Ingin Program Hamil Lagi, Pasien Adenomiosis 3 Cm Ini Jalani HIFU di RS Mandaya Puri dengan dr. Edward Sp.OG

Ingin Program Hamil Lagi, Pasien Adenomiosis 3 Cm Ini Jalani HIFU di RS Mandaya Puri dengan dr. Edward Sp.OG

Adenomiosis merupakan kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim atau endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan dinding rahim menebal dan ukuran rahim membesar. Adenomiosis juga dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti menstruasi yang lebih nyeri, perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau berlangsung lebih lama, hingga nyeri di area perut dan panggul.

Selain menimbulkan keluhan tersebut, adenomiosis juga dapat memengaruhi peluang kehamilan, terutama pada perempuan yang masih berada dalam usia reproduktif. Kondisi ini diketahui dapat berdampak pada keberhasilan program bayi tabung, kehamilan, dan angka kelahiran hidup, serta meningkatkan risiko keguguran. Karena itu, penanganan adenomiosis menjadi penting bagi perempuan yang masih memiliki keinginan untuk hamil.

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG

Salah satu pasien dengan adenomiosis berukuran sekitar 3 cm datang ke RS Mandaya Royal Puri karena ingin kembali menjalani program kehamilan. Untuk menangani adenomiosis tanpa harus mengangkat rahim, pasien tersebut menjalani tindakan High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) bersama dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG. Tindakan ini menjadi salah satu pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi pasien dan hasil evaluasi dokter.

Konsultasi dokter

Penjelasan kondisi pasien dan tujuan prosedur HIFU 

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

Pasien berusia 35 tahun ini memiliki riwayat secondary infertility, yaitu kondisi ketika seorang perempuan pernah hamil dan memiliki anak sebelumnya, tetapi kemudian mengalami kesulitan untuk hamil kembali. Pasien diketahui telah memiliki seorang anak sekitar 3–4 tahun lalu dan kini ingin kembali menjalani program kehamilan. Namun, pasien juga mengalami keluhan nyeri saat menstruasi yang kemudian diperiksa lebih lanjut melalui pemeriksaan pencitraan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adenomiosis pada bagian dinding depan (anterior wall) dan belakang (posterior wall) rahim dengan ukuran sekitar 3 cm. Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan untuk dilakukan tindakan HIFU atau ablasi dengan tujuan mengurangi keluhan nyeri sekaligus mempertahankan rahim agar pasien tetap memiliki peluang untuk menjalani program kehamilan.

Pada prosedur ini, tidak seluruh bagian adenomiosis ditargetkan untuk dilakukan ablasi. Mengingat posisi rahim pasien yang relatif posterior, dokter melakukan ablasi sekitar 60–70% dari area target dengan tetap mempertimbangkan kondisi dinding rahim dan menghindari kerusakan pada endometrium.

Tujuan tindakan HIFU pada pasien ini adalah membantu mengurangi nyeri menstruasi serta mengecilkan volume adenomiosis secara bertahap. Evaluasi akan dilakukan dalam beberapa bulan setelah tindakan, dengan harapan volume adenomiosis dapat berkurang secara signifikan hingga periode 6 bulan sampai 1 tahun. Khusus pada pasien ini, dokter berharap kondisi rahim dapat semakin mendukung sehingga pasien dapat kembali menjalani program hamil dalam waktu sekitar 3–6 bulan setelah tindakan, sesuai hasil evaluasi dan kondisi pasien.

Baca juga: Ciri-ciri Adenomiosis yang Perlu Diwaspadai, Salah Satunya Kram Menstruasi yang Menyakitkan

Apa itu HIFU dan perannya?

HIFU merupakan prosedur medis yang menggunakan gelombang suara berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan yang tidak normal, termasuk pada kasus adenomiosis. Berbeda dengan USG yang umumnya digunakan untuk melihat kondisi organ di dalam tubuh, HIFU menggunakan gelombang ultrasound yang difokuskan pada area tertentu untuk tujuan pengobatan. Karena tidak membutuhkan sayatan, HIFU termasuk tindakan minimal invasif dan umumnya lebih nyaman bagi pasien.

Cara kerja HIFU dapat dianalogikan seperti kaca pembesar yang memusatkan sinar matahari pada satu titik. Gelombang suara diarahkan secara tepat ke jaringan yang menjadi target hingga menghasilkan panas yang cukup untuk menghancurkan jaringan tersebut, dengan tetap berupaya menjaga jaringan sehat di sekitarnya. Gelombang ini juga dapat menembus kulit tanpa menimbulkan luka. Selama prosedur, dokter biasanya menggunakan panduan pencitraan seperti MRI atau USG untuk memastikan area yang ditargetkan dapat ditangani secara tepat dan aman.

Beberapa keunggulan HIFU antara lain:

  • Tidak memerlukan sayatan dan tidak menggunakan radiasi.
  • Menargetkan jaringan yang bermasalah secara lebih presisi dengan meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.
  • Umumnya dapat dilakukan tanpa rawat inap lama, dengan waktu pemulihan yang relatif singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu lebih cepat.
  • Risiko efek samping dapat lebih rendah dibandingkan metode yang lebih invasif, seperti operasi terbuka, pada pasien yang sesuai.

Keunggulan HIFU untuk adenomiosis

Beberapa keunggulan HIFU dalam penanganan adenomiosis antara lain:

  • Tidak memerlukan sayatan pada tubuh dan tidak menggunakan radiasi, sehingga termasuk tindakan noninvasif.
  • Dapat menargetkan jaringan adenomiosis secara lebih tepat, dengan meminimalkan kerusakan pada jaringan rahim yang sehat di sekitarnya.
  • Waktu pemulihan relatif singkat. HIFU umumnya dapat dilakukan sebagai prosedur tanpa rawat inap, sehingga pasien dapat kembali bekerja atau menjalani aktivitas sehari-hari dalam beberapa hari, sesuai kondisi masing-masing.
  • Berpotensi menimbulkan lebih sedikit efek samping dibandingkan metode penanganan yang lebih invasif, seperti operasi terbuka.

Baca juga: 5 Cara Mengobati Adenomiosis dan Penanganannya dengan HIFU Tanpa Operasi di RS Mandaya Puri 

Kenali gejala-gejala adenomiosis yang kerap tak disadari

Adenomiosis terkadang disebut sebagai penyakit yang “diam” karena dapat tidak terdiagnosis dalam waktu yang cukup lama. Pada sebagian perempuan, kondisi ini bahkan tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman. Namun, adenomiosis dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Menstruasi yang berlangsung lebih lama atau lebih banyak dari biasanya.
  • Kram menstruasi yang berat atau nyeri panggul yang terasa menusuk saat menstruasi.
  • Nyeri panggul yang berulang.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Rasa tertekan atau nyeri pada perut bagian bawah akibat rahim yang membesar.

Apa bahayanya jika adenomiosis tidak ditangani?

Adenomiosis yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai masalah, terutama jika menyebabkan perdarahan menstruasi yang banyak dan berlangsung lama. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

  • Anemia: Perdarahan menstruasi yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah sehingga jumlah sel darah merah sehat berkurang. Kondisi ini dapat membuat seseorang mudah lelah, lemas, dan sesak napas.
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari: Nyeri dan perdarahan yang berlebihan dapat membuat aktivitas menjadi tidak nyaman. Rasa sakit bahkan dapat membuat seseorang menghindari kegiatan yang sebelumnya biasa dilakukan.
  • Meningkatkan risiko masalah selama kehamilan: Adenomiosis dapat dikaitkan dengan beberapa komplikasi kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, dan bayi yang memiliki ukuran lebih kecil dari yang seharusnya sesuai usia kehamilan.
  • Dapat berkaitan dengan kesulitan hamil: Adenomiosis juga diduga memiliki hubungan dengan infertilitas atau kesulitan untuk hamil, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan tersebut.

Konsultasikan keluhan adenomiosis dengan dr. Edward di RS Mandaya Puri

dr edward
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani berbagai kebutuhan kesehatan perempuan secara menyeluruh, termasuk perencanaan kehamilan, pemantauan kehamilan, hingga penanganan beragam kondisi ginekologi.

Pendidikan kedokterannya ditempuh di Universitas Sam Ratulangi, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di San Juan de Dios Educational Foundation. Untuk menunjang praktik kedokteran di Indonesia, dr. Edward juga menyelesaikan program adaptasi Obstetri dan Ginekologi di Universitas Udayana.

Dalam pelayanan kepada pasien, dr. Edward memiliki kompetensi dalam perawatan sebelum kehamilan atau prakonsepsi, diagnosis prenatal, serta pemeriksaan pencitraan janin. Beliau juga menangani konsultasi kontrasepsi, komplikasi kehamilan, dan berbagai kondisi ginekologi jinak. Selain itu, dr. Edward memiliki pengalaman dalam melakukan prosedur minimal invasif yang disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan masing-masing pasien.

Bagi pasien yang ingin berkonsultasi, dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik berikut:

  • Senin: 14.00–16.30 WIB
  • Selasa: 11.00–14.00 WIB
  • Rabu: 17.00–20.00 WIB
  • Kamis: 17.00–20.00 WIB
  • Jumat: 10.00–14.00 WIB
  • Sabtu: 09.00–13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Adenomyosis. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14167-adenomyosis). Diakses pada 26 Agustus 2026.
  2. National Library of Medicine. Adenomyosis and infertility: a systematic review. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10534714/). Diakses pada 26 Agustus 2026.
  3. Cleveland Clinic. HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound). (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16541-hifu-high-intensity-focused-ultrasound). Diakses pada 26 Agustus 2026.
  4. Fertility Academy. Endometriosis and Adenomyosis: How They Can Impact Your Fertility. (https://www.fertility-academy.co.uk/blog/endometriosis-and-adenomyosis-how-they-can-impact-your-fertility/). Diakses pada 26 Agustus 2026.
  5. Mayo Clinic. Adenomyosis – Symptoms and causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adenomyosis/symptoms-causes/syc-20369138). Diakses pada 26 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes