Miom rahim adalah tumor jinak yang tumbuh pada dinding rahim. Meski bukan kanker, miom dapat menyebabkan berbagai keluhan yang mengganggu kualitas hidup, seperti haid berlebihan, nyeri atau rasa tertekan di area panggul, sering buang air kecil, nyeri saat berhubungan intim, sembelit, hingga gangguan kesuburan pada sebagian wanita. Namun, tak sedikit pula penderita miom yang tidak mengalami gejala sehingga kondisi ini baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan atau USG.
Seiring berkembangnya teknologi medis, penanganan miom kini tidak selalu harus dilakukan dengan operasi. Salah satu inovasi yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri adalah High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU), yaitu prosedur non-bedah yang memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan miom tanpa sayatan.

Baru-baru ini, dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan RS Mandaya Royal Puri, berhasil melakukan tindakan HIFU pada pasien dengan dua buah miom berukuran sekitar 3 cm dan 1 cm. Hasilnya sangat baik, di mana sekitar 90% jaringan miom berhasil terablasi, sehingga menunjukkan bahwa HIFU dapat menjadi alternatif penanganan miom yang efektif tanpa operasi terbuka.
Contents
Apa itu HIFU untuk miom rahim?

HIFU adalah teknologi yang menggunakan gelombang suara berintensitas tinggi yang difokuskan untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan target, seperti miom, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Prosedur ini umumnya dilakukan dengan bantuan panduan pencitraan USG atau MRI agar lokasi miom dapat ditargetkan secara akurat. HIFU tidak memerlukan sayatan, laser, maupun radiasi.
Dalam bidang kandungan, HIFU menjadi salah satu pilihan terapi untuk mengatasi miom rahim tanpa operasi. Dengan teknologi ini, jaringan miom dapat diablasi sehingga ukurannya diharapkan mengecil atau bahkan menghilang seiring waktu, tanpa perlu menjalani operasi pengangkatan miom.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) in Uterine Fibroid Treatment: Review Study menyimpulkan bahwa HIFU merupakan metode yang efektif dan aman untuk menangani miom rahim yang bergejala. Peneliti juga menyatakan bahwa HIFU merupakan salah satu pilihan terapi yang sangat baik untuk mengatasi miom, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membandingkannya dengan metode lain.
Baca juga: Ciri-ciri Miom pada Wanita dan Penanganannya Tanpa Operasi di RS Mandaya Royal Puri
HIFU berhasil mengablasi 90% dua miom berukuran 3 cm dan 1 cm dalam satu jam
Sebelum tindakan dilakukan, pasien terlebih dahulu menjalani evaluasi untuk memastikan apakah letak dan karakteristik miom memungkinkan ditangani menggunakan HIFU.
Menurut dr. Febriyan, pemeriksaan menunjukkan bahwa kedua miom tersebut memenuhi kriteria untuk menjalani prosedur HIFU.
“Kita temukan ada dua miom dengan ukuran kurang lebih 3 cm, tadi kita melakukan HIFU untuk menentukan apakah posisinya suitable atau memungkinkan untuk dilakukan HIFU. Hasilnya pada pasien ini sangat memungkinkan untuk dilakukan HIFU,” ujar dr. Nico.
“Hari ini kita mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang kita harapkan. Harapan kita (awalnya) 70% miomnya sudah bisa kita ablasi, tetapi hari ini ternyata kita bisa melakukan 90% ablasi pada miomnya,” kata dr. Nico.
Kasus ini merupakan pasien dengan mioma uteri multiple, yaitu memiliki lebih dari satu miom di dalam rahim. Seluruh tindakan ablasi terhadap kedua miom tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 61 menit.
“Tindakan ablasi pada 2 miom yang cukup besar, yaitu 3 cm dan 1 cm itu kita lakukan dalam jangka waktu 61 menit saja. Harapan kita pada pasien tentu saja miomnya mengecil atau bahkan bisa hilang,” kata dr. Nico.
Setelah prosedur selesai, pasien tetap perlu menjalani kontrol secara berkala untuk memantau respons miom terhadap terapi HIFU.
“Untuk memantau keberhasilannya, kita memerlukan pemantauan 1 bulan pertama dan 3 bulan pertama,” pungkasnya.
Baca juga: Miom Rahim Apakah Berbahaya? Kenali Gejala dan Komplikasinya Ini
Keunggulan HIFU untuk mengatasi miom
Beberapa keunggulan teknologi HIFU dalam penanganan miom antara lain:
- Tanpa operasi: HIFU merupakan prosedur non-bedah yang tidak memerlukan sayatan, sehingga risiko infeksi dan komplikasi akibat luka operasi menjadi lebih rendah.
- Tidak menggunakan radiasi: Prosedur ini memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan miom tanpa paparan radiasi.
- Tidak memerlukan anestesi umum: Tindakan HIFU umumnya dilakukan dengan sedasi ringan atau obat pereda nyeri, sehingga pasien tidak perlu menjalani pembiusan total.
- Membantu mempertahankan fungsi rahim: HIFU menargetkan jaringan miom secara akurat dengan tetap menjaga jaringan rahim yang sehat, sehingga menjadi pilihan bagi wanita yang ingin mempertahankan kesuburan.
- Masa pemulihan lebih singkat: Karena tidak ada luka sayatan, pasien umumnya dapat pulih lebih cepat dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dalam waktu yang lebih singkat.
Kapan harus berkonsultasi ke dokter terkait miom?
Miom berukuran kecil sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga hanya memerlukan pemantauan rutin oleh dokter. Namun, jika miom bertambah besar atau mulai menimbulkan keluhan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
Beberapa gejala miom yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak atau disertai nyeri hebat.
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi.
- Perut bagian bawah terasa penuh, tertekan, atau kembung.
- Sering buang air kecil akibat miom menekan kandung kemih.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Nyeri pada punggung bagian bawah.
- Sembelit atau muncul rasa tertekan pada area rektum.
- Keputihan yang berlangsung terus-menerus (kronis).
- Sulit buang air kecil atau merasa kandung kemih tidak kosong sepenuhnya setelah berkemih.
- Perut tampak semakin membesar sehingga menyerupai kehamilan.
Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas, terutama jika keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari atau semakin berat, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu menentukan terapi yang paling sesuai, termasuk apakah miom dapat ditangani dengan metode non-bedah seperti HIFU.
Profil dr. Febriyan Nicolas dan jadwal praktiknya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan dan kebidanan) di RS Mandaya Royal Puri yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi wanita, mulai dari gangguan kandungan, program kehamilan, hingga tindakan minimal invasif seperti HIFU untuk miom.
Layanan dan keahlian yang ditangani dr. Nico meliputi:
- Kontrol dan perawatan kehamilan (antenatal care)
- Persalinan dengan berbagai metode, termasuk Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS)
- Penanganan kista pada organ reproduksi wanita
- Deteksi dan terapi tumor jinak pada organ reproduksi wanita, termasuk miom
- Penanganan gangguan menstruasi dan gangguan hormon
- Program infertilitas dan Assisted Reproductive Technology (ART).
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan dr. Febriyan Nicolas Kengsiswoyo, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, berikut jadwal praktik beliau di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 09.00–12.00 WIB
- Selasa: 14.00–17.00 WIB
- Rabu: 14.00–17.00 WIB
- Kamis: 09.00–12.00 WIB
- Jumat: 17.00–20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Uterine Fibroids. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9130-uterine-fibroids). Direvisi terakhir 28 Januari 2025. Diakses pada 6 Juli 2026.
- Mayo Clinic. High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU). (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/high-intensity-focused-ultrasound/about/pac-20596150). Diakses pada 6 Juli 2026.
- Cheung, V. Y. T. High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) in Uterine Fibroid Treatment: Review Study. Journal of Therapeutic Ultrasound. 2014. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4218899/). Diakses pada 6 Juli 2026.

