Cedera meniskus merupakan salah satu cedera lutut yang cukup sering terjadi. Kondisi ini dapat dialami ketika lutut mengalami gerakan memutar atau terpelintir secara kuat, terutama saat tubuh memberikan beban penuh pada lutut. Meniskus sendiri merupakan dua bantalan berbentuk seperti huruf C yang berada di antara tulang paha dan tulang kering, berfungsi membantu meredam tekanan sekaligus menjaga stabilitas lutut.
Ketika meniskus mengalami robekan, seseorang dapat merasakan berbagai keluhan seperti nyeri, pembengkakan, lutut terasa kaku, hingga sensasi seperti terkunci. Gerakan meluruskan lutut juga dapat menjadi lebih sulit. Keluhan tersebut dapat semakin terasa saat melakukan aktivitas yang memberikan beban pada lutut, seperti berolahraga, naik turun tangga, atau berjalan.

Hal tersebut juga dialami oleh seorang pasien perempuan berusia 44 tahun yang aktif melakukan berbagai olahraga, seperti mendaki gunung, trekking, badminton, berenang, dan jogging. Awalnya, pasien hanya merasakan nyeri pada lutut kanan dan membiarkannya. Namun, keluhan semakin berat, terutama saat bermain badminton, hingga nyeri muncul setiap kali berjalan. Setelah berkonsultasi dengan dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP, pasien kemudian menjalani tindakan artroskopi untuk memperbaiki robekan pada meniskusnya.
“Sekarang, sudah 2 bulan setelah operasi dan aku merasakan itu jauh lebih baik. Nyeri itu sudah hilang. Jalan cepat sudah, renang sudah. Olahraganya hanya dibatasin (kedua) itu. Sekarang lagi pemulihan saja dengan fisioterapi,” kata pasien.
Contents
Kisah pasien mengalami gejala nyeri akibat meniskus robek
Pasien menceritakan bahwa nyeri pada lutut awalnya terasa ringan, tetapi perlahan semakin mengganggu aktivitasnya.
Keluhan kemudian semakin berat ketika pasien bermain badminton. Bahkan, nyeri mulai dirasakan setiap hari saat berjalan. Pasien sempat menggunakan deker dan menghentikan aktivitas olahraga karena rasa sakit yang dirasakan cukup berat.
Karena keluhan tidak kunjung membaik, pasien akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dr. Venan. Pada konsultasi pertama, dr. Venan menduga adanya cedera meniskus dan menyarankan pemeriksaan MRI untuk memastikan kondisi lutut.
Hasil MRI kemudian menunjukkan adanya robekan pada meniskus sesuai dengan dugaan awal. Pasien sempat menjalani fisioterapi terlebih dahulu selama kurang lebih dua bulan untuk melihat perkembangan kondisinya. Meskipun kekuatan otot semakin membaik setelah fisioterapi, nyeri pada lutut tetap dirasakan sehingga pasien akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi.
Baca juga: Rekomendasi Dokter untuk Cedera Meniskus di Jakarta dan Tangerang
Robekan meniskus diperbaiki dengan artroskopi minimal invasif
Menurut dr. Venan, pasien datang dengan keluhan nyeri pada lutut kanan, terutama ketika menekuk lutut. Pasien juga terkadang merasakan sensasi seperti ada sesuatu yang mengunci di dalam lutut. Keluhan tersebut muncul saat berolahraga maupun ketika naik dan turun tangga.
Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya robekan pada bagian meniskus sisi luar. Pada kondisi normal, meniskus jika dilihat dari atas memiliki bentuk menyerupai huruf C dan relatif lebih tipis. Pada pasien ini, bagian meniskus terlihat lebih tebal akibat adanya robekan.
Robekan tersebut juga menyebabkan cairan dari dalam sendi dapat keluar melalui celah robekan dan membentuk kista. Untuk menangani kondisi tersebut, dr. Venan melakukan operasi dengan teknik artroskopi minimal invasif.
Artroskopi dilakukan melalui sekitar dua sayatan kecil pada lutut, dengan ukuran masing-masing kurang lebih 1 cm. Melalui salah satu sayatan, kamera kecil dimasukkan untuk melihat kondisi bagian dalam lutut secara langsung. Dengan bantuan instrumen khusus, bagian meniskus yang mengalami kelainan kemudian dibersihkan dan diperbaiki dengan cara dijahit kembali.
Baca juga: 10 Jenis Cedera Lutut dan Pengobatannya
Dua bulan setelah operasi, nyeri lutut berkurang
Setelah menjalani operasi, pasien menjalani proses pemulihan dan fisioterapi secara bertahap. Dua bulan setelah operasi, pasien merasakan perubahan yang cukup signifikan. Nyeri yang sebelumnya mengganggu aktivitas sehari-hari sudah tidak lagi dirasakan.
Saat ini, pasien masih membatasi aktivitas olahraga tertentu dan melanjutkan fisioterapi untuk mendukung proses pemulihan. Dengan penanganan yang tepat dan rehabilitasi secara bertahap, pasien diharapkan dapat kembali melakukan aktivitas dan olahraga secara optimal.
Waspadai gejala meniskus robek yang mengganggu aktivitas
Gejala yang paling umum dari robekan meniskus meliputi:
- Nyeri dan kaku pada lutut
- Pembengkakan pada sendi lutut
- Gerak sendi lutut menjadi terbatas
- Lutut terasa terkunci, tersangkut, berbunyi saat digerakkan, atau terasa seperti akan kehilangan tumpuan
Kapan harus ke dokter?
Tidak semua nyeri lutut memerlukan pemeriksaan segera. Namun, jika nyeri terus berlanjut, semakin parah, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Beberapa kondisi yang menjadi tanda Anda perlu memeriksakan nyeri lutut ke dokter meliputi:
- Nyeri lutut mengganggu aktivitas sehari-hari atau membuat Anda sulit tidur
- Nyeri semakin parah atau sering kambuh
- Gejala tidak membaik setelah melakukan perawatan di rumah
- Lutut terasa kaku selama lebih dari 30 menit setelah bangun tidur.
Profil dan jadwal praktik dr. Venan di RS Mandaya Royal Puri

Bagi Anda yang membutuhkan penanganan cedera olahraga di Jakarta dan Tangerang, dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP di RS Mandaya Royal Puri dapat menjadi pilihan. Sebagai dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi dengan kompetensi khusus di bidang cedera olahraga, beliau menangani berbagai masalah pada sistem muskuloskeletal, mulai dari cedera ligamen, tendon, otot, dan sendi hingga patah tulang akibat olahraga maupun aktivitas fisik.
Keahlian dr. Venansius juga didukung oleh berbagai pelatihan dan sertifikasi yang menunjang penanganan cedera serta nyeri muskuloskeletal. Gelar CF-Sports Injury mendukung kompetensinya dalam menangani cedera olahraga, sementara AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga Konsultan) berkaitan dengan aspek pencegahan cedera, rehabilitasi, dan pemulihan agar pasien dapat kembali beraktivitas maupun berolahraga secara optimal. Sertifikasi CIPS (Certified Interventional Pain Sonologist) dan FIPP (Fellow of Interventional Pain Practice) turut mendukung keahliannya dalam penanganan nyeri dengan teknik intervensi minimal invasif berbasis ultrasonografi (USG).
Untuk mendukung kompetensinya di bidang orthopedi dan cedera olahraga, dr. Venansius menempuh pendidikan dan pelatihan sebagai berikut:
- Dokter Umum: Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
- Spesialis Orthopedi dan Traumatologi: Universitas Padjadjaran
- Overseas Orthopaedic Training Program: Semmelweis University, Budapest, Hungaria
dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Selasa: 10.00–12.00 WIB
- Rabu: 16.00–20.00 WIB
- Jumat: 16.00–20.00 WIB
- Sabtu: 16.00–20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Torn Meniscus – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/torn-meniscus/symptoms-causes/syc-20354818). Diakses pada 3 September 2026.
- UCSF Health. Meniscus Tear. (https://www.ucsfhealth.org/care/conditions/meniscus-tear). Diakses pada 3 September 2026.
- NHS. Meniscus Tear. (https://www.nhs.uk/conditions/meniscus-tear/). Diakses pada 3 September 2026.

