Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Wanita: Pahami Penyebab, Gejala, hingga Dokter yang Menanganinya

Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Wanita: Pahami Penyebab, Gejala, hingga Dokter yang Menanganinya

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang dapat terjadi pada salah satu bagian sistem saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra. Namun, sebagian besar kasus ISK terjadi pada saluran kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri, perih saat buang air kecil, hingga keinginan buang air kecil yang lebih sering.

Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISK dibandingkan pria. Meski umumnya dapat diatasi dengan pengobatan, ISK yang tidak ditangani dengan baik berisiko menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, ISK umumnya ditangani dengan antibiotik sesuai penyebabnya, disertai langkah-langkah untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

Salah satu dokter yang dapat menangani ISK adalah dokter spesialis urologi, terutama apabila ISK terjadi berulang, disertai gangguan berkemih, atau berkaitan dengan kelainan fungsi saluran kemih. Untuk kasus-kasus tersebut, terutama ISK pada wanita, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, seperti dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri.

Konsultasi dokter

Apa saja gejala ISK pada wanita?

ISK menyebabkan peradangan pada saluran kemih yang dapat memunculkan berbagai gejala, seperti:

  • Nyeri di bagian samping pinggang, perut, panggul, atau punggung bawah.
  • Rasa tertekan atau tidak nyaman di area bawah perut atau panggul.
  • Urine tampak keruh dan berbau tidak sedap.
  • Sulit menahan buang air kecil sehingga urine bisa keluar tanpa disadari (beser).
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya.
  • Tiba-tiba muncul keinginan buang air kecil yang sangat kuat dan sulit ditahan.
  • Nyeri atau rasa perih saat buang air kecil.
  • Terdapat darah pada urine sehingga urine tampak kemerahan atau kecokelatan.

Selain gejala di atas, ISK juga dapat disertai dengan:

  • Tubuh terasa sangat lelah atau lemas.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran, terutama pada lansia atau pada infeksi yang sudah berat.

Penyebab ISK pada wanita

ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra, kemudian berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Sebagian besar kasus ISK menyerang kandung kemih dan uretra, dengan penyebab tersering adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang secara normal hidup di saluran pencernaan.

Beberapa penyebab ISK meliputi:

  • Infeksi bakteri E. coli, yaitu penyebab paling umum ISK, terutama infeksi pada kandung kemih.
  • Penyebaran bakteri dari area anus ke uretra, sehingga bakteri dapat masuk ke saluran kemih.
  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore, klamidia, herpes, dan mikoplasma, yang dapat menyebabkan infeksi pada uretra.

Faktor risiko ISK pada wanita

Wanita lebih sering mengalami ISK dibandingkan pria. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya antara lain:

  • Memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
  • Mengalami perimenopause atau menopause, karena perubahan hormon estrogen dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di area vagina.
  • Menggunakan alat kontrasepsi tertentu, seperti diafragma atau spermisida.
  • Memiliki riwayat ISK berulang, yaitu mengalami ISK dua kali atau lebih dalam enam bulan, atau tiga kali atau lebih dalam satu tahun.

Pengobatan ISK pada wanita

Pengobatan ISK umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jenis antibiotik dan lama pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi, gejala yang dialami, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Selama menjalani pengobatan, pasien dianjurkan untuk menghabiskan seluruh antibiotik sesuai resep dokter, meskipun gejala sudah membaik. Hal ini penting untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh dan mengurangi risiko bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik (resistensi antibiotik).

Apabila ISK terjadi akibat gangguan atau kelainan pada sistem saluran kemih, dokter juga akan mencari dan menangani penyebab yang mendasarinya agar infeksi tidak terus berulang.

Pada kasus yang berat, seperti infeksi yang telah menyebar ke ginjal atau menyebabkan kondisi pasien memburuk, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Selama dirawat, pasien akan mendapatkan cairan dan obat-obatan melalui infus serta pemantauan secara ketat hingga kondisinya membaik.

Dokter ISK pada wanita di RS Mandaya Royal Puri, dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

Salah satu dokter yang bisa menangani ISK pada wanita di RS Mandaya Royal Puri adalah dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS yang merupakan dokter spesialis urologi dengan subspesialisasi di bidang urologi fungsional, urologi perempuan, dan neuro-urologi. 

Beliau menangani berbagai gangguan yang berkaitan dengan fungsi saluran kemih, keluhan urologi pada wanita, hingga gangguan berkemih yang disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf.

Pendidikan dokter umum dr. Andika ditempuh di Universitas Indonesia dan diselesaikan pada tahun 2008. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Urologi di universitas yang sama dan lulus pada tahun 2020.

Untuk memperluas keahliannya, dr. Andika kemudian menyelesaikan pendidikan Konsultan Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neuro-Urologi di Kolegium Urologi Indonesia pada tahun 2022. Dengan kompetensi tersebut, beliau memiliki pengalaman dalam menangani berbagai gangguan fungsi saluran kemih, baik pada pria maupun wanita, termasuk kelainan berkemih yang berkaitan dengan gangguan saraf.

Apa saja keahlian dr. Andika?

Sebagai dokter urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, dr. Andika menangani berbagai kondisi, di antaranya:

  • Gangguan saluran kemih pada wanita, termasuk ISK yang berulang.
  • Gangguan berkemih, seperti sulit buang air kecil, aliran urine lemah, atau kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan secara optimal.
  • Inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil (ngompol) pada orang dewasa maupun lansia.
  • Gangguan fungsi kandung kemih akibat kelainan sistem saraf (neurourologi), misalnya pada pasien pascastroke atau diabetes.
  • Berbagai gangguan fungsi saluran kemih yang memerlukan penanganan oleh dokter subspesialis urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.

Jadwal praktik dr. Andika di RS Mandaya Royal Puri

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:

  • Selasa: 16.00–20.00 WIB
  • Kamis: 16.00–20.00 WIB
  • Sabtu: 09.00–16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Urinary tract infection (UTI): Symptoms and causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447). Diakses pada 7 Agustus 2026.
  2. Cleveland Clinic. Urinary Tract Infections (UTIs). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections). Diakses pada 7 Agustus 2026.
  3. Medical News Today. Urinary tract infection (UTI): Symptoms, causes, treatment, and more. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/189953#treatment). Diakses pada 7 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes