Masa pemulihan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi banyak orang yang akan menjalani operasi jantung. Kabar baiknya, perkembangan teknologi bedah jantung kini memungkinkan operasi jantung dilakukan dengan metode Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), yaitu teknik dengan sayatan kecil tanpa membelah tulang dada. Dibandingkan operasi jantung konvensional, metode ini umumnya menawarkan proses pemulihan yang lebih cepat.

Menurut dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di Mandaya Royal Hospital Puri, pasien yang menjalani operasi jantung metode MICS bahkan dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu sekitar 4–5 hari, tergantung kondisi masing-masing pasien.
Contents
Berapa lama pemulihan operasi jantung metode MICS?
Salah satu keunggulan MICS adalah proses pemulihan yang umumnya lebih cepat dibandingkan operasi jantung konvensional. Hal ini karena prosedur dilakukan melalui sayatan kecil tanpa membelah tulang dada, sehingga kerusakan jaringan dan perdarahan selama operasi dapat diminimalkan.
Menurut dr. Wirya, pasien yang menjalani operasi jantung metode MICS umumnya sudah dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu sekitar 4–5 hari, tergantung pada kondisi masing-masing pasien.
“Nah, dengan minimal invasif, kerusakan jaringan lebih sedikit, perdarahan lebih sedikit, pasien itu bisa pulang 4-5 hari setelah operasi,” kata dr. Wirya.
dr. Wirya menambahkan bahwa pasien yang menjalani operasi pada awal pekan bahkan berpeluang untuk kembali ke rumah pada akhir pekan apabila proses pemulihannya berjalan sesuai harapan.
“Jadi kalau kita operasi Senin, itu Jumat atau Sabtu mungkin sudah bisa pulang. Jadi menurut saya ini era yang baru, ini cara yang baru, orang yang dulu tidak berani operasi jantung, (ketika) mendengar ini, mungkin mereka akan merasa bahwa ini cocok buat mereka, karena tahu proses penyembuhannya jadi cepat,” lanjut dr. Wirya.
Setelah diperbolehkan pulang, pasien tidak dianjurkan untuk terus beristirahat di tempat tidur. Sebaliknya, aktivitas fisik ringan justru menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi. Pasien dianjurkan mulai berjalan kaki selama sekitar 15–30 menit secara rutin sesuai anjuran dokter, karena bergerak dan beraktivitas dapat membantu mempercepat pemulihan.
Kemampuan untuk kembali beraktivitas juga meningkat secara bertahap. Berdasarkan pengalaman dr. Wirya, banyak pasien sudah dapat kembali bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari dalam waktu sekitar 1 bulan setelah operasi. Bahkan, sebagian pasien sudah mampu melakukan olahraga dengan intensitas yang cukup tinggi setelah masa pemulihan.
“Jadi kalau ditanya, kapan bisa olahraga? Pasien saya satu bulan bisa main tenis lagi, dua bulan bisa lari 10 km. Jadi kalau ditanya, biasanya satu bulan pasien sudah bisa kembali bekerja. Sudah hidup normal, melakukan olahraga yang cukup berat, dan bisa bekerja seperti biasa.”
Meski demikian, lama pemulihan setiap pasien dapat berbeda-beda. Faktor seperti usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, penyakit penyerta, serta kepatuhan menjalani program rehabilitasi dan kontrol rutin akan memengaruhi kecepatan pemulihan setelah operasi jantung metode MICS.
Mengenal operasi jantung metode MICS lebih dekat
MICS adalah kelompok prosedur operasi jantung yang dilakukan melalui sayatan kecil pada dada, tanpa perlu membelah tulang dada (sternum) seperti pada operasi jantung terbuka konvensional.
Metode ini juga dikenal sebagai operasi jantung dengan sayatan kecil (small-incision heart surgery). Melalui teknik MICS, dokter bedah dapat menangani berbagai penyakit jantung tertentu dengan trauma yang lebih minimal pada dinding dada.
MICS memiliki tujuan yang sama dengan operasi jantung terbuka konvensional, yaitu memperbaiki atau mengatasi gangguan pada jantung. Namun, pada pasien yang sesuai, metode ini menawarkan sejumlah keuntungan, seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, bekas luka yang lebih kecil, lama rawat inap yang lebih singkat, serta proses pemulihan yang lebih cepat.
Pada operasi jantung metode MICS, dokter bedah mengakses jantung melalui sayatan kecil di sela-sela tulang rusuk, sehingga tidak perlu membelah tulang dada. Selama prosedur berlangsung, dokter menggunakan peralatan bedah khusus dan bantuan kamera beresolusi tinggi untuk melihat area operasi secara jelas dan melakukan tindakan dengan presisi.
Kondisi jantung yang bisa ditangani dengan MICS
MICS dapat menjadi pilihan untuk menangani beberapa penyakit jantung yang memerlukan tindakan operasi. Metode ini direkomendasikan pada pasien dengan kondisi tertentu yang dinilai cocok menjalani prosedur bedah minimal invasif.
Beberapa kondisi jantung yang dapat ditangani dengan metode MICS meliputi:
- Penyakit katup jantung, seperti gangguan pada katup mitral atau katup aorta, yang menyebabkan katup mengalami penyempitan (stenosis) atau kebocoran (regurgitasi).
- Penyakit arteri koroner, yaitu penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang memerlukan tindakan operasi bypass jantung (Coronary Artery Bypass Graft/CABG).
MICS umumnya dipertimbangkan ketika tindakan berbasis kateter tidak dapat dilakukan atau ketika operasi minimal invasif diperkirakan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik.
Namun, tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini. Keputusan untuk melakukan operasi jantung metode MICS akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi penyakit, struktur anatomi jantung, kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, serta tingkat kompleksitas operasi yang diperlukan.
Selain pulih lebih cepat, apa saja keunggulan operasi jantung metode MICS?


Operasi jantung metode MICS menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan operasi jantung terbuka konvensional. Karena dilakukan melalui sayatan kecil tanpa membelah tulang dada, prosedur ini dapat mengurangi trauma pada tubuh sekaligus mempercepat proses pemulihan. Berikut beberapa keunggulan operasi jantung metode MICS:
- Tidak perlu membelah tulang dada (sternum) seperti pada operasi jantung terbuka konvensional.
- Menggunakan sayatan kecil sekitar 3–5 cm yang umumnya dibuat di bawah payudara sehingga bekas luka lebih tersembunyi.
- Kerusakan pada jaringan dan pembuluh darah lebih minimal, sehingga prosedur menjadi lebih sedikit menimbulkan trauma pada tubuh.
- Perdarahan selama operasi lebih sedikit, sehingga kebutuhan transfusi darah juga dapat berkurang.
- Nyeri setelah operasi cenderung lebih ringan karena sayatan yang lebih kecil dan tidak adanya pembelahan tulang dada.
- Risiko komplikasi lebih rendah, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes maupun pada pasien lanjut usia.
Keahlian dan jadwal praktik dr. Wirya di Mandaya Royal Hospital Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa yang berpengalaman menangani berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah yang memerlukan tindakan operasi. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan terus mengembangkan kompetensinya di bidang bedah jantung modern.
Salah satu kompetensi unggulan dr. Wirya adalah MICS, yaitu teknik operasi jantung melalui sayatan kecil tanpa harus membelah tulang dada. Pendekatan ini memungkinkan pasien memperoleh berbagai manfaat, seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, bekas luka yang lebih kecil, serta masa pemulihan yang cenderung lebih singkat dibandingkan operasi jantung konvensional.
Selain MICS, dr. Wirya juga memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai prosedur bedah jantung lainnya, termasuk operasi bypass jantung, operasi perbaikan dan penggantian katup jantung, hingga operasi pada pembuluh darah aorta. Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), beliau berkomitmen memberikan pelayanan bedah jantung yang mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kebutuhan setiap pasien.
Untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan teknik bedah jantung terkini, dr. Wirya rutin mengikuti berbagai pelatihan serta konferensi ilmiah internasional, di antaranya:
- 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan.
- 2018: 28th Annual Meeting of the Association of the Thoracic and Cardiovascular Surgeon of Asia.
- 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery bersama 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka.
- 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi mengenai operasi jantung minimal invasif, bypass jantung, maupun gangguan katup jantung, dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) melayani praktik di Mandaya Royal Hospital Puri dengan jadwal:
- Selasa: 16.30–20.00 WIB
- Kamis: 16.30–20.00 WIB
- Sabtu: 10.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mount Elizabeth Hospitals. Minimally Invasive Cardiac Surgery. (https://www.mountelizabeth.com.sg/tests-treatments/minimally-invasive-cardiac-surgery). Diakses pada 30 Juni 2026.
- Bangkok Heart Hospital. Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS). (https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-heart/content/minimally-invasive-cardiac-surgery-mics). Direvisi terakhir 2 April 2026. Diakses pada 30 Juni 2026.

