Pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat kantung empedu, yaitu organ kecil berbentuk seperti kantong yang berfungsi menyimpan cairan empedu untuk sistem pencernaan. Salah satu alasan paling umum seseorang perlu menjalani operasi ini adalah karena batu empedu yang dapat menimbulkan nyeri, peradangan, hingga penyumbatan saluran empedu apabila tidak ditangani dengan tepat.

Di RS Mandaya Royal Puri, dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif, dr. Ocsyavina, Sp.B, Subsp.BD(K), baru-baru ini melakukan prosedur pengangkatan kantung empedu menggunakan robot bedah Da Vinci Xi. Beliau juga didampingi oleh dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif RS Mandaya Royal Puri lainnya, yaitu Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K). Teknologi bedah robotik ini dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan operasi dengan tingkat presisi yang tinggi.
Contents
Penjelasan dr. Ocsyavina: keunggulan Da Vinci Xi dalam prosedur pengangkatan kantung empedu

Dalam prosedur pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi, Da Vinci Xi merupakan teknologi bedah robotik yang dikendalikan sepenuhnya oleh dokter melalui sebuah konsol. Setiap gerakan tangan dokter akan diterjemahkan secara real-time oleh robot menjadi gerakan yang lebih kecil, stabil, dan presisi di dalam tubuh pasien.
Robot ini memiliki empat lengan, terdiri dari satu lengan yang membawa kamera berdefinisi tinggi dengan tampilan tiga dimensi (3D) serta tiga lengan lainnya yang digunakan untuk mengendalikan instrumen bedah selama proses pengangkatan kantung empedu. Dengan pembesaran gambar yang tinggi dan visualisasi yang lebih jelas, dokter dapat melihat area operasi secara lebih detail, terutama struktur di sekitar kantung empedu yang harus dipertahankan maupun dipisahkan selama tindakan.
Menurut dr. Ocsyavina, kemampuan visualisasi inilah yang menjadi salah satu keunggulan utama penggunaan Da Vinci Xi pada operasi kantung empedu.
“Jadinya dengan Da Vinci Xi, kita bisa lebih zoom, bisa lebih terlihat untuk struktural dari kantung empedunya dan kita bisa mendiseksi (memotong) lebih presisi lagi,” kata dr. Ocsyavina.
Selain memberikan presisi yang lebih tinggi selama operasi, penggunaan Da Vinci Xi juga mendukung proses pemulihan pasien setelah tindakan. Menurut dr. Ocsyavina, pasien umumnya sudah diperbolehkan bergerak atau melakukan mobilisasi sejak hari pertama setelah operasi tanpa pembatasan khusus. Apabila kondisi pasien baik dan keluhan nyeri sudah minimal, pasien bahkan dapat dipulangkan dalam waktu yang relatif singkat.
“Kalau untuk masa pemulihannya (pasien), hari pertama sudah boleh mobilisasi, tidak ada limitasi. Biasanya kalau sudah tidak nyeri, mungkin 1 hari atau 2 hari sudah bisa pulang,” lanjut dr. Ocsyavina.
Kapan operasi pengangkatan kantung empedu perlu dilakukan?
Operasi pengangkatan kantung empedu paling sering dilakukan untuk mengatasi batu empedu beserta berbagai komplikasi yang ditimbulkannya. Dokter dapat merekomendasikan prosedur ini apabila pasien mengalami kondisi-kondisi berikut:
- Batu empedu di dalam kantung empedu (kolelitiasis) yang menimbulkan gejala, seperti nyeri perut kanan atas, mual, atau muntah.
- Batu empedu di saluran empedu (koledokolitiasis) yang dapat menghambat aliran empedu.
- Peradangan kantung empedu (kolesistitis) yang umumnya disebabkan oleh batu empedu.
- Polip kantung empedu berukuran besar, karena berisiko berkembang menjadi kanker.
- Radang pankreas (pankreatitis) yang dipicu oleh batu empedu.
- Kecurigaan adanya kanker kantung empedu, sehingga kantung empedu perlu diangkat untuk penanganan lebih lanjut.
Konsultasi dengan dr. Ocsyavina, Sp.B, Subsp.BD(K) di RS Mandaya Royal Puri

dr. Ocsyavina, Sp.B, Subsp.BD(K) merupakan dokter spesialis bedah dengan subspesialisasi bedah digestif yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Padjadjaran Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum serta Subspesialis Bedah Digestif di Universitas Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, dr. Ocsyavina berpengalaman menangani berbagai penyakit pada saluran cerna melalui pendekatan bedah maupun prosedur endoskopi.
Layanan yang ditangani meliputi konsultasi bedah digestif, gastroskopi, kolonoskopi, serta berbagai tindakan operasi pada saluran cerna, seperti operasi pengangkatan kantung empedu, usus buntu, hernia, hemoroid, hingga operasi lambung dan usus, termasuk penanganan kanker saluran cerna.
dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Gallbladder Removal (Cholecystectomy). (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/21614-gallbladder-removal). Direvisi terakhir 9 Februari 2022. Diakses pada 21 Juli 2026.
- Bangkok Hospital. da Vinci Xi Robot and Abdominal Disease. (https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok/content/da-vinci-xi-robot-and-abdominal-disease). Dipublikasikan 15 Maret 2022. Diakses pada 21 Juli 2026.
- Mayo Clinic. Cholecystectomy. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cholecystectomy/about/pac-20384818). Direvisi terakhir 28 Maret 2024. Diakses pada 21 Juli 2026.

