Tumor payudara tidak selalu harus ditangani dengan operasi terbuka. Pada kasus-kasus tertentu, perkembangan teknologi medis memungkinkan pasien mendapatkan terapi yang lebih minimal invasif, salah satunya melalui High Intensity Focused Ultrasound (HIFU). Metode ini menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan tumor secara presisi tanpa memerlukan sayatan maupun jahitan.
HIFU menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien yang memenuhi kriteria setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Selain menawarkan penanganan yang lebih nyaman, teknologi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, seperti tidak meninggalkan bekas luka operasi dan memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat. Lantas, bagaimana cara kerja HIFU untuk tumor payudara dan apa saja keunggulannya?
Di Mandaya Royal Hospital Puri, tersedia layanan penanganan tumor payudara menggunakan teknologi HIFU. Tindakannya dilakukan oleh dokter spesialis bedah subspesialis onkologi bersama tim multidisiplin lainnya.
Contents
Kenali apa itu HIFU dan cara kerjanya

HIFU adalah prosedur medis yang menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk mengatasi kondisi tertentu, termasuk tumor payudara. Metode ini bersifat minimal invasif karena tidak memerlukan sayatan maupun jahitan seperti operasi.
Berbeda dengan USG yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ di dalam tubuh, HIFU memanfaatkan gelombang ultrasound sebagai terapi. Gelombang tersebut difokuskan ke satu titik pada jaringan yang menjadi target sehingga menghasilkan panas yang mampu menghancurkan sel-sel abnormal.
Cara kerjanya dapat diibaratkan seperti kaca pembesar yang memfokuskan sinar matahari ke satu titik hingga menghasilkan panas. Pada HIFU, gelombang ultrasound diarahkan langsung ke lokasi tumor secara sangat presisi. Saat seluruh gelombang bertemu di titik target, panas yang dihasilkan cukup untuk menghancurkan jaringan tumor tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Gelombang ultrasound dapat menembus lapisan tubuh, seperti kulit, tanpa menyebabkan kerusakan sebelum mencapai area yang akan diterapi. Selama prosedur berlangsung, dokter menggunakan bantuan pencitraan seperti USG atau MRI untuk memastikan lokasi target terlihat dengan jelas sehingga terapi dapat dilakukan secara akurat dan aman.
Baca juga: 5 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal
Apa saja keunggulan HIFU dalam penanganan tumor payudara?

HIFU memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan beberapa metode pengobatan tumor lainnya, di antaranya:
- Tidak memerlukan sayatan atau operasi terbuka. HIFU merupakan prosedur non-invasif yang tidak membutuhkan sayatan pada tubuh dan tidak menggunakan radiasi.
- Menargetkan jaringan tumor secara presisi. Gelombang ultrasound difokuskan langsung ke area yang sakit sehingga jaringan sehat di sekitarnya dapat tetap terlindungi.
- Masa pemulihan lebih singkat. HIFU umumnya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan, sehingga pasien dapat pulang pada hari yang sama dan kembali beraktivitas dalam beberapa hari, sesuai dengan kondisi masing-masing.
- Risiko efek samping lebih rendah. Dibandingkan dengan beberapa terapi tumor yang lebih invasif, seperti kemoterapi, radioterapi, maupun operasi terbuka, HIFU umumnya memiliki efek samping yang lebih sedikit pada pasien.
Baca juga: 7 Jenis Kanker Payudara yang Perlu Dikenali
Kasus tumor payudara jinak ditangani dengan HIFU di Mandaya Royal Hospital Puri

dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk, dokter spesialis bedah subspesialis onkologi Mandaya Royal Hospital Puri, menangani seorang pasien dengan tumor pada kedua payudara (tumor payudara bilateral) yang diduga bersifat jinak. Berdasarkan hasil pemeriksaan USG, benjolan pada payudara kanan berukuran 1,4 cm, sedangkan benjolan pada payudara kiri berukuran 0,6 cm. Hasil pencitraan menunjukkan kategori BI-RADS 3, yaitu temuan dengan kemungkinan keganasan yang rendah. Setelah melalui evaluasi dan diskusi bersama pasien, diputuskan untuk melakukan terapi menggunakan teknologi HIFU.
Menjelaskan kondisi pasien, dr. Abdul mengatakan, “Kita akan mengerjakan suatu kasus, tumor payudara bilateral, curiganya jinak, dengan ukuran tumor yang sebelah kanan adalah 1,4 cm, yang kiri adalah 0,6 cm. Dan hasil dari USG adalah BI-RADS 3.”
Sebelum prosedur dimulai, pasien hanya memerlukan anestesi lokal sehingga tindakan dapat dilakukan tanpa operasi terbuka maupun sayatan. Untuk penanganan tumor payudara jinak, HIFU menjadi salah satu alternatif terapi selain operasi konvensional dan tindakan minimal invasif menggunakan Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB).
Setelah prosedur selesai, hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa jaringan tumor pada payudara kiri telah berhasil diablasi. Pasien kemudian dijadwalkan menjalani kontrol dalam waktu 3 hingga 7 hari untuk memantau kondisi kulit serta memastikan tidak ada infeksi maupun efek samping lainnya. Selain itu, evaluasi terhadap benjolan akan dilakukan kembali sekitar tiga bulan setelah tindakan melalui pemeriksaan lanjutan.
Keunggulan lain dari HIFU adalah masa pemulihan yang relatif singkat. Setelah menjalani observasi selama sekitar 15–30 menit dan dipastikan tidak mengalami keluhan seperti mual atau gangguan lain, pasien dapat langsung makan, minum, dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Mengenai manfaat prosedur ini, dr. Abdul menjelaskan, “Ini merupakan sebuah terobosan baru di Mandaya bahwa tindakan ini sama sekali tidak menimbulkan nyeri dan pasien dapat langsung pulang. Jadi one day care.”
Profil dan jadwal praktik dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk di RS Mandaya Royal Puri

dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk adalah dokter spesialis bedah dengan subspesialisasi onkologi yang berpraktik di Mandaya Royal Hospital Puri. Beliau menempuh pendidikan dokter di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum dan Subspesialis Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Berbekal pendidikan dan pengalaman tersebut, dr. Abdul menangani berbagai kasus tumor maupun kanker dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien, mulai dari tindakan bedah hingga terapi minimal invasif.
Layanan yang ditangani dr. Abdul meliputi operasi pengangkatan tiroid total, operasi pengangkatan tiroid parsial, operasi benjolan payudara (lumpectomy), hingga operasi kanker payudara. Selain itu, beliau juga menangani pasien yang memenuhi indikasi untuk menjalani terapi HIFU, yaitu teknologi non-invasif yang dapat digunakan untuk menangani tumor tanpa memerlukan sayatan operasi.
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk di Mandaya Royal Hospital Puri, berikut jadwal praktik beliau:
- Selasa: 16.00–18.00 WIB
- Kamis: 16.00–18.00 WIB
- Sabtu: 09.00–12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU): Purpose & Procedure. (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16541-hifu-high-intensity-focused-ultrasound). Direvisi terakhir 31 Agustus 2022. Diakses pada 2 Juli 2026.
- Radiopaedia. Breast Imaging Reporting and Data System (BI-RADS) Assessment Category 3. (https://radiopaedia.org/articles/breast-imaging-reporting-and-data-system-bi-rads-assessment-category-3). Tidak mencantumkan tanggal revisi. Diakses pada 2 Juli 2026.

