Konka hidung merupakan struktur berbentuk memanjang di dalam rongga hidung yang berfungsi menghangatkan, melembapkan, sekaligus menyaring udara sebelum masuk ke saluran pernapasan. Namun, pada beberapa orang, konka dapat mengalami pembesaran sehingga menghambat aliran udara yang masuk melalui hidung. Kondisi ini dapat menyebabkan hidung terasa tersumbat, sulit bernapas dengan lega, meningkatkan risiko infeksi saluran hidung, hingga memicu mimisan berulang apabila tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu pasien yang mengalami kondisi tersebut adalah seorang pria asal Italia bernama David Pagani yang bekerja di Jakarta, Indonesia. Karena keluhan hidung tersumbat yang membuatnya tidak bisa bernapas secara maksimal, ia memutuskan menjalani prosedur reduksi konka menggunakan teknologi Quantum Molecular Resonance (QMR) bersama dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL di RS Mandaya Royal Puri. Setelah tindakan dilakukan, pasien mengaku dapat bernapas jauh lebih lega dibandingkan sebelum operasi.
“Tentu saja, setelah operasi, saya tidak merasakan (gejala) apa-apa. Jujur, saya bisa konfirmasi operasi ini sangat lancar. Sejak hari berikutnya, saya merasa baik. Jadi, saya tidak merasakan sakit sama sekali. Saya minum obat penghilang rasa sakit selama 2-3 hari setelah operasi, tapi saya benar-benar tidak merasakan sakit di hidung saya. Saya bisa merasakan perbedaannya, saya melihat konka benar-benar berkurang, dan saya mengharapkan salam beberapa hari ke depan, akan merasa lebih baik lagi,” kata pasien dengan senang.
Contents
Kisah pasien mengalami pembesaran konka hingga jalani tindakan QMR di Mandaya Puri
Seorang pria asal Italia yang telah lama bekerja di Jakarta memutuskan menjalani prosedur reduksi konka di RS Mandaya Royal Puri setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan bernapas akibat pembesaran konka. Keluhan tersebut sebenarnya sudah ia rasakan sejak lama, bahkan sekitar 10 tahun sebelumnya dokter di Italia telah menyarankan agar ia menjalani tindakan reduksi konka. Namun, kesibukan pekerjaan membuatnya terus menunda prosedur tersebut.
Selama bertahun-tahun, ia mengaku tidak bisa bernapas dengan optimal melalui hidung. Menurut dokter yang menanganinya di Italia, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan paparan polusi di lingkungan tempat tinggalnya. Meski sudah terbiasa dengan keluhan tersebut, ia tetap merasa kualitas hidupnya terganggu karena saluran napas yang tidak pernah terasa lega sepenuhnya.
Setelah menetap dan bekerja di Jakarta, ia kembali mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Ia melakukan pencarian melalui internet untuk mengetahui rumah sakit yang menyediakan prosedur reduksi konka. Dari hasil pencariannya, ia menemukan teknologi QMR yang dinilai menawarkan berbagai keunggulan, seperti tindakan yang minim trauma pada jaringan, rasa nyeri yang lebih ringan, serta masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan teknik konvensional.
Setelah mengetahui bahwa RS Mandaya Royal Puri merupakan rumah sakit yang menyediakan prosedur reduksi konka dengan teknik QMR, ia memutuskan berkonsultasi dengan dr. Abdillah. Pengalaman dan kompetensi dr. Abdillah semakin memantapkan keputusannya untuk menjalani tindakan tersebut di RS Mandaya Royal Puri.
Apa itu QMR, cara kerjanya, dan keunggulannya
QMR merupakan salah satu teknologi modern yang digunakan untuk tindakan reduksi konka. Teknologi ini bekerja menggunakan energi berfrekuensi rendah pada suhu yang relatif rendah sehingga membantu mengecilkan jaringan konka dengan tetap mempertahankan sebagian besar mukosa hidung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa QMR dapat memperbaiki sumbatan hidung dengan masa pemulihan yang cepat dan kerusakan jaringan termal yang minimal.
Keunggulan QMR untuk reduksi konka antara lain:
- Membantu melancarkan aliran udara di hidung, sehingga pasien dapat bernapas lebih lega setelah tindakan.
- Tidak menimbulkan kerusakan akibat panas pada lapisan mukosa hidung. Hal ini penting karena mukosa berperan menjaga kelembapan, menyaring debu, dan melindungi saluran napas dari kuman.
- Memberikan hasil yang lebih baik bila dikombinasikan dengan terapi obat, dibandingkan hanya menjalani pengobatan tanpa tindakan reduksi konka.
- Membantu mengurangi sensitivitas atau reaktivitas hidung terhadap pemicu alergi, sehingga gejala akibat rinitis alergi persisten dapat berkurang.
Gejala pembesaran konka yang perlu diwaspadai
Pembesaran konka dapat membuat seseorang lebih sulit bernapas melalui hidung. Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:
- Hidung terasa tersumbat sehingga sulit bernapas dengan lega.
- Penurunan kemampuan penciuman.
- Mulut terasa kering saat bangun tidur karena terbiasa bernapas melalui mulut saat tidur.
- Rasa tertekan atau penuh di area dahi.
- Nyeri ringan pada wajah.
- Hidung tersumbat yang berlangsung lama atau berulang.
- Hidung berair (pilek).
- Mendengkur saat tidur.
Gejala pembesaran konka sering kali menyerupai pilek yang tidak kunjung sembuh, sehingga tidak sedikit penderitanya mengira keluhan tersebut hanya flu biasa, padahal bisa jadi disebabkan oleh pembesaran konka yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Apa bahayanya jika pembesaran konka tidak ditangani?
Pembesaran konka yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan gejalanya semakin memburuk seiring waktu. Penderita dapat mengalami kesulitan bernapas melalui hidung yang semakin berat, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.
Selain itu, sumbatan hidung yang berkepanjangan juga dapat mengganggu kualitas tidur karena penderita cenderung bernapas melalui mulut saat tidur. Akibatnya, tidur menjadi kurang nyenyak dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.
Dalam beberapa kasus, pembesaran konka yang tidak ditangani juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi sinus (sinusitis) yang berulang. Kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dalam bekerja, belajar, maupun menjalani aktivitas sehari-hari.
Konsultasi dengan dr. Abdillah di RS Mandaya Royal Puri

Apabila Anda sering mengalami hidung tersumbat yang tidak kunjung membaik, kesulitan bernapas melalui hidung, mendengkur saat tidur, atau mengalami gangguan tidur akibat saluran napas yang terasa sempit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL di RS Mandaya Royal Puri.

dr. Abdillah berpengalaman menangani berbagai penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), termasuk pembesaran konka menggunakan teknologi Quantum Molecular Resonance (QMR). Teknologi ini bekerja dengan energi berfrekuensi rendah untuk membantu mengecilkan jaringan konka dengan efek panas yang minimal, sehingga membantu mempertahankan jaringan mukosa hidung.
Selain menangani pembesaran konka, dr. Abdillah juga memiliki keahlian dalam penanganan berbagai gangguan THT lainnya, seperti radang amandel (tonsilitis) dan pembesaran adenoid menggunakan Plasma Coblation, serta sinusitis dengan prosedur Balloon Sinuplasty.
Keahliannya didukung oleh pelatihan intensif di Italia bersama Prof. Lino Businco, seorang pakar THT yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus THT kompleks. Dengan bekal tersebut, dr. Abdillah menghadirkan layanan THT modern yang mengutamakan tindakan minimal invasif dan pemulihan yang optimal bagi pasien.
dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL praktik di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
- Selasa: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
- Rabu: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
- Kamis: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
- Jumat: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
- Sabtu: 10.00–20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Healthline. Turbinate Hypertrophy. (https://www.healthline.com/health/turbinate-hypertrophy). Direvisi terakhir 29 April 2022. Diakses pada 21 Juli 2026.
- Lee KC, Chen HH, Lee TJ. Surgical Management of Inferior Turbinate Hypertrophy in the Era of Widespread Communicable Disease. Medicina. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9968500/). Dipublikasikan Februari 2023. Diakses pada 21 Juli 2026.
- Passali D, De Corso E, Camaioni A, et al. The Role of Quantic Molecular Resonance (QMR) in the Treatment of Inferior Turbinate Hypertrophy. Ear, Nose & Throat Journal. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34082610/). Dipublikasikan Juni 2021. Diakses pada 21 Juli 2026.
- Passali D, De Corso E, Camaioni A, et al. Turbinoplasty with Quantic Molecular Resonance in the Treatment of Persistent Moderate-Severe Allergic Rhinitis: Comparative Analysis of Efficacy. American Journal of Rhinology & Allergy. (https://www.researchgate.net/publication/261519596_Turbinoplasty_with_Quantic_Molecular_Resonance_in_the_Treatment_of_Persistent_Moderate-Severe_Allergic_Rhinitis_Comparative_Analysis_of_Efficacy). Dipublikasikan Mei 2014. Diakses pada 21 Juli 2026.

