Radang amandel (tonsilitis) dan pembesaran adenoid merupakan kondisi yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Gejalanya dapat berupa anak sering bernapas melalui mulut, mendengkur atau ngorok saat tidur, pilek berkepanjangan, hidung tersumbat, sering batuk pilek berulang, suara napas berbunyi, hingga tidur yang tidak nyenyak. Pada beberapa kasus, pembesaran yang berat bahkan dapat meningkatkan risiko henti napas saat tidur (sleep apnea).
Jika keluhan sudah cukup berat dan tidak membaik dengan pengobatan, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi berupa tonsilektomi (pengangkatan amandel) dan adenoidektomi (pengangkatan adenoid). Salah satu metode modern yang kini banyak digunakan adalah plasma coblation, yaitu teknik operasi dengan perdarahan yang minimal dan pemulihan yang relatif lebih cepat.

Kondisi ini dialami oleh Malika, seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang awalnya datang ke dokter THT bukan karena keluhan amandel, melainkan untuk membersihkan telinga. Sang anak akhirnya menjalani tindakan plasma coblation dengan dr. Zuki Saputra, Sp.THT-BKL, dokter spesialis THT RS Mandaya Royal Puri, dengan hasil yang baik.
“Alhamdulillah sudah tidak ngorok, terus biasanya kan dia mangap (mulutnya) sekarang sudah mulai mingkem. Karena (dulu) napasnya dari mulut. Perubahannya drastis banget. Sudah (makan) telur, habis semua. Buah naga (yang dimakan) juga habis semua. Kata dokter juga sudah boleh pulang karena tidak ada perdarahan lagi, hanya sehari (di rumah sakit). Semoga aman nanti di rumah,” kata orang tua pasien.
Contents
Awalnya datang untuk membersihkan telinga, dokter menemukan pembesaran amandel
Menurut cerita ibunya, Malika awalnya mengalami keluhan pada telinga dan dibawa untuk dibersihkan oleh dr. Zuki. Namun saat pemeriksaan, dokter melihat bahwa Malika tampak lebih sering bernapas melalui mulut.
Setelah dilakukan pemeriksaan mulut dan tenggorokan, ternyata amandelnya sudah membesar hingga derajat T3, yaitu kondisi ketika ukuran amandel sudah sangat besar dan hampir saling menempel.
Tidak hanya amandel, pemeriksaan lebih lanjut juga menunjukkan adanya pembesaran adenoid. Karena kedua kondisi tersebut dapat mengganggu jalan napas, dokter menyarankan agar dilakukan operasi sekaligus agar proses penyembuhan lebih optimal.
Sebelumnya, Malika juga memang sering mengalami batuk pilek berulang. Orang tua khawatir kondisi ini dapat semakin mengganggu tidur anak dan berisiko menyebabkan napas terhenti saat tidur.
Ibunda Malika mengaku sempat merasa khawatir karena mendengar anggapan bahwa operasi amandel dapat mengurangi daya tahan tubuh anak.
Namun setelah mendapatkan penjelasan dari dr. Zuki mengenai kondisi Malika dan pilihan terapinya, keluarga akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi.
Baca juga: Teknologi Plasma Coblation untuk Operasi Amandel Tanpa Angkat Amandel Total di RS Mandaya Puri
Apa itu plasma coblation?
Plasma coblation adalah teknologi operasi yang digunakan untuk mengangkat jaringan, seperti amandel atau adenoid, dengan lebih presisi.
Teknologi ini bekerja menggunakan energi plasma bersuhu rendah untuk mengangkat jaringan yang menjadi penyebab keluhan. Karena suhu yang digunakan relatif rendah, kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya dapat diminimalkan.
Berbeda dengan metode operasi yang menggunakan panas tinggi untuk memotong sekaligus menghentikan perdarahan, plasma coblation dapat mengangkat jaringan dengan lebih lembut sehingga perdarahan lebih minimal dan proses pemulihan umumnya lebih cepat.
Operasi berjalan lancar, ngorok langsung hilang
dr. Zuki menjelaskan bahwa saat Malika datang, selain ditemukan sumbatan kotoran telinga, ia juga tampak bernapas melalui mulut, sering ingusan, hidung berair, dan napas berbunyi.
Setelah ditelusuri, ternyata orang tua sebelumnya juga sudah membawa Malika berobat ke dokter anak karena keluhan batuk pilek berulang dan sempat disarankan untuk menjalani tonsilektomi dan adenoidektomi.
Prosedur operasi kemudian dilakukan menggunakan plasma coblation. Operasi berjalan lancar dengan perdarahan yang minimal. Karena adenoid dapat terangkat dengan baik, jalan napas dan rongga hidung menjadi lebih lapang sehingga keluhan ngorok langsung menghilang.
Setelah operasi, orang tua melihat perubahan yang sangat signifikan. Malika sudah tidak ngorok lagi, mulutnya mulai tertutup saat bernapas, dan nafsu makannya juga membaik. Ia sudah bisa menghabiskan makanan seperti telur dan buah naga.
Karena tidak ada perdarahan setelah tindakan, Malika diperbolehkan pulang setelah 1 hari perawatan di rumah sakit.
Hasil setelah operasi plasma coblation pada Malika:
- Ngorok hilang
- Tidak lagi bernapas lewat mulut
- Tidur lebih nyenyak
- Nafsu makan membaik
- Perawatan singkat di rumah sakit.
Baca juga: Dokter Ahli Radang Amandel di Jakarta dan Tangerang, Bisa Lakukan Plasma Coblation
Profil dan jadwal praktik dr. Zuki Saputra, Sp.THT-BKL di RS Mandaya Puri

dr. Zuki Saputra, Sp.THT-BKL adalah dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai gangguan pada telinga, hidung, tenggorokan, serta area kepala dan leher, baik pada anak maupun dewasa.
Salah satu keahlian dr. Zuki adalah melakukan operasi amandel (tonsilektomi) dan adenoid (adenoidektomi) menggunakan teknologi plasma coblation. Metode ini merupakan teknik operasi modern yang menggunakan energi plasma bersuhu rendah untuk mengangkat jaringan secara presisi, sehingga membantu meminimalkan perdarahan, mengurangi kerusakan jaringan di sekitar area operasi, serta mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Selain pembesaran amandel dan adenoid, dr. Zuki juga menangani berbagai keluhan THT lainnya, seperti:
- Radang amandel (tonsilitis)
- Pembesaran adenoid
- Infeksi telinga
- Penumpukan kotoran telinga (serumen)
- Gangguan pendengaran
- Mimisan
- Sinusitis
- Rinitis alergi
- Polip hidung
- Gangguan tidur akibat sumbatan jalan napas, seperti mendengkur (ngorok).
dr. Zuki Saputra, Sp.THT-BKL bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 18.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

