Nyeri lutut sering kali dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Banyak orang lanjut usia (lansia) memilih bertahan dengan rasa sakit, membatasi aktivitas, hingga perlahan kehilangan kemandirian dalam menjalani hidup sehari-hari. Padahal, ketika osteoarthritis semakin parah atau meniskus robek mulai mengganggu pergerakan, rasa nyeri itu bukan lagi sekadar “pegal biasa”. Aktivitas sederhana seperti naik tangga, berjalan, bahkan tidur pun bisa berubah menjadi perjuangan yang melelahkan.
Hal inilah yang dialami oleh Ibu Irmayanti, pasien asal Bali berusia 80 tahun. Di usianya yang tidak lagi muda, beliau memutuskan untuk tidak menyerah pada rasa sakit. Setelah mengalami osteoarthritis berat dan robekan meniskus yang semakin memburuk, Ibu Irmayanti akhirnya menjalani operasi ganti lutut total dan parsial sekaligus di RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K), dokter spesialis ortopedi konsultan hip & knee.

“Jadi, satu lutut dilakukan total knee replacement, dan satu lutut lagi parsial. Itu semua dilakukan bersamaan sekaligus dua dan hasilnya sangat baik. Saya sungguh puas. Operasi dilakukan oleh dr. Paulus yang sangat expert, saya rasa, untuk operasi dengan robotic surgery ini. Saya puas, bagus, dan banyak berterima kasih kepada dr. Paulus atas semua treatment dan komunikasi yang sungguh sangat baik,” kata Ibu Irmayanti beberapa hari pascaoperasi.
Contents
Nyeri lutut yang semakin parah hingga mengganggu aktivitas
Awalnya, kondisi lutut Ibu Irmayanti masih berada pada osteoarthritis grade 3. Namun, kondisinya berkembang dengan cepat menjadi grade 4, yaitu tahap pengapuran sendi yang sudah berat dan umumnya memerlukan tindakan operasi ganti lutut.

Di sisi lain, lutut lainnya mengalami robekan meniskus yang justru menimbulkan rasa sakit lebih hebat. Nyeri yang awalnya masih bisa ditahan perlahan menjadi semakin intens hingga mengganggu kualitas hidupnya sehari-hari.
Beliau mulai kesulitan menaiki tangga dan harus melangkah satu per satu sambil bertumpu pada satu kaki yang lebih kuat. Tanpa disadari, kebiasaan membebani satu sisi tubuh terus-menerus dapat memengaruhi postur tubuh hingga menyebabkan gangguan pada pinggang dan tulang belakang.
Bahkan saat malam hari, rasa sakitnya semakin terasa. Tidur pun menjadi tidak nyaman karena nyeri yang muncul terasa seperti diiris-iris. Kondisi ini membuat Ibu Irmayanti sadar bahwa operasi tidak bisa terus ditunda.
Keputusan untuk menjalani operasi akhirnya diambil bukan hanya karena rasa sakit, tetapi juga karena keinginan untuk tetap aktif dan mandiri selagi kondisi tubuh masih fit. Dukungan keluarga juga menjadi dorongan besar agar tindakan dilakukan lebih cepat sebelum usia bertambah dan proses pemulihan menjadi lebih berat.
Baca juga: RS Mandaya Puri Rayakan Operasi Lutut ke-100 Metode Robotik CORI
Memilih RS Mandaya Royal Puri untuk operasi lutut robotik
Sebelum memutuskan menjalani operasi, Ibu Irmayanti dan keluarganya mencari banyak informasi mengenai rumah sakit dan teknologi operasi lutut. Dari berbagai rekomendasi kerabat, pengalaman keluarga lain, hingga informasi yang beliau lihat melalui media sosial dan video-video edukasi kesehatan, nama RS Mandaya Royal Puri terus muncul sebagai salah satu pilihan yang paling direkomendasikan.
Beliau tertarik dengan teknologi modern yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri, termasuk operasi lutut dengan teknologi robotik yang dinilai mampu memberikan hasil lebih presisi.
Selain itu, pengalaman kerabat dan keluarga yang pernah menjalani operasi di RS Mandaya Royal Puri juga semakin meningkatkan kepercayaan beliau untuk datang dari Bali ke Jakarta demi mendapatkan penanganan terbaik.
Operasi dilakukan oleh dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K), dokter spesialis ortopedi konsultan hip & knee yang berpengalaman dalam tindakan penggantian sendi lutut dengan teknologi robotik.
Pada tindakan ini, satu lutut dilakukan total knee replacement, sementara lutut lainnya menjalani partial knee replacement dalam satu waktu operasi sekaligus.
Baca juga: Berapa Biaya Operasi Ganti Lutut Metode Robot di Mandaya Royal Hospital Puri?
Sudah sisa berdiri dan berjalan setelah operasi
Rasa takut sebelum operasi tentu tetap ada, terlebih di usia lanjut. Namun, keyakinan bahwa operasi lutut merupakan prosedur dengan tingkat keberhasilan tinggi membuat Ibu Irmayanti lebih tenang dalam menjalani tindakan.
Pasca operasi, kondisinya menunjukkan perkembangan yang baik. Beliau sudah dapat berdiri dan berjalan menggunakan walker, bahkan menjalani latihan berjalan bersama fisioterapis.
Menurut beliau, berjalan justru terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya. Meski masih ada rasa ngilu dan nyeri saat berpindah posisi dari duduk ke berdiri, proses pemulihan berjalan dengan baik dan memberikan harapan besar untuk kembali beraktivitas lebih nyaman.
Pengalaman Ibu Irmayanti menjadi pengingat bahwa nyeri lutut berat bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja sebagai bagian dari usia. Ketika osteoarthritis dan robekan meniskus mulai membatasi gerak dan menurunkan kualitas hidup, penanganan yang tepat dapat membantu pasien kembali bergerak dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Kapan harus mempertimbangkan operasi ganti lutut untuk kondisi osteoarthritis?
Tidak semua pasien osteoarthritis harus langsung menjalani operasi ganti lutut. Pada tahap awal hingga menengah, penanganan biasanya dimulai dengan terapi konservatif seperti obat-obatan anti nyeri, terapi fisik, perubahan gaya hidup, hingga suntik gel lutut untuk membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan pergerakan sendi.
Namun, seiring waktu, ada kondisi di mana kerusakan sendi menjadi semakin berat dan berbagai terapi tersebut tidak lagi memberikan hasil yang optimal. Ketika nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup terus menurun, operasi ganti lutut dapat menjadi pilihan penanganan yang perlu dipertimbangkan.
Beberapa tanda atau indikasi seseorang mungkin sudah memerlukan operasi ganti lutut akibat osteoarthritis antara lain:
- Nyeri lutut berat yang membatasi aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, naik tangga, atau berdiri terlalu lama.
- Nyeri lutut sedang hingga berat meski sedang beristirahat, baik siang maupun malam hari.
- Peradangan dan pembengkakan lutut yang berlangsung lama dan tidak membaik meski sudah istirahat atau minum obat.
- Bentuk kaki mulai berubah menjadi bengkok ke dalam atau ke luar akibat kerusakan sendi.
- Obat anti nyeri seperti NSAID tidak lagi efektif meredakan nyeri atau justru menimbulkan efek samping yang sulit ditoleransi.
Banyak pasien menunda operasi karena takut atau merasa masih bisa menahan rasa sakit. Padahal, ketika kerusakan sendi semakin parah, kondisi tersebut justru dapat memengaruhi postur tubuh, kemampuan berjalan, hingga kesehatan sendi dan tulang lainnya akibat tubuh terus-menerus bertumpu pada satu sisi yang lebih kuat.
Karena itu, konsultasi lebih dini dengan dokter ortopedi dapat membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjalani operasi, sebelum kondisi semakin berat dan pemulihan menjadi lebih sulit.
Operasi lutut metode robotik dengan dr. Paulus di RS Mandaya Royal Puri

Operasi ganti lutut kini semakin berkembang dengan dukungan teknologi robotik yang membantu tindakan menjadi lebih presisi. Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur operasi lutut dilakukan menggunakan teknologi robotik CORI, sebuah sistem modern yang dirancang untuk membantu dokter menentukan tindakan penggantian sendi lutut dengan tingkat akurasi yang tinggi sesuai kondisi anatomi masing-masing pasien.

Teknologi robotik CORI membantu dokter dalam memetakan kondisi lutut pasien secara detail selama operasi berlangsung. Dengan bantuan sistem ini, tindakan operasi dapat dilakukan lebih presisi sehingga diharapkan memberikan hasil yang lebih optimal bagi pasien.
Beberapa keunggulan operasi lutut dengan robotik CORI antara lain:
- Perencanaan operasi lebih presisi: Sistem CORI membantu dokter memetakan struktur lutut pasien secara real-time sehingga tindakan operasi dapat disesuaikan dengan kondisi lutut masing-masing pasien.
- Membantu menjaga jaringan sehat di sekitar lutut: Teknologi robotik memungkinkan tindakan dilakukan dengan lebih terarah sehingga membantu mempertahankan jaringan dan tulang yang masih sehat.
- Posisi implan lebih akurat: Penempatan implan lutut yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan fungsi lutut setelah operasi. Robotik CORI membantu meningkatkan akurasi pemasangan implan.
- Membantu memperbaiki keseimbangan dan pergerakan sendi: Dengan penyesuaian yang lebih detail selama operasi, pasien diharapkan dapat memperoleh pergerakan lutut yang lebih natural setelah tindakan.
- Pemulihan pasca operasi lebih nyaman: Karena tindakan dilakukan dengan lebih presisi, beberapa pasien dapat merasakan proses pemulihan yang lebih baik dan lebih cepat kembali beraktivitas.
- Memiliki sistem keamanan yang membantu meminimalkan risiko kesalahan: Robot CORI dilengkapi fitur keamanan di mana alat burr dapat otomatis berhenti apabila pergerakannya tidak sesuai dengan rencana atau mapping operasi yang telah ditentukan sebelumnya. Fitur ini membantu dokter menjaga tindakan tetap berada pada area yang sudah direncanakan sehingga meningkatkan keamanan selama operasi berlangsung.
Tindakan operasi lutut di RS Mandaya Royal Puri salah satunya dilakukan oleh dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) Hip & Knee, dokter spesialis ortopedi konsultan hip dan lutut yang memiliki pengalaman dalam penanganan berbagai masalah sendi dan tulang. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, kemudian melanjutkan program spesialis ortopedi dan traumatologi di Universitas Airlangga. dr. Paulus juga mengikuti Orthopedic and Traumatology Residency Training Program di Jose Reyes Memorial Medical Center, Manila, Filipina, serta merupakan Consultant dan Fellow of Indonesian Hip and Knee Society.
Dalam prakteknya sehari-hari, dr. Paulus menangani berbagai kasus ortopedi seperti osteoarthritis, kista lutut, total knee replacement, unicompartmental knee arthroplasty, tindakan arthroscopy untuk robekan meniskus, operasi ACL, hingga operasi patah tulang. Dengan dukungan teknologi robotik modern di RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat memperoleh penanganan lutut yang lebih terukur dan sesuai dengan kondisi masing-masing.
dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) Hip & Knee bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 13.00 WIB
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 14.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 14.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

