Aneurisma otak adalah kondisi ketika terdapat tonjolan pada area dinding pembuluh darah yang melemah di dalam atau sekitar otak. Sebagian aneurisma berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Namun, jika aneurisma pecah, kondisi ini dapat mengancam nyawa. Salah satu tanda yang dapat muncul adalah sakit kepala hebat yang terjadi secara tiba-tiba dan terasa sangat berbeda dari biasanya.

Kondisi tersebut juga dialami oleh Lo Meng Kong, pasien yang mengalami aneurisma otak hingga menimbulkan keluhan berupa leher terasa pegal dan sakit kepala hebat. Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, pasien kemudian menjalani pemeriksaan digital subtraction angiography (DSA) dan tindakan flow diversion bersama Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS alias Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri. Setelah menjalani tindakan, kondisi Pak Lo kini sudah stabil dan ia merasa jauh lebih baik.
“Sudah lebih baik, walaupun masih ada pusing-pusing sedikit. Mungkin dari obat pengencer darah dan stent, ya mungkin darahnya masih lancar. (Sudah) penyesuaian. Bagus, sih, Dr. Joy. Untuk mungkin ada penjelasan yang ke keluarga yang bisa dimengerti juga. Terus kalau Dr. Joy selalu visit, kan, selalu cek respons saya (setelah operasi). Pelayanannya di sini, sih, bagus, untuk mulai dari cleaning service-nya, untuk gizi apa semua dan juga untuk perawat-perawatnya, sih, membantu banget,” kata Pak Lo Meng Kong.
Contents
Berawal dari leher pegal hingga sakit kepala hebat
Pengalaman Pak Lo Meng Kong dengan aneurisma otak bermula setelah ia selesai berjalan pagi dan mandi. Saat itu, lehernya tiba-tiba terasa pegal. Keluhan tersebut kemudian semakin kuat hingga disertai sakit kepala hebat yang terasa menekan dari bagian atas kepala. Rasa sakit yang dialaminya begitu berat sampai membuat Pak Lo kesulitan membuka mata.
Ia masih dalam kondisi sadar ketika dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Dari pemeriksaan awal, dokter menemukan adanya pembuluh darah yang mengalami pelebaran. Tekanan darah Pak Lo saat itu juga dilaporkan cukup tinggi, mencapai sekitar 215/100 mmHg. Ia kemudian menjalani perawatan untuk menstabilkan kondisinya sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan DSA kemudian dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah otak secara lebih jelas. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pembuluh darah yang membesar. Berdasarkan evaluasi lebih lanjut, dokter mencurigai aneurisma berasal dari pembuluh darah di sekitar batang otak.
Baca juga: Ciri Khas Aneurisma Otak yang Perlu Diwaspadai
Aneurisma kompleks ditangani dengan flow diversion
Untuk memastikan kondisi pembuluh darah secara lebih detail, Pak Lo kemudian menjalani pemeriksaan CT angiography. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya aneurisma yang kompleks, yaitu dissecting aneurysm pada arteri vertebralis sebelah kiri. Kondisi ini terjadi ketika terdapat robekan pada lapisan dalam dinding pembuluh darah. Robekan tersebut memungkinkan darah mengalir di antara lapisan dinding pembuluh darah dan memisahkan lapisan-lapisan tersebut.
Karakter aneurisma yang berbentuk fusiform membuat kondisi tersebut tidak dapat ditangani dengan metode seperti clipping atau coiling. Karena itu, dokter memilih flow diversion sebagai tindakan untuk menangani aneurisma sekaligus membantu mempertahankan aliran darah pada cabang pembuluh darah di sekitarnya.
Pada prosedur ini, stent khusus ditempatkan di dalam pembuluh darah untuk mengubah aliran darah yang menuju aneurisma. Seiring waktu, pendekatan tersebut diharapkan membantu proses rekonstruksi dinding pembuluh darah dan mengurangi aliran darah yang masuk ke area aneurisma.
Setelah menjalani tindakan, kondisi Pak Lo berangsur membaik. Ia masih merasakan sedikit pusing yang menurutnya mungkin berkaitan dengan proses penyesuaian setelah penggunaan obat pengencer darah dan pemasangan stent. Selama masa perawatan, ia juga mendapatkan pemantauan dari Dr. Joy yang secara rutin melakukan kunjungan dan memeriksa responsnya setelah tindakan.
Pak Lo menilai penjelasan yang diberikan kepada keluarga mudah dipahami dan merasa terbantu dengan pelayanan tim di RS Mandaya Royal Puri selama menjalani perawatan.
Baca juga: Sakit Kepala di Belakang Mata? Hati-hati Aneurisma Otak, Kenali Penanganannya Ini
Lebih dekat dengan tindakan flow diversion untuk aneurisma otak
Flow diversion merupakan salah satu metode penanganan aneurisma otak yang dilakukan secara minimal invasif. Dalam prosedur ini, dokter memasang alat yang disebut neurovascular stent pada pembuluh darah utama yang menjadi lokasi aneurisma. Alat tersebut membantu mengubah atau mengalihkan aliran darah agar tidak langsung masuk ke dalam kantong aneurisma.
Secara sederhana, cara kerja flow diversion dapat dipahami melalui beberapa tahapan:
- Mengalihkan aliran darah: Stent yang dipasang di pembuluh darah membantu mengarahkan aliran darah menjauh dari aneurisma.
- Mengurangi aliran darah ke aneurisma: Seiring waktu, aliran darah yang masuk ke dalam aneurisma dapat semakin berkurang hingga akhirnya tidak lagi mengalir ke dalamnya.
- Mendukung proses penyembuhan pembuluh darah: Bersamaan dengan kerja alat tersebut, tubuh secara alami akan melakukan proses penyembuhan pada dinding pembuluh darah.
- Membantu mengecilkan aneurisma: Setelah aliran darah ke dalam aneurisma berkurang dan proses penyembuhan berlangsung, aneurisma dapat mengalami penyusutan.
Keunggulan flow diversion untuk aneurisma otak
Manfaat metode flow diversion antara lain:
- Tidak perlu masuk langsung ke dalam aneurisma: Pada flow diversion, dokter tidak perlu memasukkan alat ke dalam kantong aneurisma. Hal ini dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan tindakan langsung pada aneurisma, yang menjadi salah satu bagian berisiko dalam prosedur endovaskular tertentu.
- Mendukung pemulihan yang lebih singkat: Dibandingkan beberapa prosedur operasi yang membutuhkan pemulihan lebih lama, flow diversion memungkinkan sebagian pasien menjalani tindakan dengan masa perawatan yang relatif singkat. Pada kondisi tertentu, pasien bahkan dapat pulang keesokan harinya dan kembali beraktivitas dalam waktu sekitar satu minggu.
- Berpotensi mengurangi risiko aneurisma kembali: Metode ini juga diketahui dapat membantu menurunkan kemungkinan aneurisma kembali muncul setelah penanganan, meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap pasien.
- Paparan radiasi lebih rendah: Dalam prosedur flow diversion, paparan radiasi yang diterima pasien dapat lebih rendah dibandingkan beberapa teknik endovaskular lainnya.
Jadwal praktek Dr. Joy di Mandaya Royal Hospital Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:
- Senin: On appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: On appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Brain Aneurysm. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16800-brain-aneurysm). Diakses pada 2 Oktober 2026.
- Elsevier. Dissecting Aneurysm. (https://www.sciencedirect.com/topics/nursing-and-health-professions/dissecting-aneurysm). Diakses pada 2 Oktober 2026.
- Medtronic. Aneurysm Flow Diversion – About the Therapy. (https://www.medtronic.com/en-us/l/patients/treatments-therapies/aneurysm-flow-diversion/about.html). Diakses pada 2 Oktober 2026.
- Johns Hopkins Medicine. Flow Diversion with Stents for Brain Aneurysms. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/flow-diversion-with-stents-for-brain-aneurysms). Diakses pada 2 Oktober 2026.

