Tumor batang otak merupakan salah satu jenis tumor otak yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena tumbuh di area yang mengendalikan berbagai fungsi vital tubuh, seperti pernapasan, detak jantung, hingga keseimbangan. Oleh karena itu, tindakan operasi pada area ini memerlukan ketelitian tinggi serta dukungan teknologi medis yang canggih.

Salah satu tindakan operasi tumor batang otak baru-baru ini berhasil dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy), dokter spesialis bedah saraf di Mandaya Royal Hospital Puri. Dalam prosedur tersebut, dr. Joy memanfaatkan teknologi 3D Neuronavigasi untuk membantu proses operasi sehingga dapat dilakukan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Contents
Mengenal tumor batang otak dan gejala-gejalanya
Tumor batang otak adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada batang otak, yaitu bagian otak yang terdiri dari otak tengah, pons, dan medula. Batang otak berfungsi menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang serta mengendalikan berbagai fungsi penting tubuh, seperti pernapasan, detak jantung, menelan, dan gerakan.
Sebagian besar tumor batang otak merupakan glioma, yaitu tumor yang berasal dari sel glia yang berfungsi menopang sel-sel saraf. Pada anak-anak, jenis yang paling sering ditemukan adalah diffuse midline glioma dan low-grade glioma. Tumor ini sering kali tumbuh di sepanjang jalur saraf pada batang otak sehingga sulit dipisahkan dari jaringan sehat di sekitarnya.
Karena batang otak berperan dalam banyak fungsi vital, tumor yang tumbuh di area ini dapat menimbulkan berbagai gejala sekaligus. Gejala dapat berkembang secara bertahap selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tetapi pada beberapa kasus juga dapat muncul lebih cepat, tergantung pada jenis dan kecepatan pertumbuhan tumor.
Beberapa gejala tumor batang otak yang dapat muncul antara lain:
- Gangguan keseimbangan atau koordinasi tubuh.
- Kesulitan menggerakkan mata atau perubahan pada gerakan mata.
- Gangguan bicara atau kesulitan menelan.
- Kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
- Perubahan gerakan wajah atau gangguan pendengaran.
- Sakit kepala yang disertai mual atau muntah, terutama pada pagi hari.
- Perubahan perilaku, kemampuan belajar, atau prestasi di sekolah (pada anak-anak).
Baca juga: 14 Gejala Tumor Otak yang Sering Disepelekan
Operasi tumor batang otak dengan teknologi 3D Neuronavigasi oleh Dr. Joy di RS Mandaya Puri
3D Neuronavigasi adalah teknologi canggih yang membantu dokter bedah saraf melakukan operasi otak dan tulang belakang dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Sistem ini berfungsi sebagai panduan selama prosedur berlangsung sehingga dokter dapat merencanakan jalur operasi secara lebih presisi, sekaligus membantu menghindari kerusakan pada jaringan otak, saraf, maupun pembuluh darah di sekitarnya.
Dengan bantuan neuronavigasi, tindakan bedah dapat dilakukan secara lebih aman dan efektif, terutama pada kasus-kasus yang melibatkan struktur otak yang kompleks. Teknologi ini banyak digunakan dalam berbagai prosedur bedah saraf dan tulang belakang, seperti:
- Operasi tumor otak.
- Operasi untuk menangani perdarahan otak.
- Operasi arteriovenous malformation (AVM) atau kelainan pembuluh darah otak.
- Prosedur pemasangan elektroda atau alat stimulasi otak pada pasien dengan penyakit Parkinson maupun gangguan tremor lainnya.
- Operasi tulang belakang, termasuk membantu menentukan posisi pemasangan sekrup agar lebih akurat.
- Beberapa prosedur operasi ortopedi tertentu.
Baca juga: Apakah Tumor Otak Bisa Sembuh? Pahami Penjelasannya Ini
Keunggulan operasi tumor otak menggunakan 3D Neuronavigasi
Teknologi 3D Neuronavigasi memberikan berbagai keuntungan dalam operasi tumor otak, terutama pada kasus yang melibatkan area otak yang kompleks dan sensitif. Dengan memanfaatkan gambar MRI dan CT scan yang telah dilakukan sebelumnya, sistem ini membantu dokter bedah menentukan jalur operasi yang paling aman dan efisien untuk mencapai lokasi tumor.
Panduan yang dihasilkan oleh teknologi ini memungkinkan dokter mengidentifikasi lokasi lesi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi sehingga pengangkatan tumor dapat dilakukan secara lebih presisi. Selain membantu meminimalkan risiko kerusakan pada jaringan otak yang sehat, penggunaan 3D Neuronavigasi juga meningkatkan keamanan tindakan operasi, bahkan pada prosedur yang membutuhkan ketelitian hingga hitungan milimeter.
Beberapa keunggulan operasi tumor otak menggunakan 3D Neuronavigasi antara lain:
- Membantu mengidentifikasi lokasi tumor atau lesi otak secara lebih akurat.
- Pengangkatan tumor dapat dilakukan dengan lebih presisi.
- Memungkinkan tindakan operasi melalui sayatan yang lebih kecil.
- Mengurangi perdarahan selama operasi.
- Membantu memperpendek durasi operasi.
- Mempercepat proses penyembuhan luka pascaoperasi.
- Memperpendek masa rawat inap sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
Baca juga: Sakit Kepala Hebat Bisa Jadi Gejala Tumor Otak, Cek Dengan MRI
Penjelasan kondisi pasien dan prosedur tumor batang otak oleh Dr. Joy
Menurut Dr. Joy, pasien datang dengan tumor batang otak berukuran 2 cm yang telah menimbulkan berbagai gejala neurologis berat sehingga operasi menjadi tindakan yang harus segera dilakukan.
“Pasien ini dengan tumor sebesar ini memang sudah timbul gejala kelumpuhan, gangguan gerakan bola mata, sesak napas, sudah susah menelan, terus kemudian tubuh juga mengalami mati rasa dan kesemutan. Jadi sangat menderita sekali, oleh karena itu, mau tidak mau tumor otak ini harus kita angkat.”
Dalam prosedur tersebut, dr. Joy menggunakan teknik bedah yang sangat kompleks, yaitu supra infratentorial presigmoid approach. Teknik ini dilakukan dengan membuat sayatan di sekitar telinga, kemudian menipiskan beberapa bagian tulang dasar tengkorak untuk menciptakan akses menuju lokasi tumor sehingga pengangkatan dapat dilakukan secara optimal.
Selama operasi berlangsung, dr. Joy juga memanfaatkan mikroskop bedah KINEVO 900 S yang mampu memberikan visualisasi dengan tingkat detail yang sangat tinggi. Teknologi ini terintegrasi dengan sistem 3D Neuronavigasi, sehingga membantu dokter menavigasi area operasi secara lebih akurat dan meningkatkan presisi selama proses pengangkatan tumor.
Prosedur pengangkatan tumor batang otak ini juga didukung oleh teknologi Intraoperative Neuromonitoring (IONM) yang memastikan saraf penting otak tetap terjaga selama tindakan. Prosedurnya berjalan dengan baik dan tumor berhasil dikeluarkan sekitar 90 persen.
Jadwal praktek Dr. Joy di Mandaya Royal Hospital Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:
- Senin: On appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: On appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Brainstem Tumor: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brainstem-tumor/symptoms-causes/syc-20595061). Direvisi terakhir 11 Juni 2025. Diakses pada 29 Juni 2026.
- Memorial Health Group. What Is Neuronavigation? (https://www.memorial.com.tr/en/technologies/what-is-neuronavigation). Diakses pada 29 Juni 2026.

