Saraf kejepit merupakan kondisi ketika saraf mendapatkan tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Tekanan tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada area tubuh. Cedera pada tulang, sendi, ligamen, atau otot juga dapat memicu saraf kejepit, baik akibat perubahan atau kerusakan jaringan maupun pembengkakan yang terjadi setelah cedera.

Kondisi serupa dialami oleh Joseph Wone, warga negara Australia berusia 72 tahun. Ia mengalami saraf kejepit pada segmen tulang belakang L5-S1 yang kemudian ditangani melalui prosedur arthrospine dengan pendekatan minimal invasif di RS Mandaya Royal Puri. Tindakan tersebut dilakukan oleh dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.
“Dan hasilnya setelah satu hari (pascaoperasi), rasanya baik. Terasa jauh lebih baik. Kita berharap dan berdoa agar ini adalah akhir dari semuanya (saraf terjepit yang dialami) dan saya tidak bertemu dr. Christian Ariono lagi. Saya merasakan sedikit sakit (setelah operasi), tapi Anda harus ingat, setelah hari pertama, tim perawat memberikan saya obat pereda nyeri. Tapi hari ini, saya merasa bisa bangun dan berjalan. Kemarin, tentu saja saya tidak bisa,” kata pasien.
Contents
Berawal dari jatuh, nyeri punggung joseph semakin memburuk
Joseph Wone, warga negara Australia yang telah tinggal di Indonesia selama lebih dari 30 tahun, mulai mengalami nyeri pada punggung setelah terjatuh pada Mei 2025. Pada awalnya, keluhan tersebut belum terasa terlalu berat sehingga Joseph mencoba mengatasinya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, rasa sakit yang dialaminya justru semakin memburuk seiring waktu.
Joseph kemudian berkonsultasi ke beberapa rumah sakit berbeda untuk mencari penanganan yang sesuai dengan kondisinya. Namun, Joseph merasa belum mendapatkan informasi yang cukup terbuka mengenai tindakan yang akan dilakukan.
Sebagai pasien, Joseph ingin mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi dan tindakan yang akan dilakukan karena prosedur tersebut berkaitan dengan tulang belakangnya. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Joseph dalam menentukan dokter dan rumah sakit untuk menangani kondisinya.
Pengalaman operasi saraf kejepit di mandaya dengan dr. Christian Ariono
Joseph kemudian berkonsultasi dengan dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS di RS Mandaya Royal Puri. Dalam konsultasi tersebut, dr. Christian mempelajari berbagai dokumen medis yang sebelumnya dimiliki Joseph, termasuk hasil MRI dan pemeriksaan dari dokter-dokter sebelumnya.
Menurut Joseph, ketelitian dr. Christian dalam mempelajari riwayat dan hasil pemeriksaannya membuatnya merasa lebih yakin terhadap rencana penanganan yang diberikan.
Sikap dokter yang ramah dan penjelasan yang diberikan selama konsultasi juga menjadi faktor yang membuat Joseph dan istrinya memilih dr. Christian untuk menangani kondisinya.
Setelah berdiskusi dengan dr. Christian mengenai kondisi yang dialaminya dan tindakan yang diperlukan, Joseph akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi di RS Mandaya Royal Puri. Proses persiapan tindakan juga berlangsung relatif cepat. Sekitar dua hari setelah berkonsultasi dengan dr. Christian, tim Mandaya telah mengatur jadwal dan Joseph menjalani operasi untuk menangani saraf kejepit pada area L5-S1 melalui pendekatan minimal invasif.
Kondisi pasien setelah operasi saraf kejepit
Satu hari setelah menjalani operasi, Joseph merasakan kondisi yang jauh lebih baik. Ia masih mengalami sedikit rasa sakit setelah tindakan, tetapi keluhan tersebut ditangani dengan pemberian obat pereda nyeri oleh tim perawat.
Perubahan yang dirasakan Joseph juga terlihat dari kemampuannya untuk mulai bangun dan berjalan. Jika pada hari pertama setelah operasi ia belum dapat berjalan, pada hari berikutnya Joseph sudah merasa mampu untuk bangun dan melakukan aktivitas tersebut secara bertahap.
Joseph berharap tindakan yang dijalaninya dapat mengatasi masalah saraf kejepit yang selama ini mengganggunya. Pengalaman tersebut juga membuatnya merasa lebih lega karena dapat menjalani proses penanganan dan pemulihan bersama tim medis yang menurutnya memberikan perhatian dan penanganan secara menyeluruh.
Kenali gejala-gejala saraf kejepit
Gejala saraf kejepit dapat berbeda-beda, tergantung pada saraf yang mengalami tekanan dan lokasi terjadinya masalah. Beberapa keluhan yang umum dirasakan antara lain:
- Mati rasa pada area tubuh tertentu.
- Nyeri tajam, berdenyut, atau terasa seperti terbakar.
- Kesemutan atau sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum.
- Kelemahan pada bagian tubuh tertentu, terutama saat melakukan aktivitas tertentu.
- Nyeri yang menjalar dari area saraf yang mengalami gangguan ke bagian tubuh lainnya.
- Nyeri yang semakin terasa saat melakukan gerakan tertentu, misalnya ketika menoleh atau menggerakkan bagian tubuh tertentu.
- Sensasi seperti tangan atau kaki tertidur, meskipun tidak sedang berada dalam posisi yang menyebabkan hal tersebut.
Apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, terutama jika keluhan semakin berat, menetap, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi
Konsultasikan penanganan saraf terjepit dengan dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri. Salah satu bidang yang ditangani adalah masalah saraf terjepit, termasuk melalui pendekatan bedah minimal invasif sesuai dengan kondisi pasien.
dr. Christian menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Bedah Saraf di universitas yang sama. Di samping pendidikan formal, kompetensinya juga terus dikembangkan melalui berbagai pelatihan, kursus, dan forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Beberapa kegiatan pengembangan kompetensi yang pernah diikuti antara lain Aesculap Academy & Padjadjaran University Skullbase Cadaver Dissection Resident Course & Cerebrovascular Microanastomosis Course, Trigeminal Neuralgia International Awareness Day Symposium, serta Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of Neurological Surgeon yang diselenggarakan bersama World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS). Pengalaman tersebut mendukung penerapan pendekatan modern dan berbasis bukti dalam penanganan berbagai kasus bedah saraf.
Bagi pasien yang ingin berkonsultasi mengenai saraf terjepit maupun gangguan saraf dan tulang belakang lainnya, dr. Christian Ariono dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik:
- Senin: 08.00–16.00 WIB
- Selasa: 08.00–12.00 WIB
- Rabu: 08.00–16.00 WIB
- Kamis: 08.00–16.00 WIB
- Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu: 08.00–16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Pinched nerve – Symptoms and causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/symptoms-causes/syc-20354746). Diakses pada 24 Agustus 2026.
- Cleveland Clinic. Pinched Nerves. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6481-pinched-nerves). Diakses pada 24 Agustus 2026.
- The Ohio State University Wexner Medical Center. Pinched Nerve. (https://wexnermedical.osu.edu/brain-spine-neuro/spine-diseases-conditions/pinched-nerve). Diakses pada 24 Agustus 2026.

