Pasien Saraf Kejepit Leher C3-C4 Jalani Operasi ACDF bersama dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri, Kondisi Membaik dalam 2 Hari

Pasien Saraf Kejepit Leher C3-C4 Jalani Operasi ACDF bersama dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri, Kondisi Membaik dalam 2 Hari

Saraf terjepit di leher adalah kondisi ketika akar saraf di tulang leher mengalami tekanan sehingga menimbulkan gangguan pada sistem saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang menjalar, kelemahan otot, kesemutan, hingga mati rasa pada tangan atau kaki. Jika tekanan pada saraf semakin berat, penderita juga dapat mengalami gangguan berjalan hingga kesulitan mengontrol buang air kecil.

dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS
dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS

Kondisi tersebut dialami oleh Dilmar Tatawi (72), pasien asal Manado yang mengalami saraf terjepit pada ruas tulang leher C3-C4 akibat bantalan tulang belakang yang membengkak. Setelah berkonsultasi di beberapa rumah sakit tanpa mendapatkan solusi operasi karena faktor usia dan keterbatasan fasilitas, Dilmar akhirnya datang ke RS Mandaya Royal Puri dan menjalani tindakan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) bersama dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS, dokter spesialis bedah saraf. Hanya dua hari setelah operasi, kondisi pasien menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Kemarin (2 hari pascaoperasi) kakinya sudah bisa bergerak, (masalah) buang air kecilnya sudah teratasi. Kalau sebelumnya, ketika rasa kebelet ingin buang air kecil, langsung tidak bisa tahan dan basah (ngompol). Tapi sekarang tidak, sudah hampir seperti yang normal. Tangan yang kiri sudah kuat,” ujar Rubi Tatawi, istri pasien yang setia mendampingi sang suami selama menjalani perawatan.

Konsultasi dokter

Kisah pasien alami saraf kejepit di leher dan gejala yang dirasakan

Keluhan Dilmar bermula pada awal Mei ketika ia bangun tidur dan merasakan kedua kakinya tiba-tiba lemah. Kondisi tersebut terus memburuk dari hari ke hari hingga membuatnya sulit berjalan. Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya penyempitan pada tulang leher dan panggul. Namun, saat berkonsultasi dengan dokter bedah saraf di Manado, tindakan operasi pada leher tidak disarankan karena mempertimbangkan usia pasien yang sudah 72 tahun.

Berbagai pengobatan pun telah dicoba, termasuk dua kali suntik pada tulang belakang. Awalnya kondisi sempat membaik sehingga ia bisa berdiri dan berjalan menggunakan tongkat. Namun, perbaikan tersebut hanya berlangsung sekitar 1-2 bulan. Setelah suntikan kedua, kondisi Dilmar justru semakin menurun. Kaki dan tangannya semakin lemah, tubuh terasa seperti akan terjatuh, hingga akhirnya ia harus berjalan menggunakan alat bantu walker dengan bantuan orang lain.

Selama berbulan-bulan, Dilmar telah berkonsultasi ke empat rumah sakit. Beberapa dokter menyarankan operasi pada tulang panggul, tetapi tidak berani melakukan operasi di tulang leher karena tingkat kompleksitas kasus. Hingga akhirnya, melalui rekomendasi rekan dokter di Manado, keluarga menghubungi dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri melalui konsultasi video. Setelah meninjau hasil MRI, dr. Christian menyarankan agar pasien segera datang ke Jakarta karena sumber utama masalah berada di tulang leher.

Baca juga: Penanganan Saraf Terjepit di Leher dengan ACDF di RS Mandaya Royal Puri

Kondisi pascatindakan ACDF pasien mulai membaik

Dilmar kemudian menjalani tindakan ACDF untuk mengatasi saraf terjepit di leher. Sebelum operasi, ia mengalami kelemahan pada tangan dan kaki, kesulitan berjalan, serta gangguan mengontrol buang air kecil yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perubahan positif mulai dirasakan hanya dua hari setelah operasi. Sang istri mengungkapkan bahwa kemampuan berjalan pasien mulai kembali, kekuatan tangan kirinya meningkat, dan gangguan buang air kecil yang sebelumnya dialami juga berangsur membaik.

Apa itu ACDF?

ACDF adalah prosedur operasi untuk mengatasi gangguan pada tulang belakang leher melalui sayatan di bagian depan leher. Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf atau sumsum tulang belakang di leher, sehingga dapat mengurangi gejala yang muncul akibat saraf terjepit.

Dokter biasanya akan mempertimbangkan operasi ACDF apabila pengobatan nonoperasi, seperti obat-obatan, fisioterapi, atau suntikan, tidak berhasil meredakan keluhan. Prosedur ini dapat direkomendasikan bagi pasien yang mengalami:

  • Nyeri yang menjalar dari leher hingga ke bahu, lengan, atau tangan.
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan jari.
  • Kelemahan pada tangan atau lengan.
  • Gangguan keseimbangan dan kesulitan berjalan.
  • Nyeri leher yang berat atau berkepanjangan.

Pada beberapa kasus, tekanan pada saraf atau sumsum tulang belakang di leher juga dapat menyebabkan kelemahan pada tungkai, gangguan mengontrol buang air kecil atau buang air besar, hingga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Jika kondisi sudah cukup berat atau terus memburuk, dokter dapat menyarankan operasi ACDF sebagai pilihan penanganan.

Konsultasi dokter

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi

Gejala saraf kejepit leher yang harus diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter 

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala baru atau keluhan yang semakin memburuk akibat saraf kejepit di leher, terutama jika disertai salah satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Sulit menahan buang air kecil atau buang air besar, sering merasa ingin buang air kecil, kesulitan buang air kecil, atau mengalami inkontinensia (beser).
  • Mati rasa atau perubahan sensasi di area bokong, selangkangan, atau organ intim, termasuk gangguan fungsi seksual yang baru muncul.
  • Gangguan keseimbangan tubuh atau semakin sulit berjalan.
  • Nyeri, kelemahan, rasa berat, atau kesemutan pada lengan maupun tungkai yang semakin memburuk.
  • Tangan terasa lemah atau kaku sehingga sering menjatuhkan barang, kesulitan menulis, mengancingkan baju, atau membuka dan menutup ritsleting.
  • Nyeri leher yang disertai sakit kepala hebat.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan bahwa tekanan pada saraf atau sumsum tulang belakang sudah cukup berat. Semakin cepat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan saraf yang permanen.

Baca juga: Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh Sendiri? Ini Jawabannya!

Konsultasikan keluhan saraf kejepit leher dengan dr. Christian Ariono di RS Mandaya Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS
dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS

dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai gangguan pada otak, tulang belakang, dan saraf tepi (perifer), termasuk saraf terjepit dengan pendekatan bedah minimal invasif. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Saraf di universitas yang sama.

Untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya di bidang bedah saraf, dr. Christian aktif mengikuti berbagai pelatihan serta forum ilmiah nasional dan internasional. Beberapa di antaranya meliputi Aesculap Academy & Padjadjaran University Skullbase Cadaver Dissection Resident Course & Cerebrovascular Microanastomosis Course, Trigeminal Neuralgia International Awareness Day Symposium, serta Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of Neurological Surgeon yang diselenggarakan bersama World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS). Berbagai pengalaman tersebut semakin memperkuat kompetensinya dalam menerapkan teknik bedah saraf modern yang presisi dan berbasis bukti ilmiah.

Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS, beliau melayani praktik di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:

  • Senin: 08.00–16.00 WIB
  • Selasa: 08.00–12.00 WIB
  • Rabu: 08.00–16.00 WIB
  • Kamis: 08.00–16.00 WIB
  • Jumat: 08.00–16.00 WIB
  • Sabtu: 08.00–16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22639-cervical-radiculopathy-pinched-nerve). Direvisi terakhir 10 Februari 2024. Diakses pada 23 Juli 2026.
  2. Cleveland Clinic. ACDF (Anterior Cervical Discectomy & Fusion) Surgery. (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/acdf-surgery). Direvisi terakhir 14 Agustus 2024. Diakses pada 23 Juli 2026.
  3. NHS inform. Cervical Radiculopathy. (https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/muscle-bone-and-joints/neck-and-back-problems-and-conditions/cervical-radiculopathy). Direvisi terakhir 19 Desember 2024. Diakses pada 23 Juli 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes