Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan operasi bypass jantung atau coronary artery bypass grafting (CABG) untuk membuat jalur baru bagi aliran darah menuju otot jantung. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain, seperti pembuluh darah dari dada, lengan, atau kaki.
Selain teknik bypass jantung konvensional, kini tersedia metode minimal invasif yang dikenal sebagai minimally invasive coronary artery bypass surgery atau MICS CABG. Berbeda dengan teknik konvensional yang umumnya memerlukan pembukaan tulang dada dengan sayatan yang besar, MICS CABG dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil di sisi kiri dada, dengan ukuran sekitar 7–10 cm.

Seorang pasien asal Surabaya menjalani operasi bypass jantung MICS bersama dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K) di RS Mandaya Royal Puri. Pada kasus ini, awalnya sang pasien sempat akan menjalani tindakan pemasangan ring/stent. Namun, karena penyumbatannya terlalu banyak (2 pembuluh darah jantung tersumbat total dan 1 tersumbat sekitar 92%), tindakan bypass jantung perlu dilakukan. Menariknya, tindakan bypass jantung ini dilakukan hanya dengan sayatan 7 cm.
“(Pas bangun dari efek bius), saya lihat (di mana) lukanya? Loh, tidak seperti adik ipar saya (yang pernah menjalani bypass jantung konvensional). Mana saya yang dioperasi? Ternyata tidak ada (tidak membelah tulang dada), adanya cuma sedikit di samping (tubuh). (Setelah operasi) lebih enak napasnya, lebih lega sekarang, sudah enak,” ujar Pak Eko dan sang istri saat menceritakan pengalamannya.
Contents
Sempat takut operasi bypass jantung, pasien menemukan pilihan MICS dengan sayatan lebih kecil
Bapak Eko, pasien berusia 66 tahun asal Surabaya, awalnya tidak menyangka akan menjalani operasi bypass jantung. Sebelumnya, ia masih beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Namun, suatu hari setelah pulang kerja, tubuhnya terasa sangat lelah. Ia kemudian tidur selama sekitar dua jam, tetapi mengalami keringat berlebih hingga akhirnya dibangunkan oleh anaknya dan dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani pemeriksaan, pasien sempat dirawat di ruang intensif selama beberapa hari. Dari pemeriksaan lebih lanjut, diketahui terdapat penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Rencana pemasangan ring sempat dipertimbangkan, tetapi tidak dapat dilakukan karena penyumbatan yang dialaminya cukup banyak. Dokter kemudian menyarankan tindakan bypass jantung.
Mendengar bahwa dirinya perlu menjalani operasi bypass, pasien dan keluarganya sempat merasa khawatir. Kekhawatiran tersebut muncul karena membayangkan operasi bypass konvensional yang dilakukan melalui dada dengan sayatan panjang. Keluarga juga memiliki pengalaman kerabat yang pernah menjalani operasi melalui dada dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Pasien bersama keluarganya kemudian mencari dokter yang dapat menangani kondisinya dengan pendekatan yang tidak terlalu invasif. Dari pencarian tersebut, mereka mengetahui dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa RS Mandaya Royal Puri, bisa menangani operasi bypass jantung minimal invasif atau MICS dengan sayatan yang lebih kecil di sisi dada.
Setelah berdiskusi dengan dokter dan mengetahui bahwa operasi tidak dilakukan dengan membuka dada secara panjang seperti yang dibayangkannya, pasien akhirnya memberanikan diri untuk menjalani tindakan tersebut. Ia kemudian menjalani operasi bypass jantung minimal invasif di RS Mandaya Royal Puri.
“Mana saya yang dioperasi?” melihat luka sayat yang hanya sedikit di samping dada
Pasien menjalani operasi pada malam hari setelah sebelumnya berdiskusi dengan dokter mengenai kondisinya. Menurut cerita keluarganya, proses operasi berjalan dengan baik dan selesai pada malam yang sama. Keesokan paginya, pasien sudah dibangunkan dan dapat diajak berkomunikasi.
Hal yang paling membuat pasien dan keluarganya terkejut adalah kondisi luka setelah operasi. Sebelum tindakan, pasien sempat membayangkan operasi besar dengan luka panjang di bagian dada. Namun, ketika sudah sadar, ia justru tidak melihat luka seperti yang dibayangkannya.
Pengalaman tersebut membuat Pak Eko merasa lega karena tindakan yang sebelumnya ia bayangkan sebagai operasi besar ternyata dilakukan dengan sayatan yang relatif kecil. Setelah operasi, ia juga merasakan perubahan pada pernapasannya. Sebelumnya, pasien sering mengalami batuk hingga sesak. Setelah menjalani tindakan, ia mengatakan napasnya terasa lebih enak.
Bagi pasien dan keluarga, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang disyukuri. Setelah melewati rasa takut sebelum operasi, pasien berharap dapat kembali sehat dan memiliki kesempatan untuk menikmati waktu bersama anak dan cucunya.
Mengenal penyakit jantung koroner yang bisa memicu serangan jantung
Pengalaman pasien berusia 66 tahun asal Surabaya menjalani operasi bypass jantung minimal invasif di RS Mandaya Royal Puri berawal dari ditemukannya penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien diketahui memiliki penyumbatan yang cukup berat sehingga pemasangan ring tidak dapat dilakukan. Kondisi tersebut kemudian membuat dokter merekomendasikan operasi bypass jantung sebagai salah satu pilihan penanganan. Kondisi seperti ini dapat ditemukan pada penyakit jantung koroner (coronary artery disease/CAD) dan dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner, yang berfungsi mengalirkan darah kaya oksigen ke otot jantung, mengalami penyempitan atau tersumbat. Salah satu penyebab yang umum adalah penumpukan plak di dalam dinding pembuluh darah, termasuk plak yang terbentuk dari kolesterol. Ketika plak semakin menumpuk, ruang di dalam pembuluh darah menjadi semakin sempit sehingga aliran darah menuju otot jantung dapat terganggu.
Pada sebagian orang, penyakit jantung koroner dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi dapat menjadi lebih serius ketika plak di dalam pembuluh darah pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah. Bekuan tersebut dapat menyumbat aliran darah sehingga otot jantung kekurangan oksigen dan akhirnya menyebabkan serangan jantung.
Serangan jantung merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi akibat penyakit jantung koroner dan membutuhkan penanganan medis segera. Jika berlangsung dalam jangka panjang, penyakit jantung koroner juga dapat meningkatkan risiko sejumlah komplikasi lain, seperti:
- Gangguan irama jantung (aritmia), yaitu kondisi ketika irama atau detak jantung tidak berjalan secara normal.
- Henti jantung (cardiac arrest), yaitu kondisi ketika jantung secara tiba-tiba berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.
- Syok kardiogenik, yaitu kondisi serius ketika jantung tidak mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
- Gagal jantung, yaitu kondisi ketika kemampuan jantung dalam memompa darah mengalami penurunan.
Karena penyakit jantung koroner tidak selalu menimbulkan gejala yang khas sejak awal, pemeriksaan kesehatan jantung penting dilakukan, terutama jika mulai muncul keluhan seperti nyeri dada atau terdapat faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Konsultasikan kebutuhan operasi bypass jantung dengan dr. Wirya di RS Mandaya Puri

dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa. Salah satu bidang yang menjadi fokus beliau adalah penerapan teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), termasuk operasi bypass jantung melalui pendekatan minimal invasif tanpa perlu membelah tulang dada seperti pada teknik konvensional.
dr. Wirya juga memiliki pengalaman dalam penerapan teknologi robotik Da Vinci Xi untuk mendukung prosedur bypass jantung dengan pendekatan minimal invasif. Dengan bantuan teknologi ini, tindakan dapat dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil pada pasien yang memenuhi indikasi medis.
Berikut beberapa video mengenai prosedur bypass jantung dengan pendekatan minimal invasif dan teknologi robotik bersama dr. Wirya:
dr. Wirya juga telah memiliki lisensi untuk menggunakan sistem robotik Da Vinci Xi dalam tindakan bypass jantung robotik. Pemilihan teknik MICS maupun penggunaan teknologi robotik tetap disesuaikan dengan kondisi dan indikasi medis masing-masing pasien.
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi mengenai pilihan operasi bypass jantung, dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K) tersedia di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.30–20.00 WIB
- Kamis: 16.30–20.00 WIB
- Sabtu: 10.00–13.00 WIB
Fasilitas untuk pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri


Bagi pasien yang datang dari luar Jakarta, seperti Eko yang berasal dari Surabaya, perjalanan untuk mendapatkan perawatan jantung dapat membutuhkan persiapan tambahan. RS Mandaya Royal Puri menyediakan sejumlah fasilitas untuk membantu pasien dan keluarga yang datang dari luar kota maupun luar negeri, antara lain:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Fasilitas penjemputan bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari bandara, stasiun, atau pelabuhan menggunakan ambulans yang dilengkapi peralatan medis serta didampingi tenaga kesehatan.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Pilihan tempat menginap bagi keluarga yang mendampingi pasien, termasuk Sleep Hub yang berada di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta pilihan apartemen di sekitar rumah sakit.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan bagi pasien dari luar negeri, mulai dari koordinasi kebutuhan medis, penerjemah, hingga proses administrasi. Untuk informasi lebih lanjut, International Patient Relation dapat dihubungi melalui 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Coronary Artery Bypass Grafting. https://www.nhlbi.nih.gov/health/coronary-artery-bypass-grafting. Diakses pada 8 Oktober 2026.
- Bangkok Hospital. Summary of the Advantages of Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS): A Fast-Recovery Option. https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-heart/content/minimally-invasive-cardiac-surgery-mics. Diakses pada 8 Oktober 2026.
- Cleveland Clinic. Coronary Artery Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease. Diakses pada 8 Oktober 2026.

