Saraf kejepit di leher merupakan kondisi ketika akar saraf pada tulang belakang leher mengalami tekanan dan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf, seperti nyeri yang menjalar dari leher ke bahu atau lengan, kelemahan otot, hingga mati rasa atau kesemutan pada tangan dan jari. Keluhan yang muncul dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada saraf yang mengalami tekanan.

Salah satu pasien dengan saraf kejepit leher pada ruas C6-C7 datang ke RS Mandaya Royal Puri untuk mendapatkan penanganan atas keluhan yang dialaminya. Pasien kemudian menjalani tindakan AUSS (Arthroscopic-assisted Uni-portal Spine Surgery) bersama dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS. Setelah menjalani tindakan tersebut, keluhan yang sebelumnya dirasakan pada area bahu, tangan, dan jari berangsur membaik sehingga pasien dapat kembali bergerak dengan lebih nyaman.
“Setelah dilakukan tindakan operasi, keluhan saya sebelumnya, baik itu di bahu, di tangan, di jari, sudah tidak ada. Sudah kelihatan seperti normal. Saya bisa bergerak dengan baik lagi, sudah tidak merasakan kesakitan lagi. Intinya, mungkin sudah pulih. Mungkin tinggal penyembuhan dari bekas operasinya saja,” kata pasien.
Contents
Keluhan saraf kejepit leher awalnya dikira masalah bahu
Keluhan pasien bermula ketika ia merasakan nyeri cukup hebat pada bagian bahu dan lengan setelah pulang dari kantor. Rasa sakit tersebut bahkan membuatnya kesulitan mengendarai sepeda motor karena salah satu tangannya tidak dapat digunakan dengan optimal. Sesampainya di rumah, pasien kemudian meminta bantuan istrinya untuk membawanya ke IGD RS Mandaya Royal Puri.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, dokter tidak langsung menyimpulkan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh masalah pada otot atau bahu. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari rontgen pada bagian bahu dan leher hingga pemeriksaan MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa sumber keluhan pasien ternyata berasal dari saraf yang terjepit di area leher.
Pasien juga mengalami gangguan sensorik berupa kesemutan dan rasa baal pada bagian tertentu. Sementara itu, kemampuan motoriknya masih relatif baik sehingga tangan kanan dan kiri masih dapat menjalankan fungsinya. Dokter kemudian menjelaskan bahwa saraf kejepit dapat berkembang menjadi gangguan sensorik yang lebih berat, termasuk mati rasa, apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Menjalani tindakan AUSS untuk mengatasi saraf kejepit C6-C7 dengan bantuan teknologi IONM
Setelah mengetahui kondisi yang dialaminya, pasien memutuskan untuk menjalani tindakan operasi bersama dr. Christian Ariono. Keputusan tersebut diambil karena pasien ingin menangani kondisi saraf kejepit sedini mungkin sebelum keluhan berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.
Menurut penjelasan yang diterima pasien, perkembangan teknologi membuat penanganan saraf kejepit leher kini dapat dilakukan melalui tindakan dengan sayatan yang lebih kecil menggunakan endoskopi. Pasien juga merasa lebih aman karena tindakan melibatkan kolaborasi dokter, termasuk dr. Djung Lilya Wati, Sp.N yang membantu melakukan intraoperative neurophysiological monitoring (IONM) untuk memantau fungsi saraf selama prosedur berlangsung.
Kenali apa itu IONM dan fungsinya
IONM adalah serangkaian prosedur yang dilakukan selama operasi untuk memantau fungsi dan jalur saraf, terutama pada tindakan operasi yang memiliki risiko terhadap sistem saraf. Pemantauan ini membantu dokter mendeteksi perubahan pada fungsi saraf selama operasi sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan saraf dan membantu mempertahankan fungsi sistem saraf.
Berikut ini adalah fungsi dan manfaat dari kehadiran IONM dalam operasi saraf:
- Meningkatkan keamanan pasien: IONM memberikan lapisan perlindungan tambahan selama operasi yang kompleks dengan memantau fungsi saraf secara langsung.
- Mengurangi risiko kerusakan saraf: Pemantauan selama operasi membantu mengurangi risiko kerusakan saraf akibat tindakan pembedahan.
- Mendukung proses pemulihan: Dengan menurunkan risiko gangguan saraf, IONM dapat membantu mendukung proses pemulihan dan hasil operasi yang lebih baik.
- Membantu dokter melakukan operasi dengan lebih aman dan presisi: IONM memberikan informasi penting mengenai kondisi dan fungsi saraf pasien selama operasi, sehingga dokter dapat mengambil tindakan secara lebih tepat dan aman.
Selain tindakan yang dilakukan, pasien juga mengapresiasi proses pemeriksaan di RS Mandaya Royal Puri. Dokter dinilai tidak berhenti pada dugaan awal mengenai masalah bahu atau otot, tetapi melanjutkan pemeriksaan hingga akhirnya menemukan sumber keluhan yang sebenarnya berada di leher.
Keluhan bahu, tangan, dan jari membaik setelah operasi
Setelah menjalani tindakan AUSS, pasien merasakan perubahan yang signifikan pada kondisi yang sebelumnya dikeluhkan. Rasa sakit pada bahu dan lengan yang sebelumnya mengganggu aktivitas sudah tidak dirasakan lagi. Keluhan pada tangan dan jari, termasuk gangguan sensorik yang sebelumnya dialami, juga telah membaik.
Pasien juga sudah dapat menggerakkan tangan dengan lebih leluasa dan melakukan aktivitas tanpa rasa sakit seperti sebelumnya. Setelah tindakan, pasien menilai kondisinya sudah jauh lebih baik dan saat ini tinggal menjalani proses pemulihan pada area bekas operasi.
Konsultasikan masalah saraf kejepit Anda dengan dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri

dr. Christian Ariono merupakan dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai gangguan saraf, termasuk saraf terjepit. Dalam menangani kondisi tersebut, dr. Christian dapat menerapkan pendekatan bedah minimal invasif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran dan spesialis Bedah Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Untuk terus meningkatkan keahlian dan mengikuti perkembangan ilmu bedah saraf, beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan, kursus, serta kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional.
Sejumlah kegiatan yang pernah diikuti di antaranya Aesculap Academy & Padjadjaran University Skullbase Cadaver Dissection Resident Course & Cerebrovascular Microanastomosis Course, Trigeminal Neuralgia International Awareness Day Symposium, serta Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of Neurological Surgeon yang diselenggarakan bersama World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS). Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi dr. Christian dalam memberikan penanganan bedah saraf dengan pendekatan yang mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.
Bagi Anda yang mengalami saraf terjepit atau memiliki keluhan lain terkait saraf dan tulang belakang, konsultasi dapat dilakukan bersama dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS di RS Mandaya Royal Puri. Berikut jadwal praktik beliau:
- Senin: 08.00–16.00 WIB
- Selasa: 08.00–12.00 WIB
- Rabu: 08.00–16.00 WIB
- Kamis: 08.00–16.00 WIB
- Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu: 08.00–16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22639-cervical-radiculopathy-pinched-nerve). Diakses pada 26 Agustus 2026.
- Johns Hopkins Medicine. Intraoperative Neurophysiological Monitoring (IONM). (https://www.hopkinsmedicine.org/neurology-neurosurgery/specialty-areas/ionm). Diakses pada 26 Agustus 2026.
- Epiom Neuro. Understanding IONM: Benefits for Patients and Surgeons. (https://epiomneuro.com/understanding-ionm-benefits-for-patients-and-surgeons/). Diakses pada 26 Agustus 2026.

