Cacar Api (Herpes Zoster): Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Cacar Api (Herpes Zoster): Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Cacar api (herpes zoster) adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam kulit yang terasa nyeri dan kerusakan saraf. Penyakit ini masih berkaitan dengan cacar air, karena disebabkan oleh virus yang sama. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang, melainkan tetap berada di dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu, virus ini bisa aktif kembali dan menyebabkan munculnya cacar api.

Konsultasi dokter

Apa saja gejala cacar api?

Ruam kulit yang terasa nyeri, menonjol, atau berisi cairan (lepuhan) adalah gejala paling umum dari cacar api. Ruam ini biasanya muncul di sekitar pinggang atau di salah satu sisi tubuh, seperti wajah, leher, dada, perut, atau punggung. Namun, dalam beberapa kasus, ruam juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya.

Selain ruam, ada beberapa gejala lain yang bisa muncul sebelum atau bersamaan dengan ruam, seperti:

  • Nyeri saraf yang terasa dalam, seperti terbakar atau tertusuk
  • Rasa gatal atau kesemutan
  • Area kulit yang tampak kemerahan atau berubah warna
  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Badan terasa tidak enak (lemas atau tidak nyaman)
  • Gangguan pada perut.

Beberapa gejala awal, seperti nyeri saraf dan perubahan warna kulit, bahkan bisa muncul beberapa minggu sebelum ruam terlihat. Sementara gejala lain biasanya muncul beberapa hari sebelum ruam berkembang.

Ruam biasanya akan berubah menjadi lepuhan dalam waktu sekitar 3–4 hari setelah muncul. Dalam waktu kurang lebih 10 hari, lepuhan tersebut akan mengering dan membentuk keropeng. Keropeng ini biasanya akan hilang sepenuhnya dalam beberapa minggu.

Perlu diketahui, tidak semua orang dengan cacar api mengalami ruam. Oleh karena itu, jika Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah ke kondisi ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, meskipun belum muncul ruam.

Konsultasi dokter

Penyebab cacar api

Cacar api disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV), yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus tersebut tetap berada di dalam sel saraf dalam kondisi “tidur” atau tidak aktif.

Di kemudian hari, virus ini bisa aktif kembali dan menyebabkan cacar api. Para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang memicu virus ini kembali aktif. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, terutama ketika daya tahan tubuh mulai menurun.

Selain itu, beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cacar api, di antaranya:

  • Memiliki sistem imun yang lemah, misalnya akibat kanker, HIV, atau penggunaan obat penekan imun.
  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Diduga berkaitan dengan stres, meskipun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Apakah cacar api menular?

Cacar api tidak dapat menular langsung menjadi cacar api pada orang lain. Namun, seseorang yang mengalami kondisi ini dapat menularkan virus penyebab cacar air kepada orang yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan pada kulit, atau melalui udara dari partikel yang berasal dari lepuhan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kontak langsung dengan area ruam hingga benar-benar sembuh.

Konsultasi dokter

Komplikasi cacar api

Komplikasi yang paling sering terjadi pada cacar api adalah nyeri saraf yang tidak kunjung hilang meskipun ruam sudah sembuh. Kondisi ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan bisa menimbulkan rasa nyeri yang cukup berat.

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain, seperti:

Dalam kasus yang sangat jarang, cacar api juga dapat berakibat fatal.

Bagaimana cara mengobati cacar api?

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan cacar api sepenuhnya. Namun, dokter dapat memberikan penanganan untuk meredakan gejala dan mempercepat proses pemulihan, seperti:

  • Obat antivirus, seperti acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir
  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Obat kortikosteroid, terutama jika cacar api menyerang area mata atau wajah.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala cacar api, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pengobatan dengan obat antivirus yang diberikan sedini mungkin dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi.

Segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) jika Anda mengalami tanda-tanda komplikasi serius, seperti:

  • Sakit kepala berat
  • Perubahan pada penglihatan
  • Nyeri pada mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Leher terasa kaku
  • Kebingungan atau perubahan kondisi mental
  • Kelemahan otot atau kelumpuhan.

Konsultasi dokter

Vaksin cacar api di RS Mandaya Royal Puri

Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi Anda untuk mendapatkan vaksinasi. RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan vaksin cacar api, baik untuk 1 maupun 2 dosis. 

Harga Vaksin Herpes Zoster

  • 1 dosis: 4.000.000
  • 2 dosis (dosis lengkap): 7.880.000.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes