Kriptorkismus pada Anak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Kriptorkismus pada Anak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Kriptorkismus pada anak adalah kondisi ketika satu atau kedua testis tidak turun ke dalam skrotum (kantong zakar) sebagaimana mestinya. Pada masa perkembangan janin, testis terbentuk di dalam rongga perut dan umumnya akan turun ke skrotum sebelum bayi lahir. Namun, pada anak dengan kriptorkismus, proses tersebut tidak terjadi secara sempurna sehingga testis tetap berada di dalam perut atau di sepanjang jalur penurunannya.

Ilustrasi kriptorkismus
Ilustrasi kriptorkismus

Kondisi ini cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir, terutama bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Meskipun terkadang testis dapat turun dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama kehidupan, kriptorkismus tetap perlu mendapatkan perhatian medis. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi testis, termasuk produksi hormon testosteron dan kualitas sperma di kemudian hari. Selain itu, anak dengan kriptorkismus juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami kanker testis, meskipun risiko tersebut dapat dikurangi dengan penanganan yang dilakukan sejak dini.

Di RS Mandaya Royal Puri, kondisi ini dapat ditangani oleh dokter spesialis urologi konsultan urologi pediatrik, yaitu dr. Hendy Mirza, Sp.U (K).

Konsultasi dokter

Apa saja gejala kriptorkismus pada anak?

Gejala utama kriptorkismus adalah tidak ditemukannya satu atau kedua testis di dalam skrotum (testis tidak turun). Pada kondisi normal, kedua testis seharusnya sudah berada di skrotum saat bayi lahir atau dalam beberapa bulan pertama kehidupannya.

Selain tidak adanya testis di skrotum, kriptorkismus umumnya tidak menimbulkan gejala lain. Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan nyeri dan tidak memengaruhi kemampuan bayi untuk buang air kecil. Karena itu, banyak kasus kriptorkismus baru diketahui saat pemeriksaan fisik rutin oleh dokter setelah bayi lahir.

Apa penyebab kriptorkismus pada anak?

Hingga saat ini, penyebab pasti kriptorkismus belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor yang diduga berperan dalam terjadinya kondisi ini antara lain:

  • Gangguan pada proses perkembangan janin yang memengaruhi penurunan testis ke skrotum sebelum kelahiran.
  • Kekurangan hormon testosteron selama masa perkembangan janin, yang dapat menghambat proses pembentukan dan penurunan testis.
  • Kelahiran prematur, karena testis mungkin belum sempat turun ke skrotum sebelum bayi lahir.
  • Berat badan lahir rendah, yang diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko terjadinya kriptorkismus.

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas, makanan, atau kebiasaan tertentu yang dilakukan ibu selama kehamilan menyebabkan bayi mengalami kriptorkismus. Kondisi ini umumnya terjadi akibat faktor perkembangan yang berlangsung selama masa kehamilan.

Baca juga: Tindakan Orkidopeksi untuk Tangani Testis Anak Tidak Turun oleh Dokter Urologi Anak RS Mandaya Royal Puri

Apa saja komplikasi dari kriptorkismus pada anak?

Anak dengan kriptorkismus memiliki risiko lebih tinggi mengalami beberapa komplikasi jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Kanker testis

Kriptorkismus dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker testis di kemudian hari. Kanker testis merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada laki-laki usia 15 hingga 35 tahun.

  • Torsi testis 

Kondisi ini terjadi ketika tali spermatika yang menyalurkan darah ke testis terpuntir sehingga aliran darah terhenti. Torsi testis dapat menyebabkan nyeri hebat dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan permanen pada testis.

  • Hernia inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian jaringan atau organ di dalam perut menonjol melalui area yang lemah pada dinding perut di sekitar selangkangan. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak dengan testis yang tidak turun.

  • Hipogonadisme

 Hipogonadisme adalah kondisi ketika testis tidak mampu memproduksi hormon testosteron dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan seksual dapat terganggu.

Selain komplikasi di atas, kriptorkismus yang tidak ditangani juga dapat berdampak pada kesuburan di masa dewasa karena proses pembentukan sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah, sebagaimana terdapat di dalam skrotum. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Spesialis untuk Tangani Testis Anak Tidak Turun dengan Orkidopeksi

Penanganan kriptorkismus pada anak oleh dr. Hendy Mirza Sp.U (K) di RS Mandaya Puri

Penanganan kriptorkismus dengan prosedur orkidopeksi pada anak di RS Mandaya Royal Puri dapat dilakukan oleh dr. Hendy Mirza, Sp.U(K), dokter spesialis urologi konsultan pediatrik yang berpengalaman menangani berbagai kelainan saluran kemih dan organ reproduksi pada anak.

Orkidopeksi adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk memindahkan testis yang belum turun ke posisi normalnya di dalam skrotum. Tindakan ini merupakan standar penanganan yang paling umum dilakukan untuk mengatasi kriptorkismus.

Dalam prosedurnya, dokter akan membuat sayatan kecil di area selangkangan untuk menemukan posisi testis yang belum turun. Setelah itu, dokter membuat sayatan kecil pada skrotum dan menyiapkan ruang khusus untuk menempatkan testis pada posisi yang tepat. Testis kemudian dipindahkan dan difiksasi agar tetap berada di dalam skrotum. Pada kondisi tertentu, apabila testis ditemukan tidak berkembang atau tidak berfungsi dengan baik, dokter dapat mempertimbangkan tindakan pengangkatan testis tersebut.

Dengan keahlian di bidang urologi pediatrik dan rekonstruksi anak, dr. Hendy dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan waktu serta jenis penanganan yang paling sesuai bagi setiap pasien kriptorkismus, sehingga risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan.

dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 16.00 – 19.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 19.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 19.00 WIB.

Kapan tindakan orkidopeksi sebaiknya dilakukan?

Jika testis anak belum juga turun hingga usia 6 bulan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Apabila diperlukan tindakan orkidopeksi, dokter umumnya merekomendasikan prosedur ini dilakukan pada usia antara 12 hingga 24 bulan.

Jika kriptorkismus tidak ditangani, testis yang tidak turun dapat mengalami gangguan fungsi sehingga tidak dapat memproduksi sperma yang sehat dengan baik. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko infertilitas atau gangguan kesuburan di kemudian hari.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes