praktik dr. Eugene Nathania, Sp.KFR di RS Mandaya Royal Puri adalah:
- Senin: 08.00–14.00 WIB
- Selasa: 08.00–14.00 WIB
- Rabu: 08.00–14.00 WIB
- Kamis: 08.00–14.00 WIB
- Jumat: 08.00–14.00 WIB
- Sabtu: 08.00–14.00 WIB.
3. dr. Johanes Putra, Sp.KFR

Rekomendasi dokter rehabilitasi medik lainnya di RS Mandaya Royal Puri adalah dr. Johanes Putra, Sp.KFR.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, kemudian meraih gelar spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Universitas Indonesia.
Fokus praktik dr. Johanes meliputi penanganan gangguan muskuloskeletal yang melibatkan otot, tulang, dan sendi. Selain itu, beliau juga memiliki kompetensi dalam melakukan manajemen nyeri intervensi untuk membantu mengurangi keluhan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
dr. Johanes Putra, Sp.KFR membuka praktik di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Senin: 14.30–20.00 WIB
- Selasa: 14.30–20.00 WIB
- Rabu: 14.30–20.00 WIB
- Kamis: 14.30–20.00 WIB
- Jumat: 14.30–20.00 WIB
- Sabtu: 08.00–14.00 WIB.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri


Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

