Masalah urologi pada wanita cukup beragam dan dapat terjadi pada berbagai tahap kehidupan. Beberapa di antaranya bahkan sering dianggap sebagai keluhan yang wajar, seperti urine yang keluar tanpa disadari setelah melahirkan (ngompol), keinginan buang air kecil yang sulit ditahan, atau infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang. Padahal, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada kandung kemih dan saluran kemih yang perlu mendapatkan penanganan.
Kondisi seperti inkontinensia urine, kandung kemih terlalu aktif, hingga ISK dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat. Lantas, apa saja masalah urologi yang umum terjadi pada wanita dan kapan perlu memeriksakannya ke dokter urologi?
Contents
Masalah urologi pada wanita, apa saja yang umum terjadi?
Berikut adalah sejumlah masalah urologi pada wanita yang umum terjadi:
1. Inkontinensia urine
Selama kehamilan dan setelah melahirkan, sekitar 4 dari 10 wanita dapat mengalami inkontinensia urine, yaitu kondisi ketika urine keluar tanpa disengaja. Meskipun cukup umum terjadi setelah melahirkan, banyak ibu baru merasa malu atau tidak nyaman membicarakan kondisi ini.
Kurangnya informasi mengenai inkontinensia juga dapat membuat sebagian wanita menganggap kondisi ini sulit diatasi. Padahal, inkontinensia cukup umum terjadi dan tersedia berbagai pilihan penanganan tanpa operasi yang dapat membantu mengurangi atau bahkan mengatasi keluhan.
Ada beberapa jenis inkontinensia urine. Namun, pada wanita setelah melahirkan, jenis yang paling sering terjadi adalah inkontinensia urine akibat tekanan (stress incontinence). Kondisi ini terjadi ketika aktivitas seperti tertawa, batuk, bersin, melompat, atau berolahraga memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih sehingga urine dapat keluar tanpa disadari.
2. Kandung kemih terlalu aktif
Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder/OAB) adalah kondisi ketika muncul keinginan untuk buang air kecil secara tiba-tiba dan sulit ditahan. Penderitanya dapat merasa perlu buang air kecil berkali-kali sepanjang hari, termasuk pada malam hari. Pada beberapa orang, kondisi ini juga dapat menyebabkan urine keluar sebelum sempat mencapai toilet, yang disebut inkontinensia urgensi.
Kandung kemih terlalu aktif dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau malu, sehingga membatasi aktivitas, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan berbagai pilihan pengobatan sesuai penyebab dan kondisi pasien.
3. Infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu jenis infeksi yang cukup sering dialami wanita. Infeksi ini dapat terjadi pada berbagai bagian saluran kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal.
Pada wanita, ISK juga dapat terjadi bersamaan dengan infeksi pada area vagina. Bakteri dari saluran pencernaan, terutama dari area sekitar anus, merupakan salah satu penyebab ISK yang paling umum.
4. Gangguan fungsi otot dasar panggul
Gangguan fungsi otot dasar panggul (pelvic floor dysfunction) terjadi ketika otot-otot dasar panggul tidak dapat rileks dan bekerja dengan baik saat buang air kecil atau buang air besar.
Otot dasar panggul dapat diibaratkan sebagai penyangga organ-organ di dalam panggul, seperti kandung kemih, rahim, dan rektum. Ketika otot-otot ini tidak bekerja dengan baik, seseorang dapat mengalami berbagai keluhan, termasuk sulit buang air kecil, sulit buang air besar, atau gangguan dalam mengontrol urine.
5. Prolaps organ panggul
Prolaps organ panggul (pelvic organ prolapse) adalah kondisi ketika organ di dalam panggul, seperti rahim, kandung kemih, atau usus, turun dan menonjol ke arah vagina.
Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada wanita yang berusia di atas 50 tahun. Namun, prolaps organ panggul dapat dialami oleh wanita pada berbagai usia. Keluhannya dapat berupa rasa mengganjal atau berat di area panggul, sensasi seperti ada sesuatu yang turun ke vagina, hingga gangguan saat buang air kecil atau buang air besar.
6. Sistitis (radang kandung kemih)
Sistitis adalah kondisi ketika kandung kemih mengalami peradangan. Peradangan dapat menyebabkan kandung kemih terasa tidak nyaman, nyeri, atau menimbulkan rasa ingin buang air kecil lebih sering.
Pada sebagian besar kasus, sistitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang termasuk dalam ISK. Infeksi pada kandung kemih umumnya dapat diatasi, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan masalah yang lebih serius.
Selain infeksi, sistitis juga dapat terjadi akibat reaksi terhadap obat-obatan tertentu atau terapi radiasi. Penggunaan produk kebersihan tertentu, gel spermisida, maupun kateter dalam jangka panjang juga dapat mengiritasi kandung kemih dan memicu peradangan. Pada beberapa kasus, sistitis dapat menjadi komplikasi dari kondisi medis lainnya.
Kapan masalah urologi pada wanita perlu diperiksakan?
Keluhan pada saluran kemih sebaiknya tidak diabaikan jika muncul berulang, semakin sering, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan oleh dokter urologi dapat membantu mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Urine sering bocor atau sulit ditahan
- Sering buang air kecil, termasuk pada malam hari
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Urine bercampur darah
- Nyeri di perut bagian bawah, panggul, atau pinggang
- ISK yang sering kambuh
- Muncul benjolan atau rasa mengganjal di vagina
- Keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penanganan masalah urologi wanita di RS Mandaya Royal Puri
Berbagai masalah urologi pada wanita dapat ditangani di Pusat Urologi RS Mandaya Royal Puri, mulai dari inkontinensia urine, kandung kemih terlalu aktif, infeksi saluran kemih berulang, hingga gangguan fungsi dasar panggul dan prolaps organ panggul.

Salah satu dokter yang memiliki keahlian khusus di bidang ini adalah dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, dokter spesialis urologi dengan subspesialisasi urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi. Bidang keahliannya mencakup berbagai gangguan fungsi saluran kemih, termasuk kondisi yang banyak dialami wanita.
Namun, penanganan masalah urologi tidak selalu membutuhkan satu pendekatan yang sama. Pada kondisi tertentu, pasien dapat membutuhkan keahlian dokter urologi lainnya sesuai dengan penyebab dan kompleksitas penyakit. Karena itu, Pusat Urologi RS Mandaya Royal Puri didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis urologi dengan bidang keahlian yang beragam.

Tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri
- dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS — Urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi
- Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD — Urologi onkologi
- Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD — Andrologi
- dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) — Urologi pediatrik
- dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS
- dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS
- dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U.
Dengan dukungan tim tersebut, pasien dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing, termasuk ketika diperlukan kolaborasi dengan bidang keahlian lain.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- University of Colorado Anschutz Medical Campus. Incontinence After Childbirth. (https://medschool.cuanschutz.edu/womens-health/clinics/urogynecology/for-patients/pelvic-floor-health-conditions/incontinence-after-childbirth). Diakses pada 2 September 2026.
- Mayo Clinic. Overactive Bladder – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/overactive-bladder/symptoms-causes/syc-20355715). Diakses pada 2 September 2026.
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). [Artikel mengenai infeksi saluran kemih pada wanita]. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8077804/). Diakses pada 2 September 2026.
- Cleveland Clinic. Pelvic Floor Dysfunction. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14459-pelvic-floor-dysfunction). Diakses pada 2 September 2026.
- NHS. Pelvic Organ Prolapse. (https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-organ-prolapse/). Diakses pada 2 September 2026.
- Mayo Clinic. Cystitis – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306). Diakses pada 2 September 2026.

