Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan salah satu gangguan prostat yang dapat memengaruhi kualitas hidup pria, terutama seiring bertambahnya usia. Keluhan seperti sering buang air kecil, sulit memulai kencing, pancaran urine melemah, hingga rasa tidak tuntas setelah berkemih dapat muncul ketika prostat membesar dan mengganggu aliran urine.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan prostat sekaligus perkembangan pilihan terapi BPH, RS Mandaya Royal Puri menggelar 1st Anniversary of Rezūm 100 Healthy Prostates. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperingati pencapaian 100 tindakan Rezum yang telah dilakukan di Mandaya untuk membantu menangani pembesaran prostat jinak.
Acara yang dikemas dalam bentuk seminar kesehatan ini menghadirkan sejumlah dokter dan profesor di bidang urologi dari Mandaya Royal Hospital Puri, yaitu dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS; dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U; dr. Andika Afrianysah, Sp.U, Subsp.FFN (K), FICS; Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U.(K), Ph.D; serta Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD. Para narasumber membahas berbagai hal seputar gangguan prostat, mulai dari gejala dan penanganan BPH hingga perkembangan terapi yang dapat menjadi pilihan bagi pasien.
Acara 1st Anniversary of Rezum 100 Healthy Prostates juga dihadiri oleh perwakilan Boston Scientific selaku pengembang teknologi Rezum. Kehadiran perwakilan Boston Scientific turut menandai kolaborasi dalam menghadirkan dan mengembangkan pemanfaatan terapi Rezum sebagai salah satu pilihan penanganan pembesaran prostat jinak di Indonesia.
Baca juga: Terapi Rezum untuk Tumor Prostat Jinak Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
Apa itu terapi Rezum?
Rezum adalah terapi minimal invasif tanpa operasi untuk menangani pembesaran prostat jinak atau BPH. Terapi ini menggunakan uap air untuk mengecilkan jaringan prostat yang membesar sehingga dapat membantu memperbaiki aliran urine.
Dalam prosedurnya, dokter menggunakan alat khusus berupa selang tipis yang dimasukkan melalui uretra hingga mencapai prostat. Jarum kecil pada ujung alat kemudian mengalirkan uap panas ke area prostat yang mengalami pembesaran. Uap tersebut akan merusak sel-sel jaringan prostat yang ditargetkan, sehingga jaringan secara bertahap menyusut. Karena alat dimasukkan melalui uretra, prosedur ini tidak memerlukan sayatan pada kulit maupun jahitan.
Sebelum tindakan dilakukan, dokter akan memberikan anestesi lokal untuk membuat area uretra dan prostat mati rasa sehingga pasien lebih nyaman selama prosedur. Setelah terapi, pasien biasanya perlu menggunakan kateter urine selama beberapa hari hingga pembengkakan pada prostat berkurang.
Secara keseluruhan, tindakan Rezūm umumnya berlangsung sekitar 30 menit. Setiap pemberian terapi uap hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik, dengan jumlah pemberian yang dapat disesuaikan berdasarkan kondisi dan ukuran prostat pasien. Dalam satu prosedur, dokter dapat memberikan hingga 15 kali terapi uap pada area prostat yang mengalami pembesaran.
Baca juga: Rezum, Metode Terbaru Atasi Pembesaran Prostat Tanpa Ganggu Fungsi Seksual
Manfaat terapi Rezum
Terapi Rezum merupakan salah satu pilihan terapi minimal invasif untuk menangani pembesaran prostat jinak (BPH). Dengan menggunakan uap air untuk mengecilkan jaringan prostat yang membesar, terapi ini memiliki sejumlah manfaat yang dapat menjadi pertimbangan bagi pasien, antara lain:
- Membantu mengurangi gejala BPH dalam beberapa minggu setelah tindakan.
- Berpotensi mengurangi ketergantungan pada obat BPH, sehingga pasien tidak perlu terus mengonsumsi obat untuk mengendalikan gejalanya.
- Mempertahankan fungsi seksual, termasuk fungsi ejakulasi, dibandingkan beberapa tindakan untuk BPH lainnya.
- Tidak memerlukan rawat inap, karena prosedur umumnya dilakukan sebagai tindakan rawat jalan sehingga pasien dapat pulang pada hari yang sama.
- Tidak membutuhkan anestesi umum, karena tindakan dapat dilakukan dengan anestesi lokal.
- Masa pemulihan relatif singkat, sehingga pasien dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap setelah prosedur.
- Tindakan dapat dilakukan kembali apabila gejala BPH muncul kembali dan dokter menilai terapi lanjutan diperlukan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, terapi Rezum dapat menjadi salah satu pilihan penanganan pembesaran prostat jinak bagi pasien yang mengalami gangguan berkemih. Namun, pilihan terapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk ukuran prostat, tingkat keparahan gejala, serta hasil pemeriksaan oleh dokter urologi. Konsultasi dan evaluasi menyeluruh diperlukan untuk menentukan penanganan yang paling sesuai.

