Operasi bypass jantung selama ini identik dengan prosedur yang membutuhkan sayatan besar dan pembukaan tulang dada. Namun, perkembangan teknologi bedah kini memungkinkan prosedur tersebut dilakukan dengan pendekatan yang lebih minimal invasif dan bisa dilakukan dengan bantuan robot Da Vinci Xi. Lantas, apa keunggulan bypass jantung jika dilakukan dengan bantuan robotik? Salah satu jawabannya terletak pada kemampuan teknologi robotik dalam membantu dokter melakukan tahapan operasi yang membutuhkan ketelitian tinggi, termasuk mengambil pembuluh darah yang akan digunakan sebagai cangkok atau graft.
Salah satu pembuluh darah yang banyak digunakan dalam operasi bypass jantung adalah Left Internal Mammary Artery (LIMA). Arteri ini umumnya memiliki daya tahan yang baik dan dapat tetap berfungsi sebagai jalur baru aliran darah hingga 20 tahun atau lebih pada banyak pasien. Dalam prosedur Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) atau operasi jantung minimal invasif, teknologi robotik Da Vinci Xi dapat membantu dokter mengambil LIMA melalui sayatan kecil di dada dengan gerakan instrumen yang lebih presisi dan fleksibel.

Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur bypass jantung dengan teknik MICS dan bantuan robot Da Vinci Xi dilakukan oleh dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa.
Contents
Mengapa pembuluh darah LIMA lebih dipilih sebagai cangkok untuk CABG?
Dalam operasi bypass jantung, dokter membutuhkan pembuluh darah atau cangkok (graft) untuk membuat jalur baru bagi aliran darah melewati pembuluh darah jantung yang tersumbat. Selain LIMA, pembuluh darah lain yang kerap digunakan adalah saphenous vein graft (SVG), yaitu pembuluh darah vena yang diambil dari tungkai.
Namun, LIMA, terutama untuk disambungkan ke LAD (Left Anterior Descending), telah menjadi pilihan utama atau gold standard dalam operasi bypass jantung jika secara medis memungkinkan. Mengapa?
1. Lebih tahan lama
LIMA memiliki kemampuan bertahan terbuka dan berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Dibandingkan SVG, LIMA memiliki tingkat keberlangsungan aliran darah (patency) yang lebih baik.
2. Lebih tahan terhadap penyumbatan
LIMA secara alami lebih tahan terhadap aterosklerosis, yaitu penumpukan plak yang dapat menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Karena itu, LIMA memiliki risiko lebih rendah untuk kembali mengalami penyumbatan.
3. Lokasinya dekat dengan jantung
LIMA berada di bagian dalam dada dan posisinya dekat dengan jantung, termasuk area LAD yang sering menjadi target bypass. Kondisi ini membuat LIMA cocok digunakan sebagai jalur baru untuk mengalirkan darah ke otot jantung.
4. Memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik
Penggunaan LIMA, khususnya untuk bypass menuju LAD, dikaitkan dengan hasil jangka panjang yang lebih baik, termasuk risiko masalah jantung yang lebih rendah dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan penggunaan beberapa jenis graft lainnya.
Cangkok menggunakan LIMA umumnya dapat tetap berfungsi dengan baik selama 15–20 tahun atau bahkan lebih lama. Pada sebagian pasien, pembuluh darah ini bahkan dapat bertahan hingga beberapa dekade. Karena daya tahannya tersebut, LIMA menjadi salah satu pilihan cangkok yang paling awet dalam operasi bypass jantung.
5. Mengapa LIMA penting untuk LAD?
LAD merupakan salah satu pembuluh darah koroner utama yang memasok darah ke bagian besar otot jantung. Jika LAD mengalami penyumbatan, aliran darah ke otot jantung dapat terganggu. Karena itu, membuat jalur baru dari LIMA ke LAD menjadi salah satu bagian penting dalam operasi CABG.
Baca juga: Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), Metode Bedah Jantung Minimal Invasif yang Minim Sayatan
Teknologi robot Da Vinci Xi bantu dokter mengambil cangkok LIMA secara lebih presisi
Penggunaan robot Da Vinci Xi dalam pengambilan LIMA memberikan sejumlah keunggulan, terutama pada tahap yang membutuhkan ketelitian tinggi. Beberapa di antaranya:
- Gerakan instrumen lebih presisi: Lengan robot dapat membantu dokter melakukan gerakan kecil dan terkontrol saat mengambil LIMA.
- Tampilan area operasi lebih jelas: Kamera robot memberikan tampilan 3D yang diperbesar, sehingga dokter dapat melihat pembuluh darah dan jaringan di sekitarnya dengan lebih detail.
- Membantu menjaga jaringan di sekitar LIMA: Instrumen berukuran kecil dan gerakan yang terkontrol membantu dokter melakukan pengambilan LIMA dengan lebih hati-hati.
- Dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil: Robot memungkinkan pengambilan LIMA dilakukan melalui akses minimal invasif, sehingga tidak memerlukan pembukaan tulang dada seperti pada operasi bypass konvensional.
- Mendukung pemulihan pasien: Pendekatan minimal invasif dapat membantu mengurangi nyeri dan mendukung proses pemulihan setelah operasi.
Bagaimana prosedur bypass jantung MICS dengan teknologi robotik dilakukan?
Secara sederhana, prosedur MICS CABG dengan bantuan robot Da Vinci Xi dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Membuat sayatan kecil di dada
Dokter membuat sayatan sekitar 5–7 cm di sisi kiri dada, tepat di antara tulang rusuk. Beberapa lubang kecil juga dibuat sebagai akses untuk memasukkan kamera dan instrumen robot. Berbeda dengan operasi bypass konvensional, tulang dada tidak perlu dibelah.
2. Mengambil LIMA dengan bantuan robot
Selanjutnya, robot Da Vinci Xi membantu dokter mengambil LIMA, yaitu salah satu pembuluh darah yang sering dipilih sebagai cangkok untuk bypass karena memiliki daya tahan yang baik. Sistem robotik membantu dokter melakukan proses pengambilan pembuluh darah tersebut dengan gerakan yang lebih presisi melalui sayatan kecil.
3. Menyambungkan LIMA ke pembuluh darah yang tersumbat
Setelah LIMA siap digunakan, dokter menyambungkannya ke pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Pada kondisi tertentu, bypass dapat dilakukan ketika jantung tetap berdetak, sehingga pasien tidak selalu membutuhkan mesin jantung-paru selama prosedur.
4. Menjalani proses pemulihan
Karena prosedur dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil dan tanpa membelah tulang dada, proses pemulihan dapat menjadi lebih ringan dibandingkan bypass jantung konvensional. Pasien juga dapat mulai bergerak lebih cepat setelah operasi. Namun, lama rawat inap dan pemulihan tetap bergantung pada kondisi kesehatan serta respons masing-masing pasien.
Berapa biaya operasi bypass jantung MICS dan robotik di RS Mandaya Puri?
Biaya operasi bypass jantung dapat berbeda tergantung pada metode yang digunakan, teknologi yang dibutuhkan, serta kondisi masing-masing pasien. Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia pilihan bypass jantung dengan metode MICS maupun MICS dengan bantuan teknologi robotik. Berikut estimasi biayanya:
- Operasi bypass jantung MICS: mulai dari Rp350 juta.
- Operasi bypass jantung MICS dengan bantuan robotik: mulai dari Rp499 juta.
*Biaya tersebut merupakan harga mulai dan dapat berubah sesuai kondisi pasien, kebutuhan tindakan, serta fasilitas yang digunakan.
Mengenal dr. Wirya, dokter bedah jantung berlisensi robotik di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Hospital Puri. Beliau memiliki pengalaman menangani berbagai prosedur bedah jantung dan pembuluh darah, termasuk MICS dengan dukungan teknologi robotik Da Vinci Xi.
Setelah menempuh pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Wirya terus memperdalam keahlian di bidang bedah jantung, termasuk teknik operasi dengan pendekatan minimal invasif. Kompetensi tersebut mendukung pengalamannya dalam menangani prosedur MICS, termasuk bypass jantung melalui akses yang lebih kecil.

Dalam prosedur bypass jantung robotik, dr. Wirya telah memiliki lisensi penggunaan Da Vinci Xi. Dengan teknologi tersebut, beliau dapat melakukan bypass jantung melalui pendekatan minimal invasif.
Untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, dr. Wirya juga mengikuti sejumlah forum ilmiah dan konferensi internasional di bidang bedah kardiovaskular, antara lain:
- 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan
- 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia
- 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery dan 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka
- 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi mengenai bypass jantung, MICS, maupun pilihan operasi jantung minimal invasif, dr. Wirya A. Graha dapat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:
- Selasa: 16.30–20.00 WIB
- Kamis: 16.30–20.00 WIB
- Sabtu: 10.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Liv Hospital. LIMA Cardiac Bypass: 7 Key Facts About CABG with LIMA to LAD. (https://int.livhospital.com/lima-cardiac-bypass-7-key-facts-about-cabg-with-lima-to-lad/). Diakses pada 18 Agustus 2026.
- MICS Heart. Robotic CABG Bypass Surgery. (https://www.micsheart.com/robotic-cabg-bypass-surgery/). Diakses pada 18 Agustus 2026.

