Pengalaman Miom Mengecil Tanpa Operasi dengan Teknologi HIFU

Pengalaman Miom Mengecil Tanpa Operasi dengan Teknologi HIFU

Miom rahim merupakan salah satu masalah kesehatan wanita yang cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti haid berlebihan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga kesulitan untuk hamil. Selama bertahun-tahun, operasi menjadi salah satu pilihan utama untuk menangani miom. Namun kini, perkembangan teknologi medis menghadirkan alternatif yang lebih minimal invasif, yaitu High Intensity Focused Ultrasound (HIFU).

Banyak pasien miom telah membagikan pengalaman mereka setelah menjalani tindakan HIFU di Mandaya Royal Hospital Puri. Berkat teknologi ini, sejumlah pasien berhasil mengecilkan miom tanpa operasi, mempertahankan rahim, dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan masa pemulihan yang lebih cepat. Bahkan, beberapa pasien yang sebelumnya terkendala masalah kesuburan kini dapat lebih fokus menjalani program hamil setelah mendapatkan penanganan yang sesuai.

Konsultasi dokter

Apa itu HIFU?

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

HIFU adalah teknologi medis non-bedah yang digunakan untuk menangani miom rahim tanpa memerlukan sayatan maupun operasi. Prosedur ini memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang diarahkan secara presisi dari luar tubuh menuju jaringan miom di dalam rahim. Energi ultrasound tersebut menghasilkan panas pada titik target sehingga sel-sel miom dapat dihancurkan tanpa merusak jaringan sehat yang berada di sekitarnya.

Cara kerja HIFU didasarkan pada pemfokusan energi ultrasound ke area miom yang telah ditentukan melalui panduan pencitraan. Ketika energi terkonsentrasi pada titik tertentu, suhu di area tersebut meningkat dan menyebabkan kerusakan terkontrol pada jaringan miom (ablasi). Proses ini membuat sel-sel miom mati dan secara bertahap mengecil seiring waktu, sementara jaringan normal di sekitar miom tetap terjaga.

Berkat tingkat ketepatannya yang tinggi, HIFU menjadi salah satu pilihan terapi yang efektif untuk menangani miom rahim jinak tanpa operasi. Selain itu, prosedur ini juga menawarkan masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan tindakan bedah konvensional.

Baca juga: Apa Saja Pilihan Pengobatan Miom Rahim?

Pengalaman pasien miom jalani tindakan HIFU di RS Mandaya Royal Puri

Berikut adalah beberapa pengalaman pasien miom yang sudah menjalani tindakan HIFU di RS Mandaya Royal Puri:

1. Memilih HIFU untuk menghindari pengangkatan rahim

Angela, seorang pasien berusia 40 tahun asal Jakarta, datang ke Mandaya Royal Hospital Puri dengan keluhan perdarahan menstruasi yang berkepanjangan hingga lebih dari 20 hari. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui bahwa ia mengalami mioma uteri dan adenomiosis, dengan ukuran miom mencapai sekitar 6–7 cm.

Pada kasus seperti ini, operasi pengangkatan rahim kerap menjadi salah satu pilihan penanganan. Namun, bagi pasien yang masih ingin memiliki keturunan, tindakan tersebut tentu memerlukan pertimbangan yang matang.

Setelah mengevaluasi kondisinya, dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG dari RS Mandaya Royal Puri merekomendasikan prosedur HIFU sebagai alternatif terapi. Teknologi ini memungkinkan penghancuran jaringan miom menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi tanpa operasi maupun sayatan, sehingga rahim tetap dapat dipertahankan.

“Saya putuskan untuk memilih HIFU karena saya menghindari proses angkat rahim, karena rencana ke depannya saya mau rencana untuk program hamil kembali. Makanya, saya putuskan untuk keputusan terbaik ini ya saya memilih HIFU,” ujar sang pasien.

Hasil evaluasi pascatindakan menunjukkan bahwa sekitar 80–90% jaringan miom berhasil diablasi. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa HIFU mampu mengurangi ukuran miom secara signifikan tanpa perlu tindakan bedah.

2. Terhindar dari operasi angkat rahim total berkat HIFU

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Ibu Elli dari Klaten yang memutuskan menjalani terapi miom tanpa operasi menggunakan teknologi HIFU di RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG.

Sebelumnya, Ibu Elli sempat mendapatkan rekomendasi untuk menjalani histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Namun, setelah mencari berbagai pilihan pengobatan, ia menemukan alternatif yang lebih minimal invasif melalui prosedur HIFU.

Menurut Ibu Elli, keputusan untuk memilih HIFU merupakan langkah terbaik yang dapat diambil. Dengan mempertahankan rahimnya, ia tetap dapat menjalani proses biologis secara alami tanpa harus menghadapi menopause akibat tindakan pengangkatan rahim.

“Ini keputusan terbaik bagi saya karena pilihan saya, saya akan menopause dengan normal. Jadi tidak diambil haknya oleh siapapun.”

Selain itu, salah satu manfaat yang paling dirasakan setelah tindakan adalah proses pemulihan yang lebih nyaman. Karena tidak ada luka sayatan, ia dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus melakukan perawatan luka pascaoperasi.

Ia mengatakan: “Yang paling enak setelah tindakan kita sudah bebas untuk beraktivitas karena saya enggak punya luka luar yang harus dirawat.”

3. Setelah keguguran berulang akibat miom, kini bisa kembali jalani program hamil

Miom tidak hanya menimbulkan keluhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran berulang. Hal inilah yang dialami oleh seorang pasien yang beberapa kali kehilangan kehamilannya sebelum akhirnya mengetahui bahwa penyebabnya adalah miom yang tumbuh di lokasi yang sulit ditangani dengan operasi konvensional.

Miom tersebut berada di bagian belakang rahim (posterior) dan telah menempel pada usus. Posisi yang kompleks ini membuat tindakan operasi memiliki risiko yang cukup tinggi. Jika operasi dilakukan melalui bagian atas rahim, dikhawatirkan dapat merusak dinding rahim. Sementara itu, pendekatan dari bagian belakang berisiko mengenai usus yang telah melekat pada miom.

“Karena posisinya (miom) sebenarnya itu sulit untuk laparoskopi, karena posisi miomnya itu di belakang (rahim) dan sudah lengket ke usus. Kalau dari atas bisa merusak dinding rahimnya, kalau misalkan dari belakang kita tidak tahu kena usus atau tidak. Awalnya sempat drop, ini bisa tidak (ditangani). Eh ternyata ada HIFU, benar-benar buat aku membantu dan ini jalannya Tuhan semuanya dilancarkan,” kata pasien.

Berkat teknologi HIFU, pasien dapat menjalani terapi tanpa operasi. Bahkan, sehari setelah tindakan, ia sudah bisa bangun dari tempat tidur, berjalan seperti biasa, dan diperbolehkan pulang.

Selanjutnya, kondisi pasien akan terus dipantau melalui evaluasi berkala. Menurut dr. Edward, apabila proses pemulihan berjalan baik, pasien sudah dapat kembali menjalani program hamil dalam kurun waktu sekitar 3–6 bulan setelah tindakan HIFU.

Baca juga: Miom Rahim Apakah Berbahaya? Kenali Gejala dan Komplikasinya Ini

4. Setelah 10 tahun mengalami gangguan kesuburan akibat adenomiosis, pasien jalani HIFU

Selain untuk penanganan miom, teknologi HIFU di RS Mandaya Royal Puri juga dapat digunakan untuk mengatasi adenomiosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim.

Salah satu pasien yang ditangani oleh dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS, dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas di RS Mandaya Royal Puri, mengalami adenomiosis berukuran 6,2 cm yang telah lama memengaruhi kesuburannya. Selama bertahun-tahun, pasien tersebut mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan akibat kondisi yang dideritanya.

Setelah menjalani tindakan HIFU, hasil evaluasi menunjukkan ukuran adenomiosis berhasil mengecil menjadi sekitar 4,8 cm. Selain itu, tingkat nekrosis atau kematian sel pada jaringan adenomiosis mencapai sekitar 80–90%, yang menandakan respons terapi yang sangat baik.

Dengan kondisi yang semakin membaik setelah tindakan, pasien kini dipersiapkan untuk menjalani program hamil. Dalam kurun waktu sekitar 3–4 bulan setelah terapi, pasien diharapkan sudah dapat memulai program kehamilan bersama dr. Rahmadsyah.

5. Adenomiosis berukuran 5 cm ditangani dengan HIFU, pasien sudah bisa pulang sehari setelah tindakan

Pengalaman positif lainnya datang dari Ibu Egha, pasien asal Jakarta yang sebelumnya mengalami nyeri haid berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh adenomiosis berukuran sekitar 5 cm.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Ibu Egha memilih menjalani prosedur HIFU bersama dr. Gracia di Mandaya Royal Hospital Puri. Tindak6an ini dilakukan tanpa operasi terbuka maupun sayatan, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Hasilnya, hanya satu hari setelah tindakan, kondisi pasien sudah jauh membaik dan diperbolehkan pulang. Kemampuan untuk kembali beraktivitas dalam waktu singkat menjadi salah satu manfaat yang paling dirasakan setelah menjalani HIFU.

“H+1 pasca operasi sudah jauh lebih baik, dan malah sudah bisa pulang. Jadi saya masuk dari hari Senin sore, tindakannya hari Selasa, dan hari Rabunya sudah bisa pulang. Karena memang sudah kayak sehat, bisa beraktivitas lagi dengan biasa, sudah bisa mandi sendiri, beberapa jam (pascaoperasi) sudah bisa jalan,” kata pasien.

Konsultasi dokter

Cara kerja HIFU untuk mengatasi miom dan adenomiosis

Berikut adalah cara kerja HIFU:

1. Gelombang ultrasound difokuskan ke area target

Energi ultrasound berintensitas tinggi diarahkan secara presisi ke jaringan miom atau adenomiosis yang telah dipetakan sebelumnya melalui sistem pencitraan.

2. Terbentuk panas pada jaringan yang ditargetkan

Ketika energi ultrasound mencapai area target, energi tersebut akan diubah menjadi panas dengan suhu tinggi yang terkonsentrasi pada titik tertentu.

3. Menghancurkan sel-sel abnormal

Panas yang dihasilkan menyebabkan kerusakan pada sel-sel miom maupun jaringan adenomiosis melalui proses nekrosis koagulatif. Dengan demikian, jaringan abnormal dapat dihancurkan tanpa perlu tindakan bedah.

4. Jaringan sehat tetap terjaga

Karena energi difokuskan secara sangat akurat, jaringan sehat di sekitar rahim dapat terlindungi. Hal ini menjadi salah satu keunggulan utama HIFU dibandingkan beberapa metode terapi lainnya.

5. Jaringan yang rusak diserap tubuh secara alami

Setelah tindakan, jaringan miom atau adenomiosis yang telah dihancurkan akan diserap secara bertahap oleh tubuh. Seiring waktu, ukuran lesi dapat mengecil dan gejala yang dialami pasien pun berangsur membaik.

Keunggulan HIFU untuk pengobatan miom dan adenomiosis

HIFU menjadi salah satu pilihan terapi modern untuk miom dan adenomiosis karena menawarkan berbagai keuntungan bagi pasien. Berikut beberapa keunggulannya:

  • Tidak memerlukan sayatan atau operasi, sehingga tidak menimbulkan luka bedah maupun jahitan.
  • Risiko infeksi lebih rendah dibandingkan tindakan pembedahan konvensional karena prosedur dilakukan tanpa membuka jaringan tubuh.
  • Tidak menggunakan radiasi, melainkan memanfaatkan gelombang ultrasound yang difokuskan langsung ke area target.
  • Tidak memerlukan anestesi umum, karena umumnya tindakan dilakukan dengan sedasi ringan atau manajemen nyeri yang sesuai.
  • Membantu mempertahankan rahim, sehingga dapat menjadi pilihan bagi pasien yang masih ingin menjaga fungsi reproduksi atau merencanakan kehamilan.
  • Tingkat akurasi tinggi, karena area yang diterapi dapat dipantau dan ditargetkan secara presisi menggunakan panduan pencitraan.
  • Masa pemulihan lebih cepat, sehingga sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang relatif singkat setelah prosedur.
  • Minim nyeri dan perdarahan, karena tidak ada proses sayatan maupun pengangkatan jaringan melalui operasi.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes