Penyakit katup jantung adalah istilah untuk berbagai kondisi yang menyebabkan satu atau lebih katup jantung tidak dapat berfungsi dengan baik. Katup jantung memiliki peran penting dalam menjaga aliran darah tetap mengalir satu arah di dalam jantung. Katup ini terdiri dari jaringan tipis berbentuk seperti daun yang membuka untuk memungkinkan darah mengalir ke depan, lalu menutup untuk mencegah aliran balik. Jika fungsi ini terganggu, aliran darah menjadi tidak optimal dan jantung harus bekerja lebih keras. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menurunkan aliran darah ke seluruh tubuh hingga berisiko mengancam nyawa.
Di dalam jantung terdapat empat katup utama, yaitu katup mitral, trikuspid, aorta, dan pulmonal, yang masing-masing berperan dalam mengatur aliran darah antar ruang jantung dan menuju pembuluh darah besar. Kabar baiknya, seiring perkembangan teknologi medis, penyakit katup jantung kini dapat ditangani melalui operasi maupun prosedur minimal invasif untuk memperbaiki atau mengganti katup yang bermasalah.

Seperti di RS Mandaya Royal Puri, di mana dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) bisa melakukan operasi katup jantung metode Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) dengan luka sayatan yang kecil, sekitar 5 cm.
Contents
Jenis-jenis penyakit katup jantung
Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit katup jantung beserta penjelasannya:
-
Stenosis
Stenosis terjadi ketika jaringan pada katup jantung menjadi kaku sehingga bukaan katup menyempit. Akibatnya, aliran darah yang melewati katup menjadi berkurang. Pada kondisi ringan, hal ini mungkin tidak terlalu memengaruhi fungsi jantung. Namun jika penyempitannya semakin parah, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga dapat menyebabkan beban berlebih pada jantung dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.
-
Regurgitasi
Regurgitasi, atau sering disebut katup bocor, terjadi ketika katup tidak dapat menutup dengan sempurna. Hal ini menyebabkan sebagian darah mengalir kembali ke arah yang berlawanan. Akibatnya, jantung harus memompa lebih kuat untuk mengimbangi aliran darah yang bocor tersebut, sehingga pasokan darah ke tubuh bisa menjadi berkurang.
-
Prolaps
Prolaps biasanya terjadi pada katup mitral, di mana katup tidak menutup dengan rapat karena jaringan katup lebih lentur dari yang seharusnya. Saat jantung berdetak, katup dapat terdorong kembali ke ruang atas jantung (atrium kiri). Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan kebocoran katup (regurgitasi).
-
Atresia
Atresia adalah kondisi bawaan sejak lahir di mana katup jantung tidak terbentuk dengan bukaan yang normal. Akibatnya, aliran darah tidak dapat melewati katup tersebut dengan baik. Kondisi ini biasanya sudah dapat terdeteksi sejak bayi.
Gejala katup jantung
Banyak orang dengan penyakit katup jantung tidak langsung merasakan gejala. Namun seiring waktu, kondisi ini dapat memburuk dan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi aliran darah yang terganggu.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Mudah lelah (sering menjadi gejala pertama)
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Jantung berdebar atau terasa tidak teratur
- Pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau perut (edema)
- Tubuh terasa lemah atau pusing
- Berat badan naik dengan cepat
- Nyeri dada, terutama saat melakukan aktivitas fisik.
Penyebab dan faktor risiko penyakit katup jantung
Penyakit katup jantung dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, baik yang terjadi sejak lahir maupun yang berkembang seiring waktu. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Demam rematik akibat infeksi radang tenggorokan (strep throat) yang tidak diobati
- Serangan jantung yang merusak jaringan jantung
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sudah lanjut
- Kelainan bawaan sejak lahir pada katup jantung
- Penurunan fungsi atau pengerasan (kalsifikasi) jaringan katup seiring bertambahnya usia
- Aneurisma aorta toraks (pelebaran pembuluh aorta) yang dapat menyebabkan kebocoran katup
- Gagal jantung
- Infeksi pada jantung (endokarditis infektif)
- Penyakit autoimun seperti lupus
- Sindrom Marfan.
Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit katup jantung, antara lain:
- Merokok atau menggunakan produk tembakau
- Pola makan yang tidak sehat
- Kurang aktivitas fisik
- Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi
- Riwayat terapi radiasi untuk kanker
- Penggunaan alat pacu jantung atau defibrillator (ICD)
- Jenis kelamin laki-laki
- Faktor usia.
Apa saja komplikasi penyakit katup jantung jika tidak ditangani?
Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit katup jantung dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
- Gagal jantung
- Gangguan irama jantung (aritmia)
- Pembentukan bekuan darah
- Tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru (hipertensi pulmonal)
- Stroke
- Henti jantung.
Penanganan penyakit katup jantung teknik minimal invasif oleh dr. Wirya di RS Mandaya

dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV adalah dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular konsultan jantung dewasa yang memiliki pengalaman luas dalam melakukan berbagai prosedur bedah jantung dan pembuluh darah. Dalam praktiknya, beliau menangani lebih dari 600 operasi jantung setiap tahun, termasuk lebih dari 300 tindakan operasi jantung dengan sayatan minimal, 200+ kasus bypass jantung sayatan kecil, serta lebih dari 100 operasi katup jantung dengan teknik serupa setiap tahunnya. Tingginya jumlah kasus yang ditangani mencerminkan keahlian beliau dalam mengaplikasikan teknik bedah modern, khususnya pendekatan minimal invasif.
Beliau ahli dalam melakukan MICS MVR (Minimally Invasive Mitral Valve Replacement). Prosedur penggantian katup mitral ini dilakukan melalui sayatan kecil, sekitar 5 cm, di sela-sela tulang rusuk tanpa perlu membelah tulang dada. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko perdarahan, menekan rasa nyeri setelah operasi, serta mempercepat proses pemulihan pasien setelah tindakan selesai.
Keunggulan MICS MVR dibandingkan operasi konvensional antara lain:
- Sayatan lebih kecil tanpa membuka dada: Prosedur dilakukan melalui sayatan minimal sehingga lebih aman, luka lebih kecil, dan hasilnya lebih baik secara estetika.
- Pemulihan lebih cepat: Waktu pemulihan cenderung lebih singkat, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal lebih cepat.
- Nyeri dan risiko komplikasi lebih rendah: Pasien umumnya merasakan nyeri yang lebih ringan setelah operasi, dengan risiko komplikasi yang juga lebih kecil.
dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:
- Selasa: 16.30 – 19.00 WIB
- Kamis: 16.30 – 19.00 WIB
- Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

