Mengenal Trigeminal Neuralgia dan Penanganannya oleh Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Mengenal Trigeminal Neuralgia dan Penanganannya oleh Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Trigeminal neuralgia adalah kondisi yang menyebabkan serangan nyeri hebat di area wajah, yang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal di dekat batang otak. Saraf trigeminal sendiri berperan penting dalam menghantarkan sensasi dari wajah ke otak. 

Meskipun tidak mengancam nyawa, trigeminal neuralgia bisa sangat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Aktivitas sederhana seperti mengunyah, berbicara, tersenyum, bahkan menyikat gigi bisa memicu rasa nyeri tajam yang datang tiba-tiba. Inilah yang membuat kondisi ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga emosional. Umumnya, trigeminal neuralgia bersifat kronis (jangka panjang), namun gejalanya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat.

Salah satu metode penanganan yang dapat dilakukan adalah tindakan Microvascular Decompression (MVD), yaitu prosedur untuk mengurangi tekanan pembuluh darah pada saraf trigeminal. Tindakan ini dapat dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, atau yang dikenal sebagai Dr. Joy, di RS Mandaya Royal Puri sehingga membantu meredakan nyeri secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Konsultasi dokter

Apa saja gejala trigeminal neuralgia?

Gejala utama trigeminal neuralgia adalah nyeri hebat yang muncul tiba-tiba di wajah, biasanya hanya di satu sisi. Rasa nyerinya sering digambarkan seperti tersengat listrik atau ditusuk. Saat serangan terjadi, sebagian orang juga bisa mengalami kejang atau kedutan pada otot wajah.

Di sela-sela serangan nyeri, Anda mungkin merasakan beberapa sensasi berikut:

  • Rasa terbakar
  • Nyeri berdenyut
  • Mati rasa (kebas)
  • Nyeri tumpul yang menetap.

Secara umum, trigeminal neuralgia terbagi menjadi dua jenis berdasarkan pola gejalanya:

1. Paroxysmal trigeminal neuralgia

Pada jenis ini, nyeri muncul secara tiba-tiba, terasa sangat tajam dan intens, serta datang dan pergi (tidak terus-menerus). Serangan bisa berlangsung dari beberapa detik hingga sekitar dua menit. Meskipun ada jeda tanpa nyeri di antara serangan, episode ini bisa berulang hingga berjam-jam, bahkan sampai dua jam.

2. Trigeminal neuralgia dengan nyeri terus-menerus

Jenis ini biasanya tidak seintens tipe pertama, tetapi nyerinya lebih sering muncul. Penderitanya dapat merasakan nyeri yang menetap, seperti sensasi ditusuk atau terbakar, disertai rasa tidak nyaman yang terus ada. Kondisi ini sering kali lebih sulit dikendalikan.

Pada umumnya, trigeminal neuralgia hanya menyerang satu sisi wajah (unilateral). Namun, dalam kasus yang jarang, kondisi ini bisa terjadi di kedua sisi wajah (bilateral), meski tidak terjadi secara bersamaan. Seiring waktu, trigeminal neuralgia juga dapat memburuk, dengan serangan nyeri yang semakin sering dan berlangsung lebih lama.

Konsultasi dokter

Apa penyebab trigeminal neuralgia?

Secara umum, trigeminal neuralgia terjadi karena adanya tekanan atau kerusakan pada saraf trigeminal. Berdasarkan penyebabnya, kondisi ini dibagi menjadi beberapa jenis:

1. Trigeminal neuralgia primer (klasik)

Jenis ini paling sering terjadi, yaitu ketika pembuluh darah (biasanya arteri cerebellar superior) menekan bagian akar saraf trigeminal. Tekanan ini menyebabkan saraf menjadi sensitif dan memicu nyeri.

2. Trigeminal neuralgia sekunder

Jenis ini terjadi akibat kondisi lain yang memengaruhi atau merusak saraf trigeminal, seperti multiple sclerosis (MS), tumor, atau kelainan pembuluh darah (arteriovenous malformation). Penderita trigeminal neuralgia sekunder biasanya berusia lebih muda dan lebih berisiko mengalami nyeri di kedua sisi wajah. Sekitar 15% kasus trigeminal neuralgia termasuk dalam kategori ini.

3. Trigeminal neuralgia idiopatik

Pada jenis ini, penyebab pasti nyeri tidak dapat ditemukan, meskipun sudah dilakukan berbagai pemeriksaan medis.

Konsultasi dokter

Apa saja faktor risiko trigeminal neuralgia?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami trigeminal neuralgia antara lain:

Bagaimana trigeminal neuralgia didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala yang Anda rasakan serta riwayat kesehatan Anda. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area kepala dan leher, serta pemeriksaan saraf.

Biasanya, diagnosis trigeminal neuralgia ditegakkan berdasarkan beberapa hal, seperti:

  • Jenis nyeri yang Anda rasakan
  • Lokasi pasti nyeri di wajah
  • Aktivitas atau gerakan yang memicu serangan nyeri.

Karena ada beberapa kondisi lain yang juga bisa menyebabkan nyeri wajah, dokter perlu memastikan bahwa keluhan Anda bukan disebabkan oleh penyakit lain. Contohnya seperti sakit kepala cluster, migrain, neuralgia pasca herpes, atau gangguan sendi rahang (TMJ).

Untuk mengetahui penyebab pastinya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan MRI otak. Pemeriksaan ini membantu melihat apakah ada pembuluh darah yang menekan saraf atau kemungkinan adanya tumor yang menyebabkan trigeminal neuralgia.

Konsultasi dokter

Tindakan MVD oleh Dr. Joy untuk atasi trigeminal neuralgia

Dr. Joy, dokter bedah saraf RS Mandaya Royal Puri.
Dr. Joy, dokter bedah saraf RS Mandaya Royal Puri.

Untuk menangani kondisi ini secara lebih optimal, salah satu pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah prosedur MVD. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pembuluh darah pada saraf trigeminal, sehingga sumber iritasi dapat diatasi.

Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur ini dilakukan oleh Dr. Joy, seorang dokter spesialis bedah saraf terkemuka di Indonesia. Dalam prosedurnya, dokter akan membuat sayatan kecil di belakang telinga untuk mencapai saraf yang tertekan. Setelah itu, pembuluh darah yang menekan saraf akan dipisahkan, lalu diberikan bantalan khusus agar tidak kembali bersentuhan.

Dr. Joy merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialisasi di bidang penyakit pembuluh darah otak. Ia dikenal memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan neurologi, terutama yang berkaitan dengan kelainan vaskular di otak.

Beliau meraih gelar doktor dari University of Helsinki, dengan fokus penelitian pada aneurisma otak. Penelitiannya membahas bagaimana aneurisma terbentuk serta pendekatan medis yang dapat dilakukan untuk diagnosis dan penanganannya.

Selain melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri, Dr. Joy juga aktif di dunia akademik. Ia merupakan penulis buku Memahami Aneurisma Otak yang telah terbit dalam dua edisi. Buku ini mengulas secara menyeluruh tentang aneurisma otak, mulai dari penyebab, proses terjadinya penyakit, hingga metode pemeriksaan dan pilihan terapi yang tersedia.

Dalam praktik sehari-hari, Dr. Joy kerap menangani berbagai kasus neurologi kompleks, seperti aneurisma otak, penyempitan pembuluh darah otak (stenosis), perdarahan otak, tumor otak, hingga kanker otak.

Didukung oleh pengalaman klinis yang luas, latar belakang akademik yang kuat, serta pelatihan di berbagai pusat bedah saraf internasional, Dr. Joy dikenal sebagai salah satu ahli bedah saraf terkemuka di Indonesia, khususnya dalam menangani kasus yang melibatkan pembuluh darah otak dan tumor otak.

Bagi pasien yang ingin berkonsultasi, jadwal praktik Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri adalah sebagai berikut:

  • Senin: by appointment
  • Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
  • Rabu: by appointment
  • Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes