Detak Jantung Lambat, Pertanda Apa? Kenali Gejala dan Pengobatannya

Detak Jantung Lambat, Pertanda Apa? Kenali Gejala dan Pengobatannya

Detak jantung lambat atau bradikardia adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dari batas normal. Pada orang dewasa saat beristirahat, jantung umumnya berdetak sekitar 60–100 kali per menit. Sementara itu, pada bradikardia, frekuensi detak jantung berada di bawah 60 kali per menit. Kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala, tetapi pada kondisi tertentu dapat menjadi masalah serius ketika detak jantung terlalu lambat sehingga jantung tidak mampu memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh dalam jumlah yang cukup.

Ketika aliran darah dan oksigen ke tubuh tidak mencukupi, bradikardia dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti pusing, tubuh terasa sangat lelah atau lemah, hingga sesak napas. Namun, tidak semua orang dengan detak jantung lambat akan mengalami gejala atau komplikasi. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab detak jantung lambat dan melakukan pemeriksaan apabila kondisi ini disertai keluhan atau terjadi secara menetap.

dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA

Di RS Mandaya Royal Puri, salah satu pilihan penanganan bradikardia adalah pemasangan alat pacu jantung atau pacemaker. Prosedur ini dapat dikerjakan oleh dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi aritmia, yang menangani berbagai gangguan irama jantung.

Konsultasi dokter

Apa saja gejala detak jantung lambat (bradikardia)?

Detak jantung lambat tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Pusing atau merasa melayang
  • Pingsan
  • Kebingungan atau sulit berkonsentrasi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Mudah lelah
  • Jantung berdebar (palpitasi).

Jika detak jantung tiba-tiba melambat dan disertai salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Penyebab detak jantung lambat

Bradikardia dapat terjadi akibat gangguan pada sistem listrik jantung maupun kondisi medis tertentu. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan detak jantung menjadi lebih lambat meliputi:

  • Penuaan, yang dapat menyebabkan perubahan atau kerusakan jaringan jantung.
  • Penyakit jantung atau serangan jantung yang menyebabkan kerusakan pada jaringan jantung.
  • Kelainan jantung bawaan (congenital heart defect).
  • Peradangan pada jaringan jantung atau miokarditis.
  • Komplikasi setelah operasi jantung yang dapat memengaruhi sistem listrik jantung.
  • Hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid kurang aktif.
  • Ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, terutama kadar kalium atau kalsium.
  • Obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti dan dimulai kembali saat tidur.
  • Penyakit peradangan tertentu, seperti demam rematik atau lupus.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk obat penenang, opioid, serta beberapa obat yang digunakan untuk menangani penyakit jantung dan gangguan kesehatan mental.

Selain berbagai kondisi medis di atas, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bradikardia, terutama yang berkaitan dengan usia dan gaya hidup, antara lain:

  • Usia lanjut
  • Tekanan darah tinggi
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Stres dan kecemasan.

Bagaimana dokter mendiagnosis detak jantung lambat?

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami bradikardia, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menilai detak dan aktivitas listrik jantung, sekaligus mencari kemungkinan penyebabnya. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG/ECG), yaitu pemeriksaan utama untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mengetahui pola serta frekuensi detak jantung.
  • Pemantauan jantung secara ambulatory, yaitu penggunaan alat perekam detak jantung yang dipakai selama menjalani aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi episode bradikardia yang mungkin tidak muncul saat EKG dilakukan.
  • Tes darah, untuk memeriksa kadar elektrolit, hormon tiroid, dan parameter lain yang dapat berkaitan dengan detak jantung lambat.
  • Ekokardiografi, untuk melihat struktur dan fungsi jantung.
  • Tes stres olahraga (exercise stress test), untuk mengevaluasi perubahan detak jantung dan gejala yang muncul saat beraktivitas atau berolahraga.
  • Pemeriksaan tidur (sleep study), untuk mengetahui apakah bradikardia berkaitan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea.

Pengobatan detak jantung lambat (bradikardia) di RS Mandaya Royal Puri

Salah satu penanganan detak jantung lambat atau bradikardia di RS Mandaya Royal Puri adalah pemasangan alat pacu jantung (pacemaker). Alat ini merupakan perangkat elektronik berukuran kecil yang umumnya ditanamkan di area dada, tepat di bawah tulang selangka, untuk membantu mengatur aktivitas listrik jantung. Pemasangan pacemaker dapat direkomendasikan pada pasien tertentu untuk membantu menjaga detak jantung agar tidak melambat hingga tingkat yang membahayakan.

Tindakan pemasangan alat pacu jantung di RS Mandaya Royal Puri dikerjakan oleh dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi aritmia. Beliau juga pernah melakukan pemasangan Micra, yaitu salah satu jenis leadless pacemaker berukuran sangat kecil yang ditempatkan langsung di dalam jantung tanpa menggunakan kabel (lead) seperti pada pacemaker konvensional.

Tak hanya pemasangan, dr. Sebastian juga menyediakan layanan reprogramming pacemaker, yaitu pemeriksaan dan pengaturan ulang perangkat pacemaker untuk memastikan pengaturannya tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Pemeriksaan berkala ini membantu memastikan alat pacu jantung dapat bekerja secara optimal dalam menjaga irama jantung.

Konsultasikan gangguan irama jantung Anda dengan dr. Sebastian di RS Mandaya Royal Puri

dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA
dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA

RS Mandaya Royal Puri memiliki Pusat Aritmia Jantung yang didukung oleh dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi aritmia. Salah satu keahliannya adalah menangani gangguan irama jantung yang membutuhkan pemasangan alat pacu jantung, termasuk melakukan evaluasi dan pengaturan perangkat untuk membantu menjaga irama jantung tetap sesuai dengan kebutuhan pasien.

dr. Sebastian juga memiliki pengalaman dalam melakukan pemasangan Micra, salah satu jenis leadless pacemaker berukuran sangat kecil yang ditempatkan langsung di dalam jantung tanpa kabel (lead) seperti pada pacemaker konvensional. Selain pemasangan, tersedia pula layanan reprogramming pacemaker, yaitu pemeriksaan dan penyesuaian pengaturan alat pacu jantung secara berkala untuk memastikan perangkat bekerja secara optimal dan sesuai dengan kondisi pasien.

Kompetensi dr. Sebastian dalam bidang aritmia tidak terbatas pada terapi menggunakan pacemaker. Beliau juga berpengalaman menangani berbagai gangguan irama jantung, termasuk atrial fibrilasi (AFib) melalui tindakan ablasi jantung dengan teknologi Pulsed Field Ablation (PFA). Selain itu, beliau dapat melakukan ablasi berbasis pemetaan 2D dan 3D untuk menangani jenis aritmia lainnya. Penguasaan berbagai pilihan terapi tersebut mendukung penanganan gangguan irama jantung secara lebih komprehensif di RS Mandaya Royal Puri.

Dalam perjalanan pendidikannya, dr. Sebastian menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah di FKUI/RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Keahliannya di bidang aritmia semakin diperkuat dengan gelar konsultan aritmia dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia.

dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Bradycardia – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bradycardia/symptoms-causes/syc-20355474). Diakses pada 27 Agustus 2026.
  2. Cleveland Clinic. Bradycardia: Symptoms, Causes & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17841-bradycardia). Diakses pada 27 Agustus 2026.
  3. Johns Hopkins Medicine. Pacemaker Insertion. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/pacemaker-insertion). Diakses pada 27 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes