Operasi Bypass Jantung MICS dengan Robot Da Vinci Xi: Luka Hanya 5 Cm dan Pasien Sadar 2 Jam Setelah Operasi

Operasi Bypass Jantung MICS dengan Robot Da Vinci Xi: Luka Hanya 5 Cm dan Pasien Sadar 2 Jam Setelah Operasi

Operasi bypass jantung atau coronary artery bypass grafting (CABG) merupakan prosedur untuk membuat jalur baru bagi aliran darah agar dapat melewati pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat akibat penyakit jantung koroner. Dalam prosedur ini, dokter menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain sebagai bypass graft, sehingga aliran darah menuju otot jantung dapat kembali lebih optimal.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Minimally Invasive Cardiac Surgery Coronary Artery Bypass Grafting (MICS CABG). Berbeda dengan operasi bypass konvensional yang membutuhkan pembukaan tulang dada, MICS CABG dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil di area sela tulang rusuk atau bawah payudara kiri. Dengan teknik dan instrumen khusus, dokter dapat membuat bypass graft tanpa perlu membelah tulang dada, sehingga tindakan dilakukan dengan pendekatan yang lebih minimal invasif.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K), dokter bedah jantung ahli bypass jantung MICS

Teknologi robotik kini juga dapat digunakan untuk mendukung prosedur bypass jantung minimal invasif. Di RS Mandaya Royal Puri, dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa, melakukan MICS CABG dengan bantuan sistem robotik Da Vinci Xi. Pada tindakan tersebut, sayatan yang dibuat berukuran sekitar 5 cm, dan pasien sudah sadar sekitar dua jam setelah operasi serta bisa langsung berkomunikasi dengan baik. 

Konsultasi dokter

Kondisi pasien sebelum menjalani bypass jantung dengan robot

Pasien yang menjalani tindakan ini merupakan pria berusia 63 tahun asal Surabaya. Sebelum datang ke RS Mandaya Royal Puri, pasien mengalami keluhan nyeri dada dan sempat menjalani pemeriksaan di Penang, Malaysia. Hasil kateterisasi jantung menunjukkan adanya penyumbatan pada tiga pembuluh darah koroner, dengan dua pembuluh mengalami sumbatan total dan satu pembuluh lainnya mengalami penyempitan hingga sekitar 95%.

Pada kondisi seperti ini, penyumbatan pembuluh darah koroner yang berat dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah jantung serius. Karena itu, dokter merencanakan tindakan bypass jantung untuk membuat jalur baru bagi aliran darah menuju otot jantung.

Pada kasus pasien ini, tindakan dilakukan dengan pendekatan robotic-assisted MICS CABG menggunakan sistem robot Da Vinci Xi. Dokter melakukan empat bypass sesuai dengan rencana tindakan yang telah ditentukan.

Bypass jantung dengan sayatan hanya sekitar 5 cm

MICS

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam prosedur ini adalah ukuran sayatan. Dengan bantuan robot, dokter dapat melakukan tindakan melalui akses yang lebih kecil dibandingkan pendekatan bypass jantung konvensional.

Beberapa hal yang menjadi keunggulan pendekatan minimal invasif dengan bantuan robot pada kasus ini antara lain:

  • Sayatan lebih kecil: Ukuran luka operasi yang digunakan pada tindakan ini sekitar 5 cm.
  • Mengurangi trauma pada tulang dada: MICS CABG dilakukan tanpa membuka tulang dada seperti pada operasi bypass konvensional.
  • Presisi dengan bantuan robot: Sistem robot membantu dokter melakukan gerakan pembedahan dengan tingkat presisi yang tinggi melalui tampilan area operasi secara detail.
  • Menjaga kualitas pembuluh darah: Dokter berupaya menghindari cedera pada pembuluh darah di dinding dada yang akan digunakan sebagai bahan bypass agar tetap memiliki kualitas yang baik.
  • Potensi pemulihan lebih nyaman: Sayatan yang lebih kecil dapat berkaitan dengan perdarahan dan nyeri pascaoperasi yang lebih minimal, serta mendukung proses pemulihan pasien.

Dalam tindakan tersebut, proses bypass dilakukan dengan bantuan sistem robotik dan empat jalur bypass berhasil dibuat sesuai rencana. Penggunaan teknologi robotik bukan hanya bertujuan membuat sayatan lebih kecil, tetapi juga membantu dokter bekerja secara lebih presisi pada area yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Pasien mulai sadar sekitar 1–2 jam setelah operasi

Pendekatan minimal invasif dengan bantuan robot juga dapat mendukung proses pemulihan setelah operasi. Setelah tindakan selesai, pasien direncanakan untuk dibangunkan dan dipantau di ICU. Berdasarkan pengalaman pada kasus ini, pasien sudah dapat mulai makan, minum, dan berkomunikasi dengan keluarga sekitar dua jam setelah tiba di ICU, apabila kondisi klinisnya memungkinkan.

Pemulihan setiap pasien tentu dapat berbeda, bergantung pada kondisi jantung, jenis tindakan, dan respons tubuh setelah operasi. Namun, pendekatan seperti MICS CABG dengan bantuan robot membuka peluang bagi pasien untuk menjalani bypass melalui sayatan yang lebih kecil dengan proses pemulihan yang dapat lebih nyaman.

Bagi pasien dengan penyakit jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah yang membutuhkan bypass, pilihan teknik operasi perlu ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah pendekatan minimal invasif dan bantuan robot sesuai untuk pasien.

Baca juga: Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: Mulai dari Pasang Ring/Stent hingga Operasi Bypass Jantung

Mengenal penyakit jantung koroner yang bisa picu serangan jantung

Kasus pasien berusia 63 tahun yang menjalani operasi bypass jantung dengan bantuan robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri berawal dari adanya penyumbatan berat pada pembuluh darah koroner. Hasil kateterisasi menunjukkan dua pembuluh darah utama mengalami penyumbatan total, sementara satu pembuluh lainnya menyempit hingga sekitar 95%. Kondisi tersebut merupakan salah satu gambaran penyakit jantung koroner (coronary artery disease/CAD) yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner yang bertugas memasok darah kaya oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penumpukan plak, termasuk kolesterol, di dalam dinding pembuluh darah. Semakin besar penumpukan plak, semakin terbatas pula aliran darah yang dapat mencapai otot jantung.

Penyakit jantung koroner juga dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Masalah serius dapat terjadi ketika plak pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah yang kemudian menghambat aliran darah ke jantung. Jika aliran darah terhenti, otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen dan dapat terjadi serangan jantung.

Serangan jantung merupakan salah satu komplikasi utama penyakit jantung koroner dan membutuhkan penanganan medis segera. Selain itu, penyakit jantung koroner yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain, seperti:

  • Gangguan irama jantung (aritmia), yaitu kondisi ketika detak jantung menjadi tidak normal.
  • Henti jantung (cardiac arrest), ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah.
  • Syok kardiogenik, yaitu kondisi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Gagal jantung, ketika kemampuan jantung memompa darah secara bertahap menurun.

Karena penyakit jantung koroner dapat berkembang tanpa gejala yang khas, pemeriksaan dan evaluasi kondisi jantung menjadi penting, terutama ketika seseorang mulai mengalami keluhan seperti nyeri dada atau memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Konsultasikan kebutuhan operasi bypass jantung Anda dengan dr. Wirya di RS Mandaya Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa. Beliau memiliki fokus pada penerapan teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), termasuk prosedur bypass jantung dengan pendekatan minimal invasif tanpa perlu membelah tulang dada.

dr. Wirya dikenal sebagai salah satu pelopor penerapan teknologi robotik Da Vinci Xi untuk prosedur bypass jantung di Indonesia. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung tindakan bypass jantung dengan pendekatan minimal invasif melalui sayatan yang lebih kecil.

Untuk mendukung kompetensinya dalam melakukan prosedur tersebut, dr. Wirya juga telah memiliki lisensi penggunaan sistem robotik Da Vinci Xi untuk tindakan bypass jantung robotik. Keahlian dan teknologi ini memungkinkan penerapan pendekatan bypass jantung minimal invasif dengan bantuan robotik pada pasien yang sesuai dengan indikasi medis.

dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.30–20.00 WIB
  • Kamis: 16.30–20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00–13.00 WIB.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Coronary Bypass Surgery. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-bypass-surgery/about/pac-20384589. Diakses pada 7 Oktober 2026.
  2. Bangkok Hospital. MICS CABG. https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-heart/content/mics-cabg. Diakses pada 7 Oktober 2026.
  3. Cleveland Clinic. Coronary Artery Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease. Diakses pada 7 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes