Kista ovarium adalah kantung kecil yang terbentuk di dalam atau pada permukaan ovarium dan dapat berisi cairan maupun material semipadat. Kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada perempuan yang belum memasuki masa menopause. Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, tidak menyebabkan nyeri, dan bukan kanker. Karena itu, keberadaannya sering kali baru diketahui ketika pasien menjalani pemeriksaan panggul atau pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Meski banyak kista dapat ditangani dengan pemantauan, pada kondisi tertentu dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi, terutama jika ukuran atau kondisi kista memerlukan penanganan lebih lanjut atau menimbulkan gejalanya. Salah satunya dilakukan oleh dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) di RS Mandaya Royal Puri, yang baru-baru ini melakukan operasi pengangkatan kista ovarium berukuran 5×6 cm menggunakan metode laparoskopi dengan sayatan minimal pada seorang pasien. Metode ini merupakan teknik bedah minimal invasif yang dilakukan melalui sayatan berukuran kecil untuk membantu mengangkat kista dengan trauma jaringan yang lebih minimal.
Contents
Kista ovarium berukuran 5 × 6 Cm ditemukan pada pasien 24 Tahun
Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada perut sebelah kanan. Berdasarkan pemeriksaan USG, ditemukan massa pada ovarium kanan berukuran sekitar 5 × 6 cm dengan gambaran yang tampak padat.
Untuk memastikan kondisi kista dan menyingkirkan kemungkinan keganasan, pasien kemudian menjalani pemeriksaan tumor marker serta pemeriksaan pencitraan lanjutan (advanced imaging) dengan MRI. Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa massa tersebut merupakan kista jinak, dokter merencanakan tindakan operasi untuk mengangkat kista dengan metode laparoskopi kistektomi atau laparoscopic cystectomy.
Pengangkatan kista dengan laparoskopi, jaringan ovarium tetap dipertahankan
Tindakan laparoskopi kistektomi berhasil dilakukan dengan mengangkat seluruh kista dari ovarium kanan. Dalam prosedur ini, dokter berupaya mengangkat kista sekaligus mempertahankan jaringan ovarium yang masih sehat.
Dengan jaringan ovarium yang sehat tetap dipertahankan dan kedua ovarium pasien masih ada, fungsi reproduksi pasien dapat tetap dijaga. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penanganan kista ovarium pada pasien usia reproduktif, terutama bagi pasien yang masih memiliki rencana untuk memiliki anak di masa mendatang.
Baca juga: Perbedaan Miom dan Kista Rahim yang Penting Dikenali
Kenali gejala kista ovarium dan kapan harus ke dokter
Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala dan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, kista yang berukuran lebih besar dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti:
- Nyeri panggul atau perut bagian bawah, yang dapat muncul dan menghilang. Nyeri bisa terasa tumpul atau tajam, terutama pada salah satu sisi perut.
- Perut terasa penuh, tertekan, atau berat, terutama pada area perut bagian bawah.
- Perut kembung atau terasa lebih besar dari biasanya.
Kapan harus ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan sangat berat, terutama jika disertai demam atau muntah. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya komplikasi kista ovarium yang membutuhkan penanganan segera.
Selain itu, rasa sangat lemas, pusing, napas cepat, atau kulit terasa dingin dan berkeringat juga perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda syok dan memerlukan pertolongan medis segera.
Bahaya kista ovarium jika tidak ditangani
Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan masalah serius dan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, beberapa jenis atau ukuran kista dapat meningkatkan risiko komplikasi sehingga perlu dipantau dan ditangani sesuai kondisi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Kista ovarium pecah: Kista dapat mengalami ruptur atau pecah, terutama jika ukurannya cukup besar. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat dan pada beberapa kasus menyebabkan pusing atau tubuh terasa lemas.
- Torsi ovarium: Kista yang berukuran besar dapat membuat ovarium berputar atau terpuntir sehingga aliran darah menuju ovarium dapat terganggu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan hebat, serta dapat disertai mual dan muntah.
- Risiko keganasan: Kista ovarium yang muncul setelah menopause memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk bersifat kanker dibandingkan kista yang terbentuk sebelum menopause. Karena itu, pemeriksaan dan pemantauan dokter penting untuk mengetahui karakteristik kista.
Segera dapatkan pertolongan medis apabila mengalami nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan berat, terutama jika disertai mual, muntah, pusing, atau tubuh terasa sangat lemas. Gejala tersebut dapat menjadi tanda kista pecah atau torsi ovarium yang membutuhkan penanganan segera.
Konsultasikan keluhan kista ovarium dengan dr. Edward di RS Mandaya Puri

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG merupakan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang memberikan layanan kesehatan perempuan secara komprehensif, mulai dari perencanaan kehamilan dan pemeriksaan kehamilan hingga diagnosis serta penanganan berbagai kondisi pada organ reproduksi perempuan, termasuk kista ovarium.
Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Sam Ratulangi, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di San Juan de Dios Educational Foundation. Setelah itu, dr. Edward menyelesaikan program adaptasi Obstetri dan Ginekologi di Universitas Udayana untuk menunjang praktik kedokterannya di Indonesia.
Dalam praktiknya, dr. Edward memiliki kompetensi dalam berbagai layanan obstetri dan ginekologi, termasuk perawatan prakonsepsi, diagnosis prenatal, pemeriksaan pencitraan janin, konsultasi kontrasepsi, penanganan komplikasi kehamilan, serta berbagai kondisi ginekologi jinak. Beliau juga memiliki pengalaman dalam melakukan prosedur bedah minimal invasif, termasuk penanganan kista ovarium dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pasien.
Pasien yang ingin mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan terkait kista ovarium dapat menemui dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik berikut:
- Senin: 14.00–16.30 WIB
- Selasa: 11.00–14.00 WIB
- Rabu: 17.00–20.00 WIB
- Kamis: 17.00–20.00 WIB
- Jumat: 10.00–14.00 WIB
- Sabtu: 09.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Ovarian Cysts: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9133-ovarian-cysts). Diakses pada 1 September 2026.
- Mayo Clinic. Ovarian Cysts – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cysts/symptoms-causes/syc-20353405). Diakses pada 1 September 2026.

