Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otot jantung, mengalami penyempitan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang membentuk plak. Seiring bertambahnya plak, ruang di dalam pembuluh darah menjadi semakin sempit sehingga aliran darah kaya oksigen menuju otot jantung dapat berkurang.
Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah koroner adalah coronary artery bypass graft (CABG) atau operasi bypass jantung. Prosedur ini membuat jalur aliran darah baru menggunakan pembuluh darah cangkok (graft) sehingga darah dapat melewati area pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan.
Seiring perkembangan teknologi, CABG juga dapat dilakukan dengan teknik minimally invasive cardiac surgery (MICS) melalui sayatan yang lebih kecil tanpa perlu membelah tulang dada seperti pada operasi bypass konvensional. Pada prosedur tertentu, dokter juga dapat menggunakan bantuan robot Da Vinci Xi untuk mengambil pembuluh darah yang akan digunakan sebagai graft. Teknologi robotik membantu dokter melakukan proses pengambilan pembuluh darah dengan gerakan yang lebih presisi dan terkontrol.

Baru-baru ini, dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Puri, kembali melakukan tindakan bypass jantung minimal invasif dengan bantuan robot Da Vinci Xi. Tindakan ini menjadi prosedur bypass jantung minimal invasif robotik kedua yang dikerjakan dr. Wirya di RS Mandaya Puri.
Contents
Penjelasan kondisi pasien dan prosedur bypass jantung minimal invasif robotik

Pasien yang ditangani dr. Wirya ini merupakan pasien kedua di RS Mandaya Puri yang menjalani robot-assisted minimally invasive CABG. Menurut dr. Wirya, kondisi penyumbatan pembuluh darah koroner pada pasien cukup kompleks karena tiga pembuluh darah mengalami penyumbatan rata-rata lebih dari 90–95%. Dengan kondisi tersebut, pasien membutuhkan tindakan bypass jantung untuk membuat jalur baru bagi aliran darah menuju otot jantung.
Pada prosedur ini, dr. Wirya menggunakan robot Da Vinci Xi untuk membantu mengambil pembuluh darah dari dinding dada atau left internal mammary artery (LIMA) yang kemudian digunakan sebagai salah satu pembuluh darah cangkok (graft) untuk CABG.
Secara umum, tahapan prosedurnya meliputi:
1. Pemasangan port robotik
Beberapa port ditempatkan melalui sayatan kecil di area dada, kemudian dihubungkan dengan lengan robot dan kamera.
2. Pengambilan pembuluh darah dengan robot
Setelah terhubung ke surgical console, dr. Wirya mengendalikan lengan robot untuk mengambil pembuluh darah LIMA dari dinding dada. Penggunaan robot membantu proses pengambilan pembuluh darah dilakukan dengan gerakan yang lebih presisi.
3. Proses bypass secara minimal invasif
Setelah LIMA berhasil diambil, proses penyambungan pembuluh darah untuk membuat jalur bypass dilakukan secara manual melalui akses minimal invasif.
4. Empat pembuluh darah cangkok
Pada pasien ini, total dilakukan empat bypass. LIMA digunakan sebagai graft pertama, sementara pembuluh darah dari kaki digunakan untuk bypass lainnya.
Baca juga: Pertama di Indonesia, RS Mandaya Puri Lakukan MICS CABG dengan Bantuan Robot Da Vinci Xi
Keunggulan bypass jantung minimal invasif robotik
Menurut dr. Wirya, penggunaan robot dalam prosedur ini memberikan beberapa keunggulan, terutama dalam proses pengambilan pembuluh darah LIMA:
- Sayatan lebih kecil: Pada bypass minimal invasif, luka operasi sekitar 8 cm, sedangkan dengan bantuan robot dapat dibuat sekitar 5,5 cm.
- Nyeri lebih sedikit: Sayatan yang lebih kecil dapat membantu mengurangi rasa nyeri setelah operasi.
- Pemulihan lebih cepat: Luka operasi yang lebih kecil juga dapat mendukung proses penyembuhan yang lebih cepat.
- Pengambilan LIMA lebih presisi: Robot Da Vinci Xi membantu dokter mengambil pembuluh darah dari dinding dada dengan gerakan yang lebih terkontrol.
- Kualitas graft tetap terjaga: Pembuluh darah LIMA yang diambil dengan teknik robotik diharapkan memiliki kualitas yang baik sehingga dapat digunakan sebagai cangkok bypass yang tahan lama, hingga 20 tahun.
Kapan dokter umumnya merekomendasikan bypass jantung minimal invasif robotik?
Bypass jantung minimal invasif dengan bantuan robot dapat dipertimbangkan pada pasien dengan penyakit jantung koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang signifikan. Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
- Penyumbatan pembuluh darah cukup berat dan tidak dapat ditangani secara optimal dengan perubahan gaya hidup atau obat-obatan.
- Terdapat beberapa penyumbatan pada pembuluh darah koroner sehingga membutuhkan tindakan bypass.
- Operasi jantung terbuka konvensional memiliki risiko lebih tinggi bagi pasien, misalnya karena usia, obesitas, atau kondisi kesehatan tertentu.
Namun, tidak semua pasien dengan penyakit jantung koroner dapat menjalani prosedur ini. Keputusan untuk melakukan robotic-assisted CABG ditentukan setelah evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis jantung dan dokter bedah jantung, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahan penyumbatan, serta manfaat dan risiko prosedur robotik.
Baca juga: dr. Wirya, Dokter Spesialis Bedah Jantung Berlisensi Robotik, Bypass Jantung Lebih Presisi
Berapa biaya operasi bypass jantung MICS dan robotik di RS Mandaya Puri?
Biaya operasi bypass jantung dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada metode operasi, teknologi yang digunakan, serta kompleksitas kondisi jantung dan kebutuhan medis lainnya.
Di RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat memilih tindakan bypass jantung minimal invasif (MICS) maupun MICS dengan bantuan teknologi robotik sesuai hasil evaluasi dokter.
- Operasi bypass jantung MICS: mulai dari Rp350 juta.
- Operasi bypass jantung MICS dengan bantuan robotik: mulai dari Rp499 juta.
*Biaya tersebut merupakan harga mulai dan dapat berubah sesuai kondisi pasien, kebutuhan tindakan, serta fasilitas yang digunakan.
Profil dan jadwal praktik dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Hospital Puri. Beliau menangani berbagai prosedur bedah jantung dan pembuluh darah, termasuk minimally invasive cardiac surgery (MICS) dengan dukungan teknologi robotik Da Vinci Xi.
dr. Wirya menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejalan dengan perkembangan teknik bedah jantung, beliau terus memperdalam kompetensi dalam berbagai pendekatan operasi, termasuk teknik MICS yang memungkinkan prosedur dilakukan melalui akses yang lebih minimal invasif.

dr. Wirya memiliki lisensi untuk menggunakan robot Da Vinci Xi dalam prosedur bypass jantung robotik. Lisensi tersebut mendukung pelaksanaan bypass jantung minimal invasif dengan bantuan teknologi robotik.
Kompetensinya juga didukung oleh pengalaman mengikuti berbagai konferensi dan pelatihan internasional di bidang kardiovaskular dan bedah toraks, antara lain:
- 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan.
- 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia.
- 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery dan 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka.
- 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.
Pasien yang ingin berkonsultasi mengenai MICS, bypass jantung, maupun prosedur bedah jantung lainnya dapat menemui dr. Wirya A. Graha di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.30–20.00 WIB
- Kamis: 16.30–20.00 WIB
- Sabtu: 10.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Johns Hopkins Medicine. Coronary Artery Bypass Graft Surgery. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/coronary-artery-bypass-graft-surgery). Diakses pada 21 Agustus 2026.
- Apollo Hospitals. Robot-Assisted CABG Surgery – A Safer Way to Treat Coronary Heart Disease. (https://www.apollohospitals.com/id/procedures/robot-assited-cabg-surgery-a-safer-way-to-treat-coronary-heart-disease). Diakses pada 21 Agustus 2026.

