Pasien 65 Tahun Lakukan Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif dengan dr. Wirya di RS Mandaya Puri

Pasien 65 Tahun Lakukan Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif dengan dr. Wirya di RS Mandaya Puri

Penyakit arteri koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner yang bertugas menyalurkan oksigen dan nutrisi ke otot jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah. Kondisi ini membuat aliran darah yang kaya oksigen ke jantung menjadi berkurang sehingga dapat memicu nyeri dada (angina), sesak napas, hingga serangan jantung. Pada kasus dengan penyumbatan yang berat, operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG) menjadi salah satu pilihan penanganan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung.

Seiring perkembangan teknologi medis, operasi bypass jantung kini dapat dilakukan dengan teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS). Berbeda dengan metode konvensional yang mengharuskan pembelahan tulang dada (sternum), MICS dilakukan melalui sayatan kecil di sela tulang rusuk sehingga tidak perlu memotong tulang dada. Selain itu, pada pasien yang memenuhi syarat, prosedur ini juga dapat dilakukan tanpa menghentikan detak jantung (off-pump), sehingga diharapkan dapat mengurangi trauma operasi, mempercepat proses pemulihan, serta memberikan kenyamanan lebih bagi pasien.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

Baru-baru ini, dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp.JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular konsultan bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Puri, berhasil melakukan operasi bypass jantung minimal invasif (MICS) pada seorang pasien berusia 65 tahun yang mengalami sumbatan pembuluh darah koroner dengan tingkat keparahan yang sangat tinggi. 

Konsultasi dokter

Penjelasan kondisi pasien oleh dr. Wirya dan perkembangannya pascaoperasi 

Menurut dr. Wirya, pasien yang berusia 65 tahun tersebut memiliki sejumlah faktor risiko penyakit jantung koroner, di antaranya riwayat merokok dan diabetes. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan yang sangat berat pada pembuluh darah koroner, sehingga tindakan pemasangan ring jantung sudah tidak lagi memungkinkan. Oleh karena itu, operasi bypass jantung menjadi pilihan terapi yang tepat.

Untuk menangani kondisi tersebut, tim bedah melakukan operasi MICS dengan membuat sayatan kecil di sela tulang rusuk tanpa memotong tulang dada. Dalam prosedur ini, dokter merencanakan pemasangan tiga hingga empat jalur bypass untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung. Operasi juga dilakukan saat jantung tetap berdetak, sehingga tidak perlu menghentikan kerja jantung selama tindakan berlangsung.

Perkembangan pasien setelah operasi pun berlangsung sangat baik. Sekitar satu jam pascaoperasi, pasien sudah berada di ruang ICU tanpa memerlukan alat bantu ventilator. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dr. Wirya, pasien mampu mengangkat kedua tangan dan kedua kakinya sesuai instruksi tanpa kendala yang berarti, menunjukkan kondisi neurologis dan pemulihan awal yang baik setelah menjalani operasi bypass jantung minimal invasif.

Operasi jantung minimal invasif vs operasi jantung terbuka

Baik operasi jantung minimal invasif (MICS) maupun operasi jantung terbuka memiliki tujuan yang sama, yaitu mengatasi penyakit atau kelainan pada jantung. Perbedaan utamanya terletak pada cara dokter mengakses jantung saat melakukan operasi.

MICS
MICS

Dibandingkan dengan operasi jantung terbuka, operasi jantung minimal invasif dilakukan melalui sayatan kecil di dada sehingga tidak perlu membelah tulang dada. Pendekatan ini menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain:

  • Proses pemulihan lebih cepat, di mana sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas sehari-hari dalam waktu sekitar 2–4 minggu.
  • Nyeri setelah operasi lebih ringan dan bekas luka lebih kecil.
  • Mengurangi trauma fisik maupun psikologis akibat tindakan operasi.
  • Lama perawatan di rumah sakit lebih singkat, umumnya pasien dapat pulang dalam 3–4 hari.
  • Fungsi paru-paru pada masa awal pemulihan cenderung lebih baik.
  • Risiko infeksi dan perdarahan lebih rendah.

Meski demikian, pada beberapa kasus dengan penyakit jantung yang kompleks atau sangat berat, operasi jantung terbuka tetap menjadi pilihan yang paling aman. Dokter bedah akan menentukan metode operasi yang paling sesuai berdasarkan kondisi penyakit, anatomi tubuh, serta kesehatan pasien secara keseluruhan.

Konsultasi dokter

Siapa yang membutuhkan operasi jantung minimal invasif?

Operasi jantung minimal invasif dapat direkomendasikan untuk menangani berbagai kondisi jantung yang memerlukan tindakan bedah, di antaranya:

  • Penyakit katup jantung, seperti gangguan pada katup mitral atau katup aorta.
  • Penyakit arteri koroner yang memerlukan operasi bypass jantung.
  • Kelainan jantung bawaan, seperti Atrial Septal Defect (ASD) dan Ventricular Septal Defect (VSD).
  • Beberapa gangguan irama jantung (aritmia) yang memerlukan tindakan operasi.

Teknik MICS umumnya dipertimbangkan ketika prosedur berbasis kateter tidak dapat dilakukan atau ketika operasi minimal invasif diperkirakan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik. Keputusan untuk menjalani MICS akan ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis penyakit, kondisi anatomi pasien, kesehatan secara umum, serta tingkat kompleksitas operasi yang diperlukan.

Kenali gejala penyakit jantung koroner

Gejala penyakit jantung koroner muncul ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung berkurang akibat penyempitan pembuluh darah. Pada tahap awal, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan keluhan atau gejalanya hanya muncul saat beraktivitas berat maupun mengalami stres emosional. Namun, seiring penyumbatan semakin parah, gejala dapat menjadi lebih sering dan lebih berat.

Beberapa gejala penyakit jantung koroner yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri dada (angina), yang dapat terasa seperti dada ditekan, diremas, atau tertindih beban berat.
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas.
  • Mudah lelah karena jantung tidak mampu memompa darah secara optimal.

Apabila pembuluh darah koroner tersumbat sepenuhnya, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung. Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Nyeri dada hebat yang dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau ulu hati.
  • Sesak napas.
  • Keringat dingin.
  • Mual atau muntah.
  • Pusing atau terasa ingin pingsan.
  • Tubuh terasa sangat lemas.

Perlu diketahui, tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Pada wanita, lansia, maupun penderita diabetes, serangan jantung terkadang ditandai dengan keluhan yang lebih tidak khas, seperti mual, nyeri ringan di leher atau punggung, atau bahkan tanpa gejala yang jelas sama sekali.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Penyempitan Pembuluh Darah Jantung yang Wajib Diwaspadai

Dokter ahli bedah jantung metode MICS di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai tindakan bedah jantung dan pembuluh darah. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mendalami berbagai teknik bedah jantung modern, termasuk prosedur minimal invasif.

Dalam prakteknya, dr. Wirya dikenal memiliki keahlian dalam MICS, yaitu teknik operasi jantung dengan sayatan kecil tanpa perlu membuka tulang dada secara penuh. Pendekatan ini memungkinkan tindakan bedah dilakukan dengan trauma yang lebih minimal, sehingga pasien dapat merasakan manfaat seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta masa pemulihan yang cenderung lebih cepat dibandingkan operasi jantung konvensional.

Beberapa pelatihan dan konferensi internasional yang pernah diikuti oleh dr. Wirya antara lain:

  • 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan
  • 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia
  • 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery bersama 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka
  • 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

 

Referensi:

  1. Johns Hopkins Medicine. Coronary Artery Bypass Graft Surgery. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/coronary-artery-bypass-graft-surgery). Diakses pada 25 Juli 2026.
  2. Bangkok Hospital. Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS). (https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-heart/content/minimally-invasive-cardiac-surgery-mics). Diperbarui terakhir 2 April 2026. Diakses pada 25 Juli 2026.
  3. Mount Elizabeth Hospitals. Minimally Invasive Cardiac Surgery. (https://www.mountelizabeth.com.sg/id/tests-treatments/minimally-invasive-cardiac-surgery). Diakses pada 25 Juli 2026.
  4. Mayo Clinic. Coronary Artery Disease: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350613). Diakses pada 25 Juli 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes