Adenomiosis merupakan kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim justru tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri haid yang berat, nyeri panggul, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hal inilah yang dialami oleh Ibu Egha, pasien asal Jakarta yang mengalami keluhan nyeri haid hebat hingga akhirnya didiagnosis mengalami adenomiosis berukuran sekitar 5 cm. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan terapi, Ibu Egha akhirnya menjalani tindakan High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) dengan dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan (obgyn) di Mandaya Royal Hospital Puri tanpa operasi maupun sayatan.
“H+1 pasca operasi sudah jauh lebih baik, dan malah sudah bisa pulang. Jadi saya masuk dari hari Senin sore, tindakannya hari Selasa, dan hari Rabunya sudah bisa pulang. Karena memang sudah kayak sehat, bisa beraktivitas lagi dengan biasa, sudah bisa mandi sendiri, beberapa jam (pascaoperasi) sudah bisa jalan,” kata pasien.
Contents
Awal mula keluhan nyeri hebat saat menstruasi

Ibu Egha awalnya datang memeriksakan diri karena mengalami nyeri perut dan nyeri panggul yang sangat hebat ketika menstruasi. Dalam dua bulan terakhir sebelum pemeriksaan, rasa nyeri yang dirasakan disebut semakin berat dibanding sebelumnya.
Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama dokter, ditemukan adanya adenomiosis dengan ukuran awal sekitar 3–4 cm. Namun setelah evaluasi lanjutan, ukuran adenomiosis diketahui telah mencapai sekitar 5 cm.
Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, terutama saat datang bulan. Karena itulah, pasien mulai mempertimbangkan tindakan medis untuk membantu mengatasi keluhannya.
Baca juga: Ciri-ciri Miom pada Wanita dan Penanganannya Tanpa Operasi di RS Mandaya Royal Puri
Memilih HIFU karena tanpa operasi dan sayatan

Saat berkonsultasi di Mandaya Royal Hospital Puri, pasien mendapatkan beberapa pilihan terapi. Namun, tindakan operasi masih menjadi hal yang cukup ditakuti karena identik dengan sayatan dan proses pemulihan yang lebih panjang.
Di sisi lain, rumah sakit ini telah menghadirkan teknologi HIFU, yaitu terapi non-invasif (non-operasi) yang dapat membantu menangani berbagai tumor jinak tanpa pembedahan, mulai dari miom hingga adenomiosis.
Teknologi HIFU bekerja menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang difokuskan langsung ke jaringan target untuk menghancurkan jaringan abnormal tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Jaringan abnormal yang sudah rusak tersebut nantinya akan diserap oleh tubuh secara alami dalam waktu beberapa minggu hingga bulan.
Ketertarikan pasien terhadap HIFU muncul karena prosedurnya tidak memerlukan sayatan sama sekali. Selain itu, proses pemulihannya juga dinilai lebih cepat dibanding operasi konvensional.
Sebelum tindakan dilakukan, pasien juga mendapatkan simulasi dan penjelasan menyeluruh terkait prosedur HIFU sehingga membuat pasien merasa lebih tenang dan memahami proses terapi yang akan dijalani.
Selain tidak memerlukan tindakan operasi dan sayatan, berikut keunggulan lain dari HIFU dalam penanganan adenomiosis:
- Keluhan nyeri pascatindakan umumnya lebih minimal dibandingkan tindakan bedah konvensional.
- Terapi memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi tanpa menggunakan paparan radiasi.
- Gelombang ultrasound bekerja dengan menargetkan jaringan miom secara akurat dan terfokus.
- Penanganan ini membantu menjaga rahim tetap utuh sehingga potensi mempertahankan fungsi reproduksi masih dapat dipertahankan.
- Karena tidak melalui pembedahan terbuka, risiko perdarahan selama tindakan cenderung lebih kecil.
- Masa pemulihan relatif lebih cepat sehingga pasien biasanya tidak perlu menjalani rawat inap terlalu lama.
- Setelah prosedur selesai, pasien umumnya dapat kembali beraktivitas sehari-hari dalam waktu lebih singkat.
Baca juga: 5 Cara Mengobati Adenomiosis dan Penanganannya dengan HIFU Tanpa Operasi di RS Mandaya Puri
Pemulihan cepat dan keluhan berangsur membaik
Setelah menjalani tindakan HIFU, pasien mengaku tidak merasakan nyeri berat pada area perut. Keluhan yang dirasakan hanya berupa nyeri ringan menyerupai nyeri menstruasi.
Pasien menjalani rawat inap singkat dengan masuk rumah sakit pada Senin sore, tindakan dilakukan hari Selasa, dan sudah diperbolehkan pulang pada hari Rabu. Bahkan beberapa jam setelah tindakan, pasien sudah dapat berjalan dan beraktivitas secara mandiri.
Hasil evaluasi tindakan menunjukkan jaringan adenomiosis berhasil ditangani dengan baik dan proses berjalan lancar. Setelah prosedur, pasien juga mengaku kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Selain teknologi yang digunakan, pasien juga merasa terbantu dengan dukungan tim medis yang mendampingi selama proses tindakan berlangsung. Mulai dari dokter, perawat, hingga tim anestesi turut membantu membuat pasien merasa nyaman selama prosedur berlangsung.
Bagi wanita yang sering mengalami nyeri haid hebat, nyeri panggul, atau nyeri pinggang saat menstruasi, pemeriksaan sejak dini sangat penting dilakukan agar kondisi dapat segera ditangani sebelum semakin mengganggu kualitas hidup.
Baca juga: Miom Berukuran 7 cm Hilang Tanpa Operasi di RS Mandaya Puri, Gunakan Teknologi HIFU
HIFU sudah digunakan di berbagai negara untuk menangani ratusan ribu kasus
Walaupun masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia, teknologi HIFU sebenarnya telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai metode penanganan adenomiosis hingga miom tanpa operasi terbuka. Teknologi ini semakin dikenal karena prosedurnya bersifat minimal invasif, tidak memerlukan sayatan, serta menawarkan waktu pemulihan yang relatif lebih singkat.
Sejumlah fakta mengenai HIFU meliputi:
- Teknologi ini telah digunakan di lebih dari 37 negara di dunia
- HIFU sudah dimanfaatkan dalam penanganan lebih dari 500 ribu pasien secara global
- Teknologi HIFU telah memperoleh pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat
- Perangkat HIFU juga telah mengantongi sertifikasi CE Eropa sebagai standar keamanan dan mutu alat kesehatan internasional.
Kapan harus ke dokter untuk memeriksakan kondisi adenomiosis?
Penting bagi wanita untuk rutin memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gangguan menstruasi atau keluhan pada area panggul. Pasalnya, adenomiosis terkadang tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita yang baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sekitar 1 dari 3 penderita adenomiosis tidak mengalami tanda maupun gejala apa pun. Namun, sebagian lainnya dapat mengalami beberapa keluhan berikut:
- Nyeri haid yang terasa berat (dismenore)
- Perdarahan menstruasi berlebihan
- Siklus menstruasi yang tidak normal
- Nyeri panggul dengan atau tanpa kram hebat
- Nyeri saat berhubungan intim
- Gangguan kesuburan atau sulit hamil
- Rahim membesar
- Perut terasa kembung atau penuh.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dr. Gracia yang bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Bagaimana jika adenomiosis tidak ditangani?
Gejala adenomiosis umumnya dapat semakin memburuk seiring waktu apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah anemia akibat perdarahan menstruasi berlebihan yang dialami penderita adenomiosis.
Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang kaya akan zat besi. Akibatnya, penderita dapat merasa mudah lelah, tubuh terasa lemas, hingga lebih sering merasa kedinginan.
Konsultasikan keluhan adenomiosis dengan dr. Gracia di RS Mandaya Royal Puri

dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani beragam masalah kesehatan reproduksi wanita, mulai dari kehamilan hingga berbagai gangguan ginekologi. Beliau menempuh pendidikan dokter umum dan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Dalam praktik sehari-hari, dr. Gracia melayani konsultasi kehamilan, program hamil, KB, serta laktasi. Selain itu, beliau juga menangani induksi ovulasi, persalinan normal, hingga operasi caesar. Di bidang ginekologi, dr. Gracia memiliki pengalaman dalam berbagai tindakan medis seperti laparoskopi, histerektomi, Pap smear, saline infusion sonography (SIS), dan LEEP.
Untuk mendukung penanganan dengan teknologi terkini, dr. Gracia juga telah menjalani pelatihan intensif mengenai HIFU di pusat HIFU di China. Pelatihan tersebut dilakukan guna memperdalam kemampuan dalam prosedur HIFU sebagai terapi non-invasif untuk berbagai kasus ginekologi tanpa operasi terbuka.
dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG praktik di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

