Operasi angkat rahim (histerektomi) merupakan prosedur bedah untuk mengangkat rahim (uterus) dan pada sebagian besar kasus juga melibatkan pengangkatan leher rahim (serviks). Bergantung pada kondisi yang dialami pasien, dokter juga dapat mengangkat organ reproduksi lain di sekitarnya, seperti tuba falopi dan ovarium. Tindakan ini umumnya dilakukan untuk menangani berbagai penyakit kandungan, termasuk miom rahim yang berukuran besar, menimbulkan gejala berat, atau terus berulang.
Kini, prosedur histerektomi dapat dilakukan dengan teknologi robot bedah Da Vinci Xi yang menawarkan tingkat presisi lebih tinggi melalui sayatan minimal. Baru-baru ini, dokter spesialis obstetri dan ginekologi RS Mandaya Royal Puri, dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, berhasil melakukan operasi robotik histerektomi pada pasien dengan miom rahim berulang. Bagaimana kisahnya?
Contents
Kisah pasien miom berulang, sempat jalani miomektomi untuk angkat 30 miom
Pasien yang ditangani oleh dr. Nico sebelumnya pernah menjalani operasi miomektomi laparotomi untuk mengangkat sekitar 30 miom dari rahimnya. Namun, beberapa waktu kemudian, miom kembali tumbuh sehingga menimbulkan keluhan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain mengalami mioma uteri berulang, pasien juga didiagnosis mengalami adenomiosis dan kista cokelat ovarium (kista endometriosis). Kondisi tersebut semakin diperberat dengan adanya perlengketan (adhesi) yang cukup berat di area panggul, sehingga tindakan operasi menjadi lebih kompleks dibandingkan operasi sebelumnya.
Untuk menangani kondisi tersebut, dr. Febriyan memilih melakukan operasi robotik menggunakan Da Vinci Xi dengan prosedur histerektomi total, salpingektomi bilateral, kistektomi ovarium, serta adhesiolysis. Menurutnya, penggunaan robot bedah memberikan tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga prosedur dapat dilakukan dengan lebih aman pada kasus yang kompleks.
“Jadi prosedur yang kali ini kita lakukan adalah operasi robotik dengan histerektomi total, salpingektomi bilateral, kistektomi ovarium, dan adhesiolysis karena perlengketan hebat, sehingga saya memilih melakukan operasi robotik agar prosedurnya bisa lebih aman untuk pasien,” kata dr. Nico.
Tujuan dari tindakan ini adalah agar pasien tidak lagi mengalami nyeri haid yang sangat hebat akibat adenomiosis dan miom berulang, sehingga kualitas hidupnya dapat kembali membaik.
Apa itu robot bedah Da Vinci Xi?

Robot bedah Da Vinci Xi merupakan sistem bedah canggih yang dilengkapi empat lengan robotik presisi. Seluruh pergerakan lengan robot dikendalikan secara langsung oleh dokter melalui konsol khusus yang menghadirkan tampilan 3D beresolusi tinggi, sehingga struktur organ dapat terlihat lebih jelas, tajam, dan detail selama prosedur berlangsung.
Keunggulan lainnya terletak pada desain lengan robot yang fleksibel, mampu meniru gerakan tangan manusia dengan ukuran instrumen yang jauh lebih kecil. Hal ini memungkinkan dokter menjangkau area tubuh yang sempit maupun sulit diakses dengan lebih akurat, sehingga membantu meningkatkan presisi sekaligus mendukung keberhasilan operasi, bahkan pada kasus-kasus yang kompleks.
Keunggulan Robot Bedah Da Vinci Xi antara lain:
- Presisi lebih tinggi – Lengan robotik mampu melakukan gerakan yang sangat halus dan akurat, didukung visualisasi 3D berdefinisi tinggi untuk membantu dokter mengoperasi dengan lebih presisi.
- Keluwesan menyerupai tangan manusia – Instrumen robotik memiliki fleksibilitas tinggi sehingga dapat menjangkau area tubuh yang sempit atau sulit diakses.
- Tetap dikendalikan dokter – Seluruh gerakan robot sepenuhnya dikontrol oleh dokter melalui konsol, bukan bekerja secara otomatis.
- Operasi minimal invasif – Prosedur dilakukan melalui sayatan kecil sehingga mengurangi trauma pada jaringan tubuh.
- Perdarahan dan nyeri lebih minimal – Sayatan yang lebih kecil membantu mengurangi perdarahan selama operasi dan nyeri setelah tindakan.
- Pemulihan lebih cepat – Pasien umumnya dapat pulih lebih cepat dengan lama rawat inap yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka.
- Bekas luka lebih kecil – Pendekatan minimal invasif menghasilkan luka operasi yang lebih kecil dan lebih baik secara estetika.
- Mendukung operasi kompleks – Dapat digunakan untuk berbagai prosedur bedah yang rumit di bidang ginekologi, urologi, bedah umum, bedah jantung, hingga bedah toraks.
- Membantu menurunkan risiko komplikasi – Presisi tinggi dan minimnya trauma jaringan berkontribusi mengurangi risiko komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.
- Meningkatkan hasil operasi – Kombinasi teknologi robotik dan keahlian dokter membantu memberikan hasil operasi yang lebih optimal bagi pasien.
Kapan harus mewaspadai keberadaan miom rahim?
Tidak semua wanita yang memiliki miom rahim mengalami gejala. Pada banyak kasus, miom tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan. Namun, jika gejala muncul, tingkat keparahannya dapat dipengaruhi oleh ukuran, jumlah, dan lokasi miom di dalam rahim.
Beberapa tanda dan gejala miom rahim yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak atau nyeri haid yang berat.
- Menstruasi berlangsung lebih lama atau datang lebih sering dari biasanya.
- Nyeri atau rasa tertekan pada area panggul.
- Sering buang air kecil atau kesulitan buang air kecil.
- Perut tampak membesar atau terasa penuh.
- Sembelit.
- Nyeri pada perut atau punggung bagian bawah, serta nyeri saat berhubungan seksual.
Komplikasi miom jika tidak ditangani dengan tepat
Sebagian besar miom rahim tidak menyebabkan komplikasi serius. Namun, pada beberapa kasus, miom dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti:
- Nyeri yang semakin berat hingga sulit dikendalikan.
- Pembengkakan pada perut atau area panggul.
- Perdarahan yang berlebihan.
- Anemia akibat kehilangan banyak darah saat menstruasi.
- Gangguan kesuburan atau infertilitas, meskipun kondisi ini tergolong jarang.
Konsultasi dengan dr. Nico di RS Mandaya Royal Puri

dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan dan kebidanan) di RS Mandaya Royal Puri yang berpengalaman dalam menangani berbagai kondisi kesehatan reproduksi wanita. Mulai dari pemeriksaan kehamilan, penanganan gangguan kandungan, hingga tindakan ginekologi modern, termasuk terapi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk miom dan operasi robotik.
Adapun layanan yang ditangani oleh dr. Febriyan Nicolas meliputi:
- Pemeriksaan dan pendampingan kehamilan (antenatal care).
- Persalinan normal maupun operasi sesar, termasuk metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS).
- Penanganan kista pada organ reproduksi wanita.
- Diagnosis dan terapi tumor jinak pada organ reproduksi, termasuk miom rahim.
- Penanganan gangguan menstruasi dan ketidakseimbangan hormon.
- Program kehamilan dan penanganan infertilitas, termasuk Assisted Reproductive Technology (ART).
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, beliau melayani praktik di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin: 09.00–12.00 WIB
- Selasa: 14.00–17.00 WIB
- Rabu: 14.00–17.00 WIB
- Kamis: 09.00–12.00 WIB
- Jumat: 17.00–20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Uterine fibroids – Symptoms and causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288). Direvisi terakhir 15 Februari 2024. Diakses pada 22 Juli 2026.
- Cleveland Clinic. Hysterectomy: Surgery, Types, Side Effects & Recovery. (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/hysterectomy). Direvisi terakhir 31 Mei 2024. Diakses pada 22 Juli 2026.
- Cleveland Clinic. Uterine Fibroids: Causes, Symptoms & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9130-uterine-fibroids). Direvisi terakhir 5 Juli 2023. Diakses pada 22 Juli 2026.

