Cara Mengetahui Benjolan di Payudara Kanker atau Bukan, Kenali Pemeriksaannya di RS Mandaya Puri

Cara Mengetahui Benjolan di Payudara Kanker atau Bukan, Kenali Pemeriksaannya di RS Mandaya Puri

Benjolan di payudara belum tentu kanker. Benjolan dapat muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari perubahan jaringan payudara yang tidak berbahaya hingga tumor yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Karena itu, munculnya benjolan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda kanker, tetapi juga tidak diabaikan.

Cara mengetahui benjolan di payudara kanker atau bukan perlu dilakukan melalui pemeriksaan medis. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan seperti mamografi dan USG payudara untuk melihat karakteristik benjolan dan kondisi jaringan di sekitarnya. Jika diperlukan, pemeriksaan lebih lanjut seperti vacuum-assisted breast biopsy (VABB) dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan untuk diperiksa.

RS Mandaya Royal Puri menyediakan berbagai pilihan pemeriksaan untuk membantu mengevaluasi benjolan payudara, mulai dari pemeriksaan pencitraan hingga tindakan biopsi. Dengan deteksi dan evaluasi sejak dini, kondisi benjolan dapat diketahui dengan lebih jelas sehingga dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai.

Konsultasi dokter

Cara mengetahui benjolan di payudara kanker atau bukan 

Pemeriksaan rutin untuk skrining kanker payudara dapat membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini, ketika penyakit lebih mudah ditangani. Meskipun mamografi dianggap sebagai pemeriksaan standar utama untuk mendeteksi kanker payudara, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan skrining lainnya, seperti USG payudara. 

Berikut ini adalah beberapa teknologi dan layanan yang bisa dilakukan di RS Mandaya Royal Puri sebagai cara mengetahui benjolan di payudara kanker atau bukan:

1. Mamografi

Mamografi adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X dengan dosis rendah untuk membantu mendeteksi kanker payudara. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai skrining pada perempuan yang tidak memiliki gejala maupun untuk mengevaluasi payudara pada perempuan yang mengalami gejala yang mungkin berkaitan dengan kanker.

Mamografi dapat membantu menemukan kanker payudara sejak dini, bahkan ketika ukurannya masih kecil. Pada beberapa kasus, kanker payudara dapat terlihat melalui mamografi sebelum benjolan dapat dirasakan. Ketika kanker payudara ditemukan pada tahap awal, peluang keberhasilan pengobatan umumnya lebih besar.

Secara umum, mamografi digunakan untuk dua tujuan utama:

  • Mamografi skrining, yaitu pemeriksaan untuk mencari tanda-tanda kanker payudara pada perempuan yang tidak memiliki gejala atau keluhan pada payudara. Biasanya, gambar sinar-X diambil dari masing-masing payudara dengan dua sudut pengambilan yang berbeda.
  • Mamografi diagnostik, yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi payudara ketika seseorang mengalami gejala tertentu atau ketika ditemukan sesuatu yang tidak normal pada hasil mamografi skrining. Pemeriksaan ini dapat mencakup pengambilan gambar tambahan dari area payudara tertentu yang tidak termasuk dalam pemeriksaan skrining. Mamografi diagnostik juga terkadang dilakukan pada orang yang sebelumnya pernah menjalani pengobatan kanker payudara.

2. USG Payudara

USG payudara adalah pemeriksaan pencitraan yang digunakan dokter untuk melihat bagian dalam payudara. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat area tertentu pada payudara secara lebih detail. USG payudara dapat dilakukan setelah mamografi untuk mengevaluasi lebih lanjut perubahan yang ditemukan, atau dilakukan bersamaan dengan mamografi sebagai bagian dari pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara.

USG payudara dapat membantu menunjukkan apakah benjolan pada payudara berupa kista berisi cairan yang umumnya tidak bersifat kanker atau berupa massa padat yang dapat berkaitan dengan kanker dan mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter dapat merekomendasikan USG payudara jika:

  • Terdapat area tertentu pada payudara yang terlihat tidak normal, kurang jelas, atau berbeda dari jaringan di sekitarnya pada hasil mamografi dan perlu diperiksa lebih lanjut.
  • Anda atau dokter dapat merasakan adanya benjolan pada payudara.
  • Terdapat area tertentu pada payudara yang terasa nyeri.
  • Anda memiliki jaringan payudara yang padat. Dalam kondisi ini, dokter dapat merekomendasikan USG sebagai pemeriksaan tambahan bersama mamografi dalam skrining kanker payudara.
  • Anda masih berada di bawah usia yang direkomendasikan untuk menjalani mamografi secara rutin.

USG payudara juga dapat digunakan untuk membantu dokter selama prosedur biopsi. Dengan panduan USG, dokter dapat memastikan sampel jaringan diambil dari area yang tepat. Sampel tersebut kemudian dapat diperiksa oleh dokter patologi menggunakan mikroskop untuk membantu menentukan apakah terdapat kanker payudara atau tidak.

Baca juga: RS Mandaya Punya Klinik Payudara, Cek Benjolan di Hari yang Sama

3. Vacuum-assisted breast biopsy (VABB)

Vacuum-assisted breast biopsy (VABB) adalah prosedur biopsi yang menggunakan bantuan tekanan vakum untuk mengambil beberapa sampel jaringan dari area payudara yang terlihat tidak normal. Sampel tersebut kemudian diperiksa untuk membantu mengetahui apakah perubahan pada jaringan bersifat jinak atau berkaitan dengan kanker.

VABB merupakan salah satu alternatif dari biopsi core konvensional untuk mengevaluasi lesi payudara yang mencurigakan. Dengan satu kali memasukkan alat biopsi, dokter dapat mengambil beberapa potongan jaringan dari area yang perlu diperiksa.

Sebelum tindakan dilakukan, lokasi kelainan pada payudara akan ditentukan secara tepat menggunakan pemeriksaan pencitraan, seperti USG atau mamografi. Selanjutnya, dokter membuat sayatan kecil, sekitar 5 mm (0,5 cm), untuk memasukkan alat dan mengambil sampel jaringan dari area yang dicurigai.

Beberapa kelainan pada payudara berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat terlihat melalui pemeriksaan mamografi. Jika dokter menemukan area yang mencurigakan dari hasil mamografi, USG payudara, atau MRI, biopsi dapat direkomendasikan untuk memastikan diagnosis dan menentukan apakah terdapat kanker payudara.

VABB dapat menjadi salah satu pilihan pengambilan sampel jaringan untuk membantu mendiagnosis atau menyingkirkan kemungkinan kanker payudara.

Baca juga: 5 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Pentingnya skrining payudara meskipun tidak ada benjolan ataupun gejala

Tidak adanya benjolan atau gejala pada payudara bukan berarti seseorang terbebas dari risiko kanker payudara. Skrining payudara dilakukan untuk mencari tanda-tanda kanker sebelum munculnya gejala, sehingga perubahan pada jaringan payudara dapat diketahui lebih awal.

Salah satu manfaat skrining adalah membantu menemukan kanker payudara pada tahap awal, ketika kanker masih berukuran kecil dan umumnya lebih mudah ditangani. Karena itu, pemeriksaan skrining tetap penting meskipun Anda tidak merasakan adanya benjolan, nyeri, atau perubahan pada payudara.

Jenis dan waktu pemeriksaan skrining dapat berbeda pada setiap orang. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan payudara yang sesuai dengan usia, kondisi, serta faktor risiko Anda.

Bukan hanya benjolan, kenali gejala kanker payudara lainnya

Gejala kanker payudara dapat berbeda pada setiap orang. Salah satu tanda yang paling sering ditemukan adalah munculnya benjolan atau massa baru pada payudara. Benjolan yang bersifat ganas cenderung terasa keras, tidak nyeri, dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Namun, kanker payudara juga dapat muncul sebagai benjolan yang berbentuk bulat, lunak, terasa nyeri, atau sensitif. Karena itu, setiap benjolan atau perubahan baru pada payudara sebaiknya diperiksakan ke dokter, apa pun bentuk dan karakteristiknya.

Selain benjolan, terdapat beberapa tanda dan gejala kanker payudara lain yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Nyeri pada payudara atau puting.
  • Kulit payudara tampak berlekuk atau tertarik ke dalam sehingga menyerupai permukaan kulit jeruk.
  • Pembengkakan pada sebagian atau seluruh bagian payudara.
  • Puting tertarik ke dalam.
  • Kulit puting atau payudara menjadi merah, kering, mengelupas, atau menebal.
  • Keluar cairan dari puting yang bukan ASI.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau di sekitar tulang selangka.

Meski demikian, sebagian orang dengan kanker payudara tidak mengalami gejala apa pun. Inilah sebabnya skrining kanker payudara secara rutin tetap penting, bahkan ketika tidak terdapat benjolan maupun keluhan pada payudara.

Fasilitas untuk pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

RS Mandaya Royal Puri menyediakan sejumlah fasilitas untuk membantu pasien dan keluarga yang datang dari luar kota maupun luar negeri, antara lain:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Fasilitas penjemputan bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari bandara, stasiun, atau pelabuhan menggunakan ambulans yang dilengkapi peralatan medis serta didampingi tenaga kesehatan.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Pilihan tempat menginap bagi keluarga yang mendampingi pasien, termasuk Sleep Hub yang berada di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta pilihan apartemen di sekitar rumah sakit.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan bagi pasien dari luar negeri, mulai dari koordinasi kebutuhan medis, penerjemah, hingga proses administrasi. Untuk informasi lebih lanjut, International Patient Relation dapat dihubungi melalui 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. MD Anderson Cancer Center. Mammogram vs. Breast Ultrasound: What’s the Difference? https://www.mdanderson.org/cancerwise/mammogram-vs–breast-ultrasound–what-s-the-difference.h00-159702279.html. Diakses pada 8 Oktober 2026.
  2. American Cancer Society. Mammograms. https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/mammograms.html. Diakses pada 8 Oktober 2026.
  3. Cleveland Clinic. Breast Ultrasound. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21496-breast-ultrasound. Diakses pada 8 Oktober 2026.
  4. Gleneagles Hospital. Vacuum-Assisted Biopsy. https://www.gleneagles.com.sg/tests-treatments/vacuum-assisted-biopsy. Diakses pada 8 Oktober 2026.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Breast Cancer Screening. https://www.cdc.gov/breast-cancer/screening/index.html. Diakses pada 8 Oktober 2026.
  6. Breast Cancer Research Foundation (BCRF). Signs of Breast Cancer. https://www.bcrf.org/about-breast-cancer/signs-of-breast-cancer/. Diakses pada 8 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes