Pembengkakan pada tangan setelah operasi kanker payudara merupakan kondisi yang cukup sering dialami pasien. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gangguan aliran cairan limfa atau limfedema, yang terjadi akibat kerusakan atau pengangkatan kelenjar getah bening saat tindakan operasi. Jika tidak ditangani dengan tepat, limfedema dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, keterbatasan gerak, hingga menurunkan kualitas hidup pasien.
Contents
Penanganan tangan bengkak pasca operasi kanker payudara di Limfedema Center RS Mandaya Royal Puri
Penanganan limfedema di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis bedah mikro serta onkoplasti, serta tim dokter rehabilitasi medik. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan perawatan menyeluruh sesuai kondisi masing-masing pasien.
1. Prosedur bypass limfatik
Salah satu metode utama dalam menangani limfedema adalah prosedur bypass limfatik. Tindakan ini diperuntukkan bagi pasien yang telah mengalami pembengkakan akibat aliran cairan limfa yang terganggu, dengan tujuan menciptakan jalur baru agar cairan dapat mengalir lebih lancar.
Menurut dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K), dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro serta onkoplasti RS Mandaya Puri, pasien yang mulai merasakan pembengkakan sebaiknya segera memeriksakan diri agar dapat ditangani sedini mungkin. Dalam prosedur ini, aliran pembuluh limfatik akan dialihkan ke pembuluh darah kecil yang disebut venula, sehingga cairan limfa tidak lagi tertahan.
Selanjutnya, pembuluh limfatik yang bermasalah akan dihubungkan dengan venula untuk membentuk jalur alternatif. Dengan adanya jalur baru ini, cairan limfa dapat langsung dialirkan ke sistem vena sehingga membantu mengurangi pembengkakan secara signifikan.
Prosedur ini dikenal sebagai Lymphaticovenular Anastomosis (LVA), yaitu tindakan minimal invasif yang menghubungkan pembuluh limfatik ke pembuluh vena kecil di sekitarnya untuk mengatasi limfedema secara efektif.
2. Rehabilitasi

Setelah menjalani prosedur bypass limfatik, pasien dianjurkan untuk melanjutkan terapi bersama tim rehabilitasi medik guna memaksimalkan hasil pengobatan. Salah satu terapi yang digunakan adalah compression devices, yaitu alat berupa pompa pneumatik yang memberikan tekanan secara bergantian pada area yang mengalami pembengkakan.
Alat ini digunakan bersama selongsong khusus (sleeve) yang dipasang pada lengan pasien. Tekanan yang dihasilkan membantu mendorong aliran cairan limfa tetap bergerak melalui pembuluh limfatik dan vena, sekaligus mencegah penumpukan cairan.
Penggunaan compression pump tidak hanya membantu mengurangi pembengkakan, tetapi juga dapat menurunkan risiko komplikasi serta mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.
Tim dokter Limfedema Center di RS Mandaya Royal Puri
Penanganan limfedema di RS Mandaya Royal Puri didukung oleh tim dokter berpengalaman dari berbagai bidang, di antaranya:
1. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

Sebagai dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro serta onkoplasti, dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) memiliki peran penting dalam mengembalikan fungsi dan bentuk tubuh pasien. Penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mencakup rekonstruksi pasca operasi kanker, perbaikan jaringan akibat trauma, penanganan luka bakar, hingga koreksi kelainan bawaan. Dengan teknik bedah mikro yang presisi, beliau membantu meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 17.00 – 19.30 WIB
- Kamis: 17.00 – 19.30 WIB.
2. dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR

dr. Andre Sugiyono,Sp.KFR merupakan dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang menempuh pendidikan di Universitas Katolik Atma Jaya dan Universitas Indonesia. Ia memiliki keahlian dalam berbagai metode terapi, seperti elektroterapi, fisioterapi, hidroterapi, hingga rehabilitasi pasca stroke. Layanan yang diberikan bertujuan untuk membantu pasien memulihkan fungsi tubuh serta meningkatkan kualitas hidup.
dr. Andre Sugiyono,Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.30 – 15.30 WIB
- Selasa: 08.30 – 15.30 WIB
- Rabu: 08.30 – 15.30 WIB
- Kamis: 08.30 – 15.30 WIB
- Jumat: 08.30 – 15.30 WIB
- Sabtu: 14.30 – 19.00 WIB.
3. dr. Eugene Nathania, Sp.KFR

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR adalah dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik lulusan Universitas Indonesia. Ia memiliki kompetensi dalam berbagai teknik terapi seperti rehabilitasi obstetri, taping, manual therapy, dan dry needling. Selain itu, beliau juga berpengalaman dalam menangani nyeri muskuloskeletal serta membantu pemulihan fungsi dan mobilitas pasien.
dr. Eugene Nathania, Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 14.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 14.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 14.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 14.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 14.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.
4. dr. Johanes Putra, Sp.KFR

dr. Johanes Putra, Sp.KFR merupakan dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menempuh pendidikan di Universitas Atma Jaya dan Universitas Indonesia. Ia memiliki keahlian dalam rehabilitasi muskuloskeletal, termasuk gangguan pada otot, tulang, dan sendi. Selain itu, beliau juga kompeten dalam manajemen nyeri intervensi untuk membantu mengurangi keluhan pasien secara lebih efektif.
dr. Johanes Putra, Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 14.30 – 20.00 WIB
- Selasa: 14.30 – 20.00 WIB
- Rabu: 14.30 – 20.00 WIB
- Kamis: 14.30 – 20.00 WIB
- Jumat: 14.30 – 20.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.
Di RS Mandaya Royal Puri, penanganan limfedema tidak hanya melibatkan dokter spesialis, tetapi juga didukung oleh tim perawat yang terlatih dan berpengalaman dalam merawat pasien dengan kondisi ini secara optimal.
Untuk mempermudah proses kunjungan ke RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat menggunakan fitur Chat melalui WhatsApp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang tersedia di Google Play dan App Store. Melalui layanan ini, pasien dapat mengatur jadwal konsultasi, melihat nomor antrean, serta memperoleh berbagai informasi penting terkait layanan rumah sakit.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

