Apakah Saraf Terjepit Harus Selalu Dioperasi? Pahami Penjelasan dr. Fachry Lubis dari RS Mandaya Puri

Apakah Saraf Terjepit Harus Selalu Dioperasi? Pahami Penjelasan dr. Fachry Lubis dari RS Mandaya Puri

Saraf terjepit sering kali dianggap sebagai kondisi yang pasti membutuhkan operasi. Padahal, tidak semua kasus harus ditangani dengan tindakan bedah. Penanganan saraf terjepit sangat bergantung pada tingkat keparahan, lokasi, serta respons pasien terhadap terapi awal.

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K), dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Mandaya Puri, menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh menjadi langkah pertama sebelum menentukan jenis pengobatan yang tepat.

Konsultasi dokter

Apakah saraf terjepit harus selalu dioperasi?

Sebelum menentukan terapi, pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan penunjang seperti MRI untuk melihat kondisi bantalan tulang belakang dan tingkat penekanan pada saraf.

“Biasanya kita lakukan MRI, kita evaluasi sampai sejauh mana pembengkakan bantalan saraf terjepitnya. Nah, kemudian baru kita lihat penanganannya,” jelas dr. Fachry.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah kondisi masih bisa ditangani secara konservatif atau memerlukan tindakan lebih lanjut.

Kabar baiknya, mayoritas kasus saraf kejepit tidak memerlukan operasi. Pada kondisi ringan, penanganan dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan terapi non-bedah.

Penanganan ini meliputi olahraga teratur, perbaikan postur tubuh, penurunan berat badan, serta konsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter. Dengan pendekatan ini, sekitar 70–80% pasien umumnya mengalami perbaikan kondisi secara signifikan.

Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik atau tergolong lebih berat, dokter dapat mempertimbangkan tindakan lanjutan. Salah satunya adalah terapi injeksi atau prosedur berbasis teknologi seperti PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression), yang memanfaatkan laser untuk mengurangi tekanan pada saraf.

Metode ini biasanya digunakan pada pasien dengan nyeri yang menetap meskipun sudah menjalani terapi konservatif.

Operasi bukanlah langkah pertama dalam pengobatan saraf terjepit, melainkan opsi terakhir jika berbagai metode sebelumnya tidak memberikan hasil optimal.

“Kalaupun harus melakukan operasi, berarti kita sudah melakukan beberapa metode, cuma memang belum ada perubahan, kita usahakan tetap minimal invasif,” ujar dr. Fachry.

Salah satu teknik operasi minimal invasif yang dapat dilakukan adalah metode endoskopi BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery), yang memungkinkan luka lebih kecil dan pemulihan lebih cepat sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas.

Pada beberapa kondisi, terutama pada pasien usia lanjut yang mengalami pergeseran tulang belakang, penanganan bisa lebih kompleks. Tindakan seperti pemasangan implan mungkin diperlukan untuk menstabilkan struktur tulang belakang dan mengurangi tekanan pada saraf.

Konsultasi dokter

Profil dan jadwal praktek dr. Fachry di RS Mandaya Royal Puri

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) adalah dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang (spine) yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan pada tulang belakang, mulai dari saraf terjepit hingga kelainan seperti skoliosis. Ia dikenal berpengalaman dalam menangani keluhan nyeri leher, nyeri punggung dan pinggang, hingga nyeri menjalar ke lengan atau kaki yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.

Dalam perjalanan pendidikannya, dr. Fachry menempuh pendidikan dokter umum di University of North Sumatra, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi di University of Indonesia. Ia juga menyelesaikan pendidikan konsultan tulang belakang di University of Indonesia, yang memperkuat kompetensinya dalam menangani kasus-kasus tulang belakang yang kompleks.

Dalam praktiknya, dr. Mohammad Fachry Lubis mengedepankan penanganan yang komprehensif dan berbasis teknologi modern. Ia menguasai berbagai metode terapi, mulai dari penanganan konservatif hingga tindakan minimal invasif seperti BESS dan PLDD. Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi yang efektif dengan risiko minimal serta waktu pemulihan yang lebih cepat.

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 19.00 WIB
  • Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 14.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes