Saraf terjepit pada leher merupakan kondisi yang dapat menimbulkan nyeri, kesemutan, hingga kelemahan pada lengan. Penanganannya pun tidak selalu harus operasi, karena tergantung pada tingkat keparahan yang dialami pasien. Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia berbagai pilihan terapi modern yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
dr. Christian Permana, Sp.BS-FTB, FINSS, FICS, dokter spesialis bedah saraf dari RS Mandaya Royal Puri, menjelaskan bahwa pengobatan saraf terjepit pada leher dapat dibagi menjadi beberapa metode, mulai dari tindakan minimal invasif hingga operasi dengan teknologi canggih.
Contents
Pengobatan saraf terjepit pada leher di RS Mandaya Royal Puri

Berikut ini adalah beberapa pengobatan saraf terjepit pada leher di RS Mandaya Royal Puri:
1. Radiofrequency Ablation (RFA)
Pada kasus saraf terjepit yang masih tergolong ringan, pasien dapat menjalani tindakan non-operasi seperti radiofrequency ablation. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan alat khusus ke area sendi tulang belakang yang bermasalah, kemudian diberikan panas (radiofrekuensi) untuk mengurangi nyeri.
“Kalau saraf kejepit (di leher) masih ringan, maka kita masih bisa melakukan tindakan alternatif contohnya dengan radiofrequency ablation (radiofrekuensi ablasi), itu adalah kita melakukan suntik ke daerah sendi tulang belakang, lalu dipanaskan, nah itu bisa dilakukan pada kasus-kasus yang masih ringan,“ kata dr. Christian Permana.
Metode ini umumnya direkomendasikan untuk pasien dengan gejala ringan karena tidak memerlukan pembedahan dan proses pemulihannya relatif cepat.
2. Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD)
Jika kondisi sudah lebih berat dan membutuhkan tindakan operasi, salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah PECD. Prosedur ini dilakukan melalui bagian belakang leher dengan teknik endoskopi.
PECD biasanya ditujukan untuk kasus saraf terjepit yang belum terlalu kompleks dan gejalanya dominan pada satu sisi, misalnya hanya terasa di sisi kiri atau kanan. Keunggulan metode ini adalah luka operasi yang sangat kecil, sekitar 1 cm, sehingga mempercepat proses pemulihan pasien.
3. Anterior Cervical Disc Replacement (ACDR)
Pada kondisi yang lebih berat, penanganan saraf terjepit pada leher memerlukan penggantian bantalan tulang belakang (disc). Prosedur ini dikenal sebagai ACDR, yang dilakukan melalui bagian depan leher.
Dalam tindakan ini, bantalan tulang yang bermasalah akan diangkat dan diganti dengan implan. Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia dua jenis implan yang dapat digunakan, yaitu:
- Implan konvensional (fusi): berfungsi untuk menyatukan tulang leher, namun dapat mengurangi fleksibilitas pergerakan leher.
- Implan modern (artificial disc): memungkinkan leher tetap bergerak lebih fleksibel karena dirancang menyerupai fungsi alami bantalan tulang.
Dengan perkembangan teknologi, penggunaan implan modern kini menjadi pilihan yang semakin diminati karena dapat menjaga kualitas hidup pasien setelah operasi.
Operasi saraf kejepit leher jadi lebih aman dengan Intraoperative Neuromonitoring (NERVIOM)
Untuk meningkatkan keamanan selama prosedur operasi saraf terjepit, RS Mandaya Royal Puri menggunakan teknologi intraoperative neuromonitoring (NERVIOM). Teknologi ini memungkinkan dokter untuk memantau fungsi saraf secara langsung selama operasi berlangsung.
Dengan adanya pemantauan ini, risiko komplikasi seperti cedera saraf, kecacatan, hingga kelumpuhan dapat ditekan seminimal mungkin. Hal ini menjadikan prosedur operasi saraf leher di RS Mandaya Royal Puri lebih aman dan memberikan perlindungan maksimal bagi pasien.
Profil dan jadwal praktek dr. Christian Permana di RS Mandaya Royal Puri
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki kompetensi khusus dalam penanganan gangguan tulang belakang dan saraf. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Atma Jaya Catholic University, kemudian melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Saraf di University of Padjadjaran.
Untuk memperdalam keahliannya di bidang tulang belakang, dr. Christian mengikuti berbagai fellowship, di antaranya Fellowship for Spine Surgery dari Kolegium Bedah Saraf Indonesia, Ege University Hospital di Turkiye, serta National Brain Hospital di Indonesia. Selain itu, ia juga mengikuti Course on Biportal Endoscopic Spine Surgery di Sae-um Hospital, Korea Selatan, serta Fellowship for Microscopic and Endoscopic Neurosurgery for Cerebrovascular Disease and Brain Tumours di Nagoya Daini Red Cross Hospital, Jepang.
Dalam praktiknya, dr. Christian Permana menangani berbagai kondisi seperti saraf terjepit dengan teknik minimal invasif maupun operasi, termasuk PLDD, PELD, PSLD, microdiscectomy, dan ACDF. Ia juga memiliki kompetensi dalam terapi tumor tulang belakang, pengobatan infeksi tulang belakang seperti spondilodiskitis, hingga penanganan TB tulang belakang secara komprehensif.
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

