Otot Melemah Tanpa Sebab? Hati-hati Myositis! Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Otot Melemah Tanpa Sebab? Hati-hati Myositis! Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Myositis adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang otot, sehingga menyebabkan peradangan otot kronis. Seiring waktu, peradangan ini dapat membuat otot semakin lemah dan pada beberapa kondisi juga menimbulkan nyeri otot.

Dalam istilah medis, myositis kini lebih sering disebut sebagai idiopathic inflammatory myopathy (IIM) atau miopati inflamasi idiopatik. Keduanya merujuk pada kondisi yang sama. IIM merupakan salah satu bentuk miopati, yaitu kelompok penyakit yang memengaruhi otot yang terhubung dengan tulang (otot rangka). Jenis myositis yang berbeda dapat memengaruhi kelompok otot yang berbeda di dalam tubuh.

Myositis umumnya memengaruhi otot yang digunakan untuk bergerak, terutama pada:

  • Lengan dan bahu
  • Paha dan pinggul
  • Perut dan tulang belakang (meskipun lebih jarang)

Pada beberapa kasus, kelemahan otot juga dapat terjadi di sekitar kerongkongan (esofagus) dan diafragma.

Konsultasi dokter

Jenis-jenis myositis

Dokter dapat menentukan jenis myositis berdasarkan gejala dan kelompok otot yang terdampak. Beberapa jenis myositis meliputi:

  • Sindrom antisintetase: Menyebabkan peradangan pada otot, sendi, dan paru-paru. Kondisi ini umumnya menyebabkan kelemahan otot, terutama pada otot yang berada dekat dengan pusat tubuh, serta dapat disertai nyeri sendi, gangguan pernapasan, dan perubahan kulit pada tangan.
  • Immune-mediated necrotizing myopathy: Terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang otot dan menyebabkan kelemahan otot yang berat, terutama pada bahu, pinggul, lengan, dan kaki. Gejalanya dapat berkembang dengan cepat hingga mengganggu aktivitas fisik.
  • Dermatomiositis: Memengaruhi otot sekaligus menimbulkan gejala pada kulit. Kondisi ini perlu segera ditangani karena dapat menyebabkan komplikasi serius.
  • Inclusion body myositis: Umumnya memengaruhi tangan dan tungkai bagian bawah serta dapat menyebabkan kelemahan otot tenggorokan yang berperan dalam proses menelan. Jenis ini paling sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

Apa penyebab myositis?

Myositis merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk otot. Hingga saat ini, penyebab pasti serangan autoimun pada myositis belum diketahui. Namun, cedera dan infeksi diduga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu kondisi ini.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa myositis dapat berkaitan dengan:

  • Penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis dan lupus
  • Infeksi virus, seperti pilek, flu, dan HIV
  • Toksisitas obat atau efek racun dari obat tertentu.

Gejala myositis

Gejala myositis dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan otot yang terdampak. Beberapa gejala yang umum meliputi:

  • Kelemahan otot
  • Nyeri sendi atau otot
  • Kelelahan
  • Pembengkakan
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Gangguan irama jantung atau aritmia (jika myositis memengaruhi jantung)
  • Ruam kulit (pada dermatomiositis).

Saat gejala muncul, Anda mungkin mengalami kesulitan bergerak atau melakukan aktivitas yang biasanya dapat dilakukan dengan mudah. Otot juga dapat lebih cepat lelah, atau muncul rasa sulit mengendalikan lengan, tangan, maupun kaki. Setiap jenis myositis dapat menimbulkan gejala yang berbeda, sehingga dokter akan menjelaskan gejala yang mungkin dialami sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana myositis didiagnosis?

Myositis cukup sulit didiagnosis karena kondisi ini tergolong jarang dan gejalanya, seperti kelemahan otot dan kelelahan, dapat menyerupai penyakit lain. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik
  • Biopsi otot
  • Elektromiografi (EMG)
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • Pemeriksaan konduksi saraf
  • Tes darah untuk mengukur kadar CPK
  • Tes darah antinuclear antibody (ANA)
  • Pemeriksaan antibodi spesifik myositis
  • Tes genetik.

Pengobatan myositis

Pengobatan myositis bertujuan untuk mengurangi gejala dan membantu mengendalikan peradangan hingga kondisi mencapai remisi, yaitu ketika peradangan pada otot berkurang atau tidak lagi terjadi. Beberapa pengobatan yang dapat diberikan meliputi:

  • Kortikosteroid
  • Obat imunosupresan
  • Imunoglobulin intravena (IVIG).

Dokter atau fisioterapis juga dapat memberikan latihan peregangan dan olahraga untuk menjaga kelenturan serta kekuatan otot yang terdampak. Latihan ini dapat membantu mengurangi nyeri dan kekakuan serta menurunkan dampak episode myositis berikutnya.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kelemahan atau nyeri otot yang baru muncul, terutama jika tidak membaik dalam beberapa hari. Konsultasikan juga jika gejala semakin berat atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Segera ke IGD jika Anda:

  • Tidak dapat menggerakkan bagian tubuh yang biasanya dapat digerakkan
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Mengalami kesulitan menelan.

Kenali myositis lebih dekat di webinar “Otot Terasa Lemah Tanpa Sebab? Kenali Gejala Myositis pada Anak & Dewasa”

Dalam rangka World Myositis Day, Mandaya Royal Hospital Puri mengadakan webinar bertajuk “Otot Terasa Lemah Tanpa Sebab? Kenali Gejala Myositis pada Anak & Dewasa”. 

Webinar ini akan menghadirkan tiga dokter ahli sebagai pembicara, yaitu dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. (Spesialis Neurologi, Subspesialis Neurofisiologi & Neuromuskular), dr. R. Gantira W. Danasasmita, Sp.PD, Subsp.R (K) (Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Reumatologi), dan dr. Lisa Safira, Sp.A (K) (Dokter Spesialis Anak Konsultan Saraf). 

  • 📅 Hari, Tanggal: Sabtu, 12 September 2026
  • 🕘 Waktu: 09.00 – 12.00 WIB
  • 💻 Platform: Zoom
  • 🆓 Biaya: Gratis
  • 📝 Registrasi: mandaya.id/myositisday26 

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Myositis. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24170-myositis). Diakses pada 7 September 2026.
  2. Healthline. Myositis: Symptoms, Causes, Treatment, and More. (https://www.healthline.com/health/myositis#causes). Diakses pada 7 September 2026.
  3. Harvard Health Publishing. Myositis: A-to-Z Guide. (https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/myositis-a-to-z). Diakses pada 7 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes