Kanker hati merupakan jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel di hati tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor. Pada tahap awal, kanker hati sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, seiring perkembangan penyakit, penderitanya dapat mengalami berbagai keluhan seperti nyeri di perut kanan atas, perut membesar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, kelelahan, hingga kulit dan mata yang menguning. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu fungsi hati serta menurunkan kualitas hidup pasien.
Saat ini, perkembangan teknologi medis memungkinkan adanya pilihan terapi kanker hati yang lebih modern dan minim invasif, salah satunya adalah metode High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) atau Focused Ultrasound Ablation (FUA). Menurut dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Mandaya Royal Hospital Puri, teknologi ini memanfaatkan gelombang ultrasound berenergi tinggi yang difokuskan langsung pada jaringan tumor untuk menghancurkan sel kanker tanpa memerlukan sayatan operasi. Metode ini menjadi salah satu alternatif terapi yang dapat dipertimbangkan dalam penanganan kanker hati pada pasien dengan kondisi tertentu.

Contents
Teknologi HIFU / FUA untuk penanganan kanker hati

Metode HIFU atau FUA memanfaatkan gelombang ultrasound berenergi tinggi yang difokuskan langsung ke area tumor untuk menghancurkan jaringan kanker tanpa memerlukan pembedahan.
Menurut dr. Hendra teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menangani berbagai kondisi pada kanker hati, termasuk komplikasi yang cukup sulit ditangani dengan metode lain.
“Saat ini kita melakukan prosedur Focused Ultrasound Ablation untuk kasus keganasan di bidang hepatologi atau kanker hati,” kata dr. Hendra.
Prosedur ini dilakukan dengan cara memberikan energi ultrasound yang terfokus pada jaringan yang bermasalah. Energi tersebut akan menghasilkan panas yang dapat menghancurkan sel kanker secara terarah tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Kasus pasien kanker hati dengan trombus vena porta
Dalam salah satu kasus yang ditangani oleh dr. Hendra , seorang pasien wanita berusia 68 tahun telah didiagnosis kanker hati stadium lanjut sejak tahun 2023. Pasien tersebut sebelumnya telah menjalani berbagai jenis pengobatan, namun masih ditemukan komplikasi berupa trombus vena porta, yaitu bekuan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh tumor.
Menurut dr. Hendra, kondisi ini termasuk komplikasi yang cukup menantang untuk ditangani.
“Trombus vena porta adalah komplikasi lanjut dari keganasan hati yang menimbulkan bekuan pada pembuluh darah akibat tumor, dan umumnya sangat sulit untuk dihilangkan,” paparnya.
Melalui teknologi HIFU atau FUA, proses ablasi dapat dilakukan langsung pada area trombus tersebut. Prosedur ini dilakukan dalam kondisi pasien disedasi oleh dokter anestesi, kemudian energi ultrasound difokuskan pada area target untuk menghancurkan jaringan tumor yang menyebabkan sumbatan.
Baca juga: Mengenal Metode Ablasi RF, MWA & TACE Untuk Tangani Nodul Hati dan Kanker Hati
Prosedur minimal invasif dengan risiko relatif kecil
Salah satu keunggulan metode HIFU / FUA adalah sifatnya yang non-invasif, sehingga tidak memerlukan pembedahan terbuka. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar dua hingga dua setengah jam.
“Prosedur ini dilakukan sekitar dua sampai dua setengah jam dengan pasien dalam kondisi sedasi, lalu dilakukan ablasi terfokus menggunakan gelombang ultrasound,” jelas dr. Hendra.
Karena tidak melibatkan sayatan operasi, risiko komplikasi yang muncul juga relatif lebih kecil dibandingkan metode bedah konvensional. Setelah prosedur dilakukan, pasien akan menjalani evaluasi lanjutan untuk melihat respons terapi, termasuk pemeriksaan lanjutan seperti MRI.
“Evaluasi akan dilakukan sekitar dua minggu setelah tindakan untuk melihat apakah trombus vena porta mengalami pengurangan,” tambahnya.
Jika hasil evaluasi menunjukkan perbaikan, terapi lanjutan dapat dipertimbangkan, seperti imunoterapi, transarterial chemoembolization (TACE), atau ablasi dengan radiofrekuensi ablasi maupun microwave. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengendalikan penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien kanker hati.

Profil dan jadwal praktek dr. Hendra di RS Mandaya Royal Puri

dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi sebagai konsultan gastroenterohepatologi. Ia memiliki keahlian dalam menangani berbagai penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan dan hati, mulai dari kondisi yang umum hingga kasus yang lebih kompleks. Beberapa penyakit yang dapat ditanganinya antara lain kanker hati, batu empedu, fatty liver, nodul hati, sirosis hati, hingga kanker saluran empedu.
Dalam perjalanan pendidikannya, dr. Hendra meraih gelar dokter dari Atma Jaya Catholic University of Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Biomedical Science di Udayana University. Setelah itu, dr. Hendra menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam di universitas yang sama sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan subspesialis konsultan gastroenterologi dan hepatologi di University of Indonesia.
Sebagai dokter konsultan gastroenterohepatologi, dr. Hendra juga memberikan berbagai layanan pemeriksaan dan konsultasi medis untuk membantu mendiagnosis serta memantau kondisi pasien. Beberapa layanan yang tersedia meliputi konsultasi penyakit dalam, pemeriksaan fungsi hati, tes urine, profil lipid, serta berbagai pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, MRI Scan, dan pemeriksaan fungsi ginjal. Dengan kombinasi pengalaman klinis dan latar belakang pendidikan yang kuat, dr. Hendra berkomitmen memberikan penanganan yang tepat bagi pasien dengan masalah kesehatan pada sistem pencernaan dan hati.
dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: 10.30 – 12.30 WIB
- Sabtu: 10.30 – 12.30 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
‘
