Operasi bypass jantung atau coronary artery bypass grafting (CABG) merupakan prosedur bedah jantung yang bertujuan mengembalikan aliran darah ke bagian otot jantung yang tidak mendapatkan pasokan darah secara optimal akibat penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner. Pada prosedur ini, dokter mengambil pembuluh darah yang sehat dari bagian tubuh tertentu, seperti dada, lengan, atau kaki, kemudian menggunakannya untuk membuat jalur baru (bypass) agar aliran darah dapat melewati pembuluh darah yang tersumbat dan kembali mencapai otot jantung.
Meski bertujuan untuk memperbaiki aliran darah ke jantung, operasi bypass jantung tetap memiliki risiko, sama seperti prosedur pembedahan lainnya. Beberapa risiko yang dapat terjadi meliputi perdarahan, infeksi pada area luka operasi di dada, gangguan irama jantung atau aritmia, gangguan fungsi ginjal, stroke, hingga gangguan daya ingat atau kemampuan berpikir yang pada sebagian pasien dapat bersifat sementara. Risiko dan kemungkinan komplikasi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung kondisi kesehatan dan faktor risiko yang dimiliki.

Untuk membantu mengurangi trauma akibat pembedahan, kini tersedia operasi bypass jantung minimal invasif atau minimally invasive cardiac surgery (MICS CABG). Berbeda dengan teknik konvensional yang membutuhkan pembelahan tulang dada, MICS CABG dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil sehingga dapat membantu mengurangi trauma jaringan, perdarahan, dan nyeri serta mendukung proses pemulihan yang lebih cepat. Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur MICS CABG dilakukan oleh dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) dengan dukungan teknologi dan teknik bedah jantung minimal invasif.
Contents
Apa saja risiko operasi bypass jantung konvensional?
Operasi bypass jantung konvensional merupakan operasi jantung terbuka. Seperti halnya prosedur operasi lainnya, tindakan ini memiliki sejumlah risiko dan kemungkinan komplikasi. Beberapa risiko yang dapat terjadi setelah operasi bypass jantung meliputi:
- Perdarahan.
- Serangan jantung akibat terbentuknya bekuan darah setelah operasi.
- Infeksi pada area luka operasi di dada.
- Kebutuhan menggunakan alat bantu pernapasan dalam jangka panjang.
- Gangguan irama jantung (aritmia).
- Gangguan atau penyakit ginjal.
- Gangguan daya ingat atau kesulitan berpikir jernih, yang pada sebagian kasus sering kali bersifat sementara.
- Stroke.
Risiko komplikasi dapat menjadi lebih tinggi apabila operasi bypass jantung dilakukan sebagai tindakan darurat. Selain itu, tingkat risiko setiap pasien juga dapat berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan sebelum menjalani operasi.
Beberapa kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi setelah operasi bypass jantung, antara lain:
- Penyumbatan pembuluh darah pada kaki.
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Diabetes.
- Penyakit atau gangguan fungsi ginjal.
Untuk membantu mengurangi risiko komplikasi, dokter biasanya memberikan obat-obatan sebelum operasi, seperti obat untuk membantu mengendalikan perdarahan dan tekanan darah serta mencegah infeksi. Pada pasien dengan diabetes, dokter juga dapat memberikan obat untuk membantu mengontrol kadar gula darah selama prosedur.
Mengenal operasi bypass jantung minimal invasif (MICS) di RS Mandaya Royal Puri
Minimally Invasive Cardiac Surgery Coronary Artery Bypass Grafting (MICS CABG) merupakan teknik operasi bypass jantung yang dilakukan melalui akses yang lebih kecil dibandingkan operasi bypass jantung konvensional. Pada prosedur ini, dokter membuat sayatan sekitar 7–10 cm di area sela tulang rusuk atau di bawah payudara kiri, tanpa perlu membelah tulang dada (sternum). Melalui akses tersebut, dokter menggunakan instrumen khusus untuk membuat sambungan pembuluh darah cangkok (graft) pada pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan.
MICS CABG dapat dilakukan saat jantung tetap berdetak. Untuk membantu menjaga area jantung yang sedang dioperasi tetap stabil, dokter dapat menggunakan alat stabilizer sehingga proses penyambungan graft dapat dilakukan dengan lebih terkontrol tanpa mengganggu fungsi jantung secara berlebihan. Karena akses pembedahannya lebih kecil, teknik ini dapat mengurangi trauma pada jaringan dan mendukung proses pemulihan yang lebih cepat pada pasien yang sesuai.
Apa saja keunggulan operasi bypass jantung minimal invasif?
Dibandingkan operasi bypass jantung konvensional, MICS CABG dilakukan dengan pendekatan yang lebih minimal invasif melalui sayatan yang lebih kecil dan tanpa membelah tulang dada. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi trauma akibat pembedahan sekaligus mendukung proses pemulihan pasien. Beberapa keunggulan yang dapat ditawarkan MICS CABG meliputi:
- Tidak memerlukan pembelahan tulang dada (sternum). MICS CABG dilakukan melalui akses di antara tulang rusuk sehingga tulang dada tidak perlu dibelah seperti pada operasi bypass jantung konvensional.
- Ukuran sayatan lebih kecil. Prosedur umumnya dilakukan melalui sayatan sekitar 7–10 cm di area dada, termasuk di bawah payudara kiri, sehingga akses pembedahan dan bekas luka dapat lebih minimal.
- Trauma jaringan lebih sedikit. Akses pembedahan yang lebih kecil dapat membantu mengurangi trauma terhadap jaringan dan pembuluh darah di sekitar area operasi.
- Potensi perdarahan lebih rendah. Pendekatan minimal invasif dapat membantu mengurangi perdarahan selama tindakan, meskipun jumlah perdarahan tetap dapat berbeda pada setiap pasien.
- Nyeri setelah operasi dapat lebih ringan. Karena tidak dilakukan pembelahan tulang dada, pasien berpotensi mengalami nyeri dan ketidaknyamanan yang lebih ringan selama masa pemulihan.
- Dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi tertentu. Pada pasien dengan penyakit penyerta, seperti diabetes atau usia lanjut, pendekatan minimal invasif dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mengurangi trauma akibat operasi. Namun, kelayakannya tetap harus dinilai berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
- Jantung tetap berdetak selama tindakan. MICS CABG dapat dilakukan pada jantung yang tetap berdetak dengan bantuan alat stabilizer untuk menjaga bagian jantung yang sedang dioperasi tetap stabil selama proses penyambungan graft.
Meski memiliki sejumlah keunggulan, MICS CABG tidak otomatis menjadi pilihan yang tepat untuk semua pasien. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan teknik bypass, termasuk kondisi jantung, lokasi dan jumlah pembuluh darah yang mengalami penyumbatan, kondisi kesehatan secara keseluruhan, penyakit penyerta, serta kompleksitas kasus dan faktor medis lainnya. Dengan pertimbangan tersebut, teknik operasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap pasien.
Operasi bypass jantung minimal invasif dengan dukungan robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri menyediakan pilihan operasi bypass jantung minimal invasif dengan dukungan teknologi robotik Da Vinci Xi. Dalam pendekatan ini, teknologi robotik terutama digunakan untuk membantu dokter saat mengambil pembuluh darah yang akan digunakan sebagai graft atau cangkok bypass, khususnya LIMA (Left Internal Mammary Artery) dari dinding dada.

Menurut dr. Wirya, penggunaan Da Vinci Xi dapat memberikan dukungan berupa visualisasi yang baik serta pergerakan instrumen yang lebih terkontrol selama proses pengambilan LIMA. Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:
- Sayatan dapat dibuat lebih kecil. Jika pada MICS CABG sayatan umumnya sekitar 8 cm, penggunaan bantuan robotik dapat memungkinkan sayatan diperkecil menjadi sekitar 5,5 cm, sesuai kebutuhan tindakan.
- Potensi nyeri yang lebih ringan. Ukuran sayatan yang lebih kecil dapat membantu mengurangi trauma pada jaringan sehingga berpotensi mengurangi rasa tidak nyaman setelah operasi.
- Mendukung proses pemulihan. Luka operasi yang lebih kecil dapat mendukung proses penyembuhan dan membantu pasien kembali melakukan aktivitas secara bertahap.
- Pengambilan LIMA lebih terkontrol. Lengan robot Da Vinci Xi memberikan rentang gerakan yang terkontrol dan membantu dokter melakukan pengambilan LIMA dengan tingkat presisi yang tinggi.
- Membantu mempertahankan kualitas graft. Proses pengambilan LIMA dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kondisi pembuluh darah yang nantinya digunakan sebagai graft bypass. LIMA merupakan salah satu jenis graft yang banyak digunakan dalam CABG dan dikenal memiliki daya tahan jangka panjang.
Dengan dukungan teknologi robotik, MICS CABG dapat menjadi salah satu pilihan pendekatan bypass jantung bagi pasien yang memenuhi kriteria medis untuk menjalani prosedur minimal invasif.
Baca juga: Pertama di Indonesia, RS Mandaya Puri Lakukan MICS CABG dengan Bantuan Robot Da Vinci Xi
Berapa biaya operasi bypass jantung MICS dan robotik di RS Mandaya Puri?
Biaya operasi bypass jantung dapat berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya. Faktor yang dapat memengaruhi biaya antara lain metode operasi yang dipilih, penggunaan teknologi tambahan, kompleksitas kondisi jantung, serta kebutuhan medis selama perawatan.
Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia pilihan MICS CABG maupun MICS CABG dengan dukungan teknologi robotik. Pemilihan metode tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi dokter terhadap kondisi masing-masing pasien.
- Operasi bypass jantung MICS: mulai dari Rp350 juta.
- Operasi bypass jantung MICS dengan bantuan robotik: mulai dari Rp499 juta.
Catatan: Harga tersebut merupakan biaya mulai dan dapat berubah sesuai kondisi pasien, kompleksitas tindakan, kebutuhan medis, serta fasilitas yang digunakan. Untuk mendapatkan informasi biaya yang lebih sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Profil dan jadwal praktik dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Hospital Puri. Beliau menangani berbagai prosedur bedah jantung dan pembuluh darah, termasuk MICS dengan dukungan teknologi robotik Da Vinci Xi.
dr. Wirya menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau juga terus mengembangkan kompetensi di bidang bedah jantung, termasuk dalam penerapan teknik minimal invasif yang memungkinkan tindakan dilakukan melalui akses pembedahan yang lebih kecil.

Selain itu, dr. Wirya telah memiliki lisensi untuk menggunakan robot Da Vinci Xi dalam prosedur bypass jantung robotik. Kompetensi tersebut mendukung penggunaan teknologi robotik dalam prosedur MICS CABG, terutama untuk membantu proses pengambilan pembuluh darah yang akan digunakan sebagai graft atau cangkok bypass.
Pengalaman dr. Wirya di bidang bedah kardiovaskular turut diperkuat melalui keikutsertaannya dalam berbagai konferensi dan pelatihan internasional, di antaranya:
- 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan.
- 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia.
- 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery dan 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka.
- 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.
Pasien yang ingin mendapatkan konsultasi mengenai MICS, operasi bypass jantung, maupun prosedur bedah jantung lainnya dapat berkonsultasi dengan dr. Wirya A. Graha di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Selasa: 16.30–20.00 WIB
- Kamis: 16.30–20.00 WIB
- Sabtu: 10.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Coronary Artery Bypass Graft (CABG) Surgery. (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16897-coronary-artery-bypass-surgery). Diakses pada 24 Agustus 2026.
- Mayo Clinic. Coronary bypass surgery. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-bypass-surgery/about/pac-20384589). Diakses pada 24 Agustus 2026.
- Bangkok Hospital. MICS CABG. (https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-heart/content/mics-cabg). Diakses pada 24 Agustus 2026.

