Banyak orang mengira bahwa donor transplantasi ginjal harus berasal dari anggota keluarga. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Selain keluarga kandung, donor ginjal juga bisa berasal dari pasangan, teman, bahkan orang lain yang tidak memiliki hubungan darah. Namun, tentu ada berbagai syarat medis dan pertimbangan tertentu yang harus dipenuhi agar proses transplantasi dapat berjalan dengan aman dan optimal.
Contents
Apakah donor transplantasi ginjal harus keluarga?
Donor ginjal hidup adalah kondisi ketika seseorang yang masih hidup mendonorkan ginjalnya kepada orang lain yang mengalami gagal ginjal (penerima). Donor ini bisa berasal dari anggota keluarga, seperti orang tua, anak, atau saudara kandung. Namun, donor juga tidak harus memiliki hubungan darah. Seseorang seperti teman, rekan kerja, atau tetangga sekalipun dapat menjadi pendonor ginjal.
Baik ginjal dari donor hidup maupun donor yang telah meninggal sama-sama dapat digunakan untuk transplantasi dan memberikan hasil yang baik. Namun, ginjal dari donor hidup umumnya memiliki keunggulan, seperti dapat bertahan lebih lama dan cenderung langsung berfungsi setelah transplantasi. Selain itu, proses operasi juga bisa dijadwalkan sesuai waktu yang tepat bagi donor dan penerima.
Mencari donor ginjal hidup juga dapat mempercepat proses transplantasi. Hal ini karena waktu tunggu untuk mendapatkan ginjal dari donor yang telah meninggal bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Baca juga: Rumah Sakit Transplantasi Ginjal di Indonesia, RS Mandaya Royal Puri
Syarat menjadi pendonor ginjal yang penting diketahui
Syarat menjadi pendonor ginjal tertuang dalam PP Nomor 53 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 38 Tahun 2016 . Syaratnya terbagi menjadi dua, yaitu syarat medis dan syarat administratif:
Syarat medis untuk pendonor ginjal
Untuk dapat menjadi donor ginjal, terdapat sejumlah kriteria medis yang perlu dipenuhi, antara lain:
- Berusia sekitar 18 hingga 60 tahun
- Memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat
- Golongan darah sesuai atau kompatibel dengan penerima
- Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 30 kg/m²
- Tidak memiliki kebiasaan merokok
- Tidak menggunakan narkotika, alkohol, atau zat terlarang
- Tidak dalam kondisi hamil
- Belum pernah menjalani transplantasi organ sebelumnya
- Memiliki tekanan darah dalam batas normal
- Tidak menderita diabetes
- Tidak memiliki kanker atau riwayat penyakit keganasan
- Tidak mengidap penyakit autoimun
- Tidak memiliki gangguan pada pembuluh darah
- Tidak sedang mengonsumsi obat rutin jangka panjang.
Seluruh persyaratan medis tersebut akan diverifikasi melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Jika calon pendonor dinyatakan lolos evaluasi, maka dapat melanjutkan ke tahap persiapan berikutnya dalam proses transplantasi.
Syarat administratif pendonor ginjal
Selain syarat medis, calon pendonor juga harus memenuhi ketentuan administratif sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 38 Tahun 2016, yaitu:
- Memiliki surat keterangan sehat sebagai bukti kelayakan menjadi pendonor
- Berusia minimal 18 tahun dan melampirkan identitas diri, seperti KTP, kartu keluarga, atau akta kelahiran
- Membuat pernyataan tertulis bahwa donor dilakukan secara sukarela tanpa menerima imbalan dalam bentuk apa pun
- Menjelaskan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan terkait kesediaan mendonorkan ginjal
- Mendapatkan persetujuan dari keluarga inti, seperti pasangan (suami/istri), anak dewasa, orang tua, atau saudara kandung
- Menandatangani pernyataan bahwa telah memahami indikasi, kontraindikasi, risiko, prosedur transplantasi, serta panduan hidup setelah donor
- Membuat pernyataan bahwa proses donor tidak melibatkan jual beli organ atau kesepakatan lain dengan pihak penerima.
Dengan melengkapi seluruh persyaratan tersebut, calon pendonor dapat melanjutkan proses sesuai prosedur yang berlaku.
Baca juga: Perbedaan Cuci Darah dan Transplantasi Ginjal
Tim dokter transplantasi ginjal RS Mandaya Royal Puri
Mandaya Royal Hospital Puri merupakan rumah sakit swasta yang telah mengantongi izin resmi untuk melakukan tindakan transplantasi ginjal bagi pasien yang membutuhkan. Selain didukung fasilitas modern dan teknologi medis terkini, rumah sakit ini juga diperkuat oleh tim dokter berpengalaman yang ahli dalam menangani prosedur transplantasi ginjal secara komprehensif.
Berikut adalah tim dokter transplantasi ginjal di RS Mandaya Royal Puri:
1. Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM

Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi ginjal dan hipertensi (nefrologi). Ia memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai gangguan ginjal, mulai dari penyakit ginjal kronis, gagal ginjal akut, hingga komplikasi akibat hipertensi dan diabetes. Selain itu, ia juga terlibat dalam layanan dialisis (hemodialisis), penilaian kelayakan transplantasi ginjal, serta pemantauan pasien pasca transplantasi, termasuk pengaturan terapi imunosupresif.
Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 18.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 12.00 – 14.00 WIB.
2. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD merupakan dokter spesialis urologi senior dengan pengalaman panjang di bidang bedah urologi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia memiliki keahlian dalam berbagai tindakan, seperti operasi ginjal, prostat, varikokel, PCNL, hingga transplantasi ginjal. Ia juga menguasai teknik laparoskopi, yaitu metode operasi minimal invasif dengan sayatan kecil yang membantu mempercepat proses pemulihan pasien. Keahlian ini didukung oleh pelatihan yang pernah dijalaninya di Belanda.
Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.
Baca juga: Seperti Apa Proses Transplantasi Ginjal? Ini Tahapan dan Hasilnya
3. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dikenal sebagai dokter urologi dengan pengalaman tinggi dalam menangani kasus-kasus kompleks, termasuk transplantasi ginjal. Dengan jam terbang yang luas di bidang bedah urologi, ia menjadi salah satu dokter rujukan untuk tindakan transplantasi ginjal di Indonesia. Keahliannya mencakup berbagai prosedur bedah yang membutuhkan ketelitian serta pemahaman mendalam tentang ginjal dan saluran kemih.
Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.
4. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS adalah dokter spesialis urologi yang juga berpengalaman dalam prosedur transplantasi ginjal. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro dan melanjutkan spesialisasi urologi di Universitas Indonesia. Dalam praktiknya, ia menangani berbagai tindakan urologi, seperti operasi saluran kemih, prostat, ginjal, varikokel, biopsi prostat, hingga pemeriksaan uroflowmetri. Ia juga memiliki sertifikasi internasional di bidang bedah robotik dan laparoskopi serta aktif dalam organisasi profesi urologi.
dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 13.30 – 16.00 WIB
- Rabu: 13.30 – 16.00 WIB
- Sabtu: 12.30 – 15.00 WIB.
5. dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH

dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH merupakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi yang menjadi bagian dari tim transplantasi ginjal di RS Mandaya Royal Puri. Ia menyelesaikan pendidikan dokter dan spesialis penyakit dalam di Universitas Indonesia. Dalam perannya, ia bertanggung jawab memantau kondisi ginjal pasien, mengatur terapi imunosupresif, serta menangani potensi komplikasi pasca transplantasi, seperti infeksi atau penurunan fungsi ginjal. Ia juga aktif dalam organisasi profesi seperti Pernefri dan PDPDI.
dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 12.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 10.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.
Untuk mempermudah Anda dalam melakukan kunjungan ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

